23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Dianggap Samakan Pelajar China dengan Anjing, Kedubes AS Tuai Kecaman

Dianggap Samakan Pelajar China dengan Anjing, Kedubes AS Tuai Kecaman

Fiqhislam.com - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di China menuai kecaman setelah postingan terkait visa untuk pelajar di negari Tirai Bambu itu menjadi bumerang.

Misi diplomatik AS di China kembali membuka aplikasi visa pelajar setelah sempat dilarang oleh mantan Presiden Donald Trump akibat wabah virus Corona baru. Namun, pembukaan itu diawali dengan tidak baik setelah netizen menafsirkan cuitan Kedubes AS menyamakan siswa China dengan anjing.

Kejadian ini bermula saat akun Weibo, media sosial mirip Twitter, bagian visa kedutaan AS di China bertanya kepada para pelajar apa yang mereka tunggu setelah pemerintahan Presiden Joe Biden melonggarkan pembatasan.

"Musim semi telah tiba dan bunga-bunga bermekaran. Apakah kamu seperti anjing yang tidak sabar untuk keluar dan bermain?" kata postingan itu dalam bahasa Mandarin, yang disertai dengan video anak anjing yang bersemangat mencoba memanjat gerbang pengaman seperti dikutip dari Strait Times, Kamis (6/5/2021).

Alih-alih mendapatkan jawaban, postingan itu justru memantik kemarahan dari beberapa pengguna Weibo. Mereka merasa perbandingan tersebut tidak pantas. Postingan itu sendiri kemudian dihapus.

"Apakah ini humor (ala) Amerika? Saya yakin mereka sengaja melakukannya!" tulis salah satu pengguna.

"Anjing dalam budaya Amerika pada dasarnya memiliki arti positif, tetapi dalam budaya dan idiom China, mereka kebanyakan negatif," tulis pengguna lain. Yang lain menyindir bahwa "guru" siswa sekarang memanggil mereka kembali ke Amerika Serikat.

The Global Times, tabloid berbahasa Inggris yang dijalankan oleh Partai Komunis China, juga mengutip warganet yang mengatakan bahwa unggahan itu adalah "rasisme terang-terangan".

Kedutaan AS di Beijing tidak segera menanggapi permintaan komentar pada Kamis pagi terkait hal ini.

Ini bukan pertama kalinya pernyataan terkait hewan memicu reaksi keras di China.

Pada 2019, seorang ekonom senior dari UBS diberhentikan setelah komentar tentang babi di China dianggap oleh beberapa orang sebagai penghinaan rasial. Namun dia kemudian dipekerjakan kembali. [yy/sindonews]