fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Partai Arab Islam Penentu Pemerintahan Baru Israel?

Partai Arab Islam Penentu Pemerintahan Baru Israel?

Fiqhislam.com - Pemillu Israel yang digelar keempat kalinya dalam dua tahun ini, dan belum berhasil memecah kebuntuan politik. Saat ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sedang menggali lebih dalam tentang trik politiknya.

Untuk mendulang suara mayoritas, Netanyahu membutuhkan dukungan dari pemimpin Partai Yamina, Naftali Bennett yang telah temuinya. Namun, bahkan dengan tujuh kursi Yamina, Netanyahu masih membutuhkan dua kursi lagi untuk bisa membentuk pemerintahan baru.

Karena itu, beberapa orang di blok agama sayap kanan Netanyahu telah menghibur pemerintah yang didukung partai Arab Islam Ra'am, yang telah berhasil mengamankan empat kursi di parleman Israel Knesset. Sekutu Netanyahu di partai sayap kanan Zionisme Keagamaan menolaknya, tetapi hal itu patut dipertimbangkan.

Apalagi, sekutu ultra-Ortodoks dari perdana menteri yang sedang menjabat telah mengatakan kepada Netanyahu bahwa mereka tidak akan ikut dengannya dalam pemilihan kelima jika dia gagal untuk membentuk koalisi dengan dukungan dari Ra’am. Partai Arab Islam ini menjadi penentu untuk membentuk pemerintahan baru Israel.

Berdasarkan Jajak pendapat luar biasa yang diterbitkan pada 4 April lalu bahwa 48 persen orang Israel sekarang ingin membentuk pemerintahan dengan dukungan dari partai-partai Arab.

Hal ini menunjukkan perasaan publik telah lebih dari dua kali lipat terhadap gagasan tersebut dibandingkan dengan 14 bulan yang lalu, ketika hanya 23 persen dari pemilih Yahudi yang mendukung gagasan tersebut.

Saat ini, Partai Islamis Ra'am sedang didekati kedua belah pihak. Menjelang pemilu baru-baru ini, Ra'am memisahkan diri dari Partai Joint List, sebuah aliansi partai-partai sayap kiri yang didominasi Arab yang telah lama mewakili komunitas Arab di Parlemen Israel, Knesset. [yy/republika]