27 Dzulhijjah 1442  |  Jumat 06 Agustus 2021

basmalah.png

Nikki Haley: Menghidupkan Kembali JCPOA Kematian Bagi Israel

Nikki Haley: Menghidupkan Kembali JCPOA Kematian Bagi Israel

Fiqhislam.com - Mantan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk PBB , Nikki Haley, memperingatkan agar pemerintahan Presiden Joe Biden tidak menyelamatkan perjanjian nuklir Iran . Ia mengatakan hal itu pada akhirnya adalah kematian bagi Israel dan dunia pada umumnya.

“Gagasan saat ini bahwa Anda memiliki banyak negara di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, yang mencari cara untuk mengulang kesepakatan Iran ini tidak lebih dari keinginan untuk mati bagi Israel dan akhirnya kematian bagi dunia,” ujarnya seperti dikutip Sputnik dari Jerusalem Post, Rabu (16/6/2021).

Dengan latar belakang pembicaraan Wina yang sedang berlangsung yang bertujuan untuk membangun kembali Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), yang disebut juga sebagai perjanjian nuklir Iran, Haley menggagalkan upaya pemerintahan Joe Biden untuk memasuki kembali perjanjian antara Iran dan kekuatan utama dunia.

Pendahulu Biden, Donald Trump, menarik AS dari kesepakatan itu pada 2018. Menurut Haley, upaya Biden yang menjatuhkan dirinya untuk kembali ke perjanjian nuklir Iran cukup menjijikkan.

“Iran tidak akan pernah mengubah caranya. Tidak akan pernah berhenti mengatakan kematian kepada Israel. Tidak akan pernah berhenti mengatakan kematian kepada Amerika. Dan satu-satunya cara agar kita dapat melakukan perubahan adalah dengan menarik kembali uangnya dan menarik kembali dompetnya,” kata politisi Amerika itu.

Nikki, yang menjabat pada era Donald Trump, melakukan tur ke Israel selatan pada hari Minggu dan Senin. Ia bertemu dengan pejabat tinggi negara itu termasuk Menteri Luar Negeri Yair Lapid dan mantan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang masa jabatannya selama dua belas tahun berturut-turut telah berakhir.

Haley tiba di Israel dalam misi solidaritas yang diselenggarakan oleh Christians United for Israel.

Wina, Austria, telah menjadi tuan rumah pembicaraan mengenai pencabutan sanksi dan kembalinya Teheran dan Washington ke JCPOA, atau Perjanjian Nuklir Iran. Setelah menjabat pada Januari lalu, Presiden AS Joe Biden telah mengisyaratkan bahwa kebangkitan kembali perjanjian nuklir dengan Iran dimungkinkan setelah Donald Trump membatalkan kesepakatan itu pada 2018 lalu. [yy/sindonews]