pustaka.png.orig
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

AS Sita Ribuan Senjata Diduga Dikirimkan Iran untuk Houthi

AS Sita Ribuan Senjata Diduga Dikirimkan Iran untuk Houthi

Fiqhislam.com - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menggagalkan pengiriman ribuan senjata yang disembunyikan di dalam sebuah kapal yang berlayar di Laut Arab. Pasokan senjata itu diduga untuk mendukung kelompok pemberontak Houthi yang kini menguasai Yaman.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (10/5/2021), seorang pejabat pertahanan AS menuturkan bahwa penyelidikan awal mendapati kapal tersebut datang dari Iran, yang lagi-lagi mengaitkan Iran dengan tindakan mempersenjatai pemberontak Houthi meskipun ada embargo senjata Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Misi Iran untuk PBB belum memberikan komentarnya. Namun, sebelumnya Iran telah beberapa kali menyangkal tuduhan mempersenjatai pemberontak Houthi.

Pengiriman senjata itu dibongkar oleh kapal militer AS, USS Monterey, dalam operasi di bagian utara Laut Arab dekat Oman dan Pakistan. AS menemukan sejumlah besar senjata berbagai jenis di atas sebuah kapal yang disebut oleh Angkatan Laut AS sebagai kapal dhow -- kapal layar tradisional Timur Tengah -- tak bernegara.

Senjata-senjata, yang terdiri atas senjata serbu, senapan mesin hingga senapan penembak jitu, itu ditemukan disembunyikan di bawah dek atau geladak kapal, dengan kebanyakan dibungkus plastik warna hijau.

Banyaknya senjata yang disita bisa terlihat saat Angkatan Laut AS meletakkannya berjajar di geladak USS Monterey. Disebutkan bahwa Angkatan Laut AS menyita nyaris 3.000 senapan serbu buatan China tipe 56, varian dari Kalashnikov, kemudian ratusan senapan mesin kelas berat dan senapan penembak jitu, juga puluhan rudal anti-tank buatan Rusia yang canggih. Terdapat juga ratusan peluncuran granat roket dan teropong untuk senjata-senjata tersebut.

Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berbasis di Timur Tengah tidak menyebut asal senjata-senjata itu maupun tujuannya. "Setelah semua kargo ilegal dipindahkan, dhow itu dinilai kelayakannya, dan setelah ditanyai, para awaknya diberi makanan dan minuman sebelum dilepaskan," demikian pernyataan Armada ke-5 Angkatan Laut AS.

Namun seorang pejabat pertahanan AS, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan bahwa senjata-senjata itu menyerupai senjata untuk pemberontak Houthi yang pernah disita sebelumnya.

Berdasarkan wawancara dengan awak kapal dan materi yang diselidiki di atas kapal itu, menurut pejabat pertahanan AS itu, Angkatan Laut AS menetapkan kapal itu berasal dari Iran.

Penyitaan senjata ini terjadi saat AS dan negara-negara lainnya berupaya mengakhiri konflik di Yaman yang memicu bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Pengiriman persenjataan semacam ini, yang digambarkan cukup besar, menunjukkan bahwa konflik masih jauh dari usai.

Dalam konflik Yaman yang dimulai September 2014, pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan berupaya menguasai wilayah strategis lainnya. Arab Saudi bersama sekutu Arabnya melakukan intervensi mulai Maret 2015 untuk mendukung pemerintahan Yaman yang didukung secara internasional. Sementara Iran diketahui mendukung pemberontak Houthi, yang kerap melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Saudi.

Sejak tahun 2015, Dewan Keamanan PBB memberlakukan embargo senjata untuk pemberontak Houthi. Namun pakar PBB memperingatkan bahwa 'semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa individu atau entitas di Republik Islam Iran memasok sejumlah besar senjata dan komponen untuk Houthi'. [yy/news.detik]

 

 

Tags: Iran | Houthi | Amerika | Yaman | Saudi