30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Pemimpin Eropa Tuntut Penjelasan atas Skandal Mata-mata AS-Denmark

Pemimpin Eropa Tuntut Penjelasan atas Skandal Mata-mata AS-Denmark

Fiqhislam.com - Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pada hari Senin (31/05) bahwa mereka mengharapkan penjelasan soal keterlibatan dinas rahasia Denmark yang membantu Amerika Serikat dalam memata-matai para pemimpin Eropa.

Penyelidikan yang dilakukan oleh sekelompok media Eropa menemukan bahwa Badan Intelijen Pertahanan Denmark (FE) telah membantu Badan Keamanan Nasional AS (NSA) untuk memata-matai politisi papan atas di Jerman, Prancis, dan negara-negara lain antara tahun 2012 dan 2014, di mana saat itu Joe Biden menjabat sebagai Wakil Presiden AS.

Macron mengutuk tindakan yang dilakukan Denmark tersebut. Ia dan Merkel pun sepakat bahwa jawaban dari Washington dan Kopenhagen diperlukan.

Apa yang dikatakan Macron dan Merkel?

"Ini tidak dapat diterima antara sekutu, dan bahkan antara sekutu dan mitra Eropa," kata Macron.

Ia menekankan pentingnya hubungan baik antara Eropa dan AS, namun menegaskan bahwa "tidak ada ruang untuk kecurigaan."

Macron menambahkan bahwa dia menunggu "kejelasan lengkap" dari Denmark dan AS.

Sementara Merkel mengatakan bahwa dia "diyakinkan" oleh pernyataan Menteri Pertahanan Denmark, Trine Bramsen.

"Dalam hal ini saya melihat dasar yang baik tidak hanya untuk penyelesaian masalah, tetapi juga untuk hubungan yang dipercaya," katanya.

Bramsen, yang tidak memegang jabatan tersebut selama periode yang bersangkutan, belum mengkonfirmasi laporan tersebut dan hanya memberikan kecaman menyeluruh atas penyadapan apapun pada sekutu dekat.

Menurut media penyiaran publik Denmark DR, Bramsen mendapatkan informasi tentang tindakan dinas intelijen Denmark tersebut pada akhir tahun 2020. Tidak lama kemudian, pejabat tinggi intelijen dicopot dari jabatannya, meski tidak ada penjelasan yang diberikan saat itu.

Norwegia dan Swedia ikut minta penjelasan
Negara tetangga Denmark juga meminta jawaban atas laporan yang mengungkapkan bahwa NSA juga memata-matai para pemimpin Norwegia dan Swedia dengan bantuan Denmark.

"Ini tidak dapat diterima jika negara-negara yang memiliki kerja sama erat merasa perlu untuk memata-matai satu sama lain," Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg mengatakan kepada NRK, media penyiaran publik yang juga ikut dalam penyelidikan.

Menteri Pertahanan Swedia Peter Hultqvist juga telah "menghubungi menteri pertahanan Denmark untuk menanyakan apakah platform Denmark telah digunakan untuk memata-matai politisi Swedia."

Edward Snowden, mantan pekerja NSA yang merilis ribuan dokumen rahasia pada tahun 2013 tentang operasi mata-mata yang besar, juga meminta penjelasan.

"Harus ada persyaratan eksplisit untuk pengungkapan publik penuh tidak hanya dari Denmark, tetapi juga mitra senior mereka," tulisnya di Twitter. [yy/republika]