fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

Erdogan Tekankan Turki Berupaya Lindungi Kedaulatan Libya

Erdogan Tekankan Turki Berupaya Lindungi Kedaulatan Libya

Fiqhislam.com - Melindungi kedaulatan Libya, integritas wilayah, persatuan politik, dan kesejahteraan rakyat Libya adalah di antara tujuan utama Turki. Demikian disampaikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (12/4) setelah bertemu dengan perdana menteri Pemerintah Persatuan Nasional Libya.

Presiden Recep Tayyip Erdogan menerima kunjungan Perdana Menteri Abdul Hamid Dbeibeh di Ankara untuk bertemu tatap muka sebelum keduanya menghadiri rapat Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi Turki-Libya.

Pada konferensi pers setelah pertemuan itu, Erdogan mengatakan, dukungan Turki untuk Libya membantu mencegah jatuhnya ibu kota Tripoli ke tangan pemberontak serta mencegah lebih banyak pembantaian dan membantu membangun kesepakatan gencatan senjata.

"Mereka yang berpihak pada pemberontak dan kudeta di Libya telah merampas legitimasi, hak, dan keadilan serta mendukung pembantaian itu," kata Erdogan merujuk pada konflik baru-baru ini di negara itu.

Erdogan mengatakan, Turki akan terus memberikan semua dukungan kepada Pemerintah Persatuan Nasional Libya, seperti yang diberikan kepada pemerintah yang sah sebelumnya. "Langkah-langkah telah diambil untuk mempercepat pengembalian [keberadaan] sektor swasta Turki di Libya," kata Presiden Erdogan.

Dia menambahkan bahwa Turki juga akan mengirimkan 150 ribu dosis vaksin Covid-19 ke Libya pada Selasa. Erdogan menekankan bahwa kesepakatan Turki-Libya tentang pakta maritim yang ditandatangani pada November 2019 lalu membantu mengamankan kepentingan nasional kedua negara.

Erdogan juga mendesak komunitas internasional untuk memberikan dukungan tulus kepada Libya yang akan mengadakan pemilu pada 24 Desember ini, sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pernyataan bersama

Pernyataan bersama Turki-Libya yang dirilis setelah pertemuan bilateral menegaskan pentingnya menjaga kedaulatan, kemerdekaan, integritas kawasan, dan persatuan politik di Libya. Pernyataan tersebut mengatakan bahwa satu-satunya struktur kepemimpinan yang sah di Libya adalah Dewan Presiden dan Pemerintah Persatuan Nasional yang dipilih melalui pemilihan.

Pernyataan itu juga menyatakan tekad terkoordinasi Libya untuk melakukan proses politik menuju pemilihan pada 24 Desember tahun ini.

Sikap bersama itu menekankan pentingnya kontribusi Turki bagi pembangunan dan pembuatan gencatan senjata permanen dan berkelanjutan di Libya.

Pernyataan itu juga menekankan pentingnya mengadakan konferensi regional untuk mendukung dialog dan kerja sama di Mediterania Timur untuk menjamin hak-hak kedua pihak.

Presiden Turki pada Senin menyambut perdana menteri Pemerintah Persatuan Nasional Libya dengan upacara resmi di ibu kota Ankara.

Erdogan dan delegasi senior Turki menyambut Dbeibeh dan delegasi tingkat tingginya di kompleks kepresidenan di Ankara.

Delegasi senior Libya termasuk lima wakil perdana menteri dan 14 menteri, serta Kepala Staf Militer Libya Muhammad Ali Ahmad al-Haddad.

Libya jatuh ke dalam kekacauan dan perang saudara setelah penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011. Turki lama mendukung upaya Pemerintah Persatuan Nasional untuk menyatukan negara.
Pada 5 Februari, delegasi Libya memilih Mohammad Menfi untuk memimpin tiga anggota Dewan Presiden dan perdana menteri baru negara itu. [yy/republika]

 

 

Tags: Erdogan | Turki | Libya | Mesir | Rusia