25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Pangeran Hamzah Ditangkap, Ratu Noor: Kebenaran akan Menang

Pangeran Hamzah Ditangkap, Ratu Noor: Kebenaran akan Menang

Fiqhislam.com - Ratu Noor, yang merupakan ibu dari Pangeran Hamzah bin Hussein menyuarakan harapan bahwa kebenaran dan keadilan akan menang. Hal ini diungkapkan setelah putranya dituduh melakukan konsolidasi dengan pihak asing untuk merusak stabilitas Yordania.

"Kebenaran dan keadilan berlaku bagi semua korban yang tak bersalah dari fitnah jahat ini. Tuhan memberkati dan menjaga mereka agar tetap aman," ujar Ratu Noor, dilansir Anadolu Agency, Senin (5/4).

Pangeran Hamzah adalah saudara sedarah Raja Yordania, Abdullah. Dalam sebuah rekaman video, Pangeran Hamzah mengatakan bahwa dia telah ditempatkan di bawah tahanan rumah setelah kepala militer Yordania memintanya untuk menghentikan beberapa gerakan dan kegiatan yang mengganggu keamanan dan stabilitas negara.

Pangeran Hamzah mengatakan bahwa dirinya bukan bagian dari konspirasi asing. Dia juga mengecam sistem pemerintahan yang korup. Selama menjalani tahanan rumah dia tidak diizinkan untuk keluar dan berkomunikasi maupun bertemu dengan orang lain.

"Ini keadaan yang sangat menyedihkan dan tidak menguntungkan," ujar Pangeran Hamzah dalam rekaman video yang dikirim ke BBC oleh pengacaranya.

Wakil Perdana Menteri Yordania Ayman Safadi mengatakan, Pangeran Hamzah telah dipantau selama beberapa waktu terkait rencananya untuk mengguncang stabilitas negara. Safadi mengatakan, badan intelijen asing menghubungi istri Pangeran Hamzah dan mengatur penerbangan bagi pasangan tersebut untuk meninggalkan Yordania.

Safadi menambahkan, penyelidikan awal menunjukkan aktivitas dan gerakan yang secara langsung mempengaruhi keamanan dan stabilitas negara. "Penyelidikan awal menunjukkan aktivitas dan gerakan ini telah mencapai tahap yang secara langsung memengaruhi keamanan dan stabilitas negara, tetapi Yang Mulia memutuskan yang terbaik adalah berbicara langsung dengan Pangeran Hamzah, untuk menanganinya di dalam keluarga," ujar Safadi.

Menurut Safadi, antara 14 atau 16 orang telah ditangkap sehubungan dengan rencana tersebut. Saat ini keluarga kerajaan sedang beupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

Tapi Pangeran Hamzah tidak mau bekerja sama. Safadi mengatakan, pihak keamanan telah meminta mereka yang terlibat dalam rencana tersebut dirujuk ke pengadilan keamanan negara. “Ini adalah pelarian dari tradisi dan nilai-nilai keluarga Hashemite,” kata Safadi.

Penangkapan Pangeran Hamzah akan mengguncang citra Yordania sebagai negara paling stabil di Timur Tengah. Pangeran Hamzah diangkat sebagai putra mahkota pada 7 Februari 1999. Raja Abdullah mencopot Pangeran Hamzah dari posisinya sebagai pewaris takhta pada 2004 dan menggantikannya dengan putra tertua Raja Abdullah, Hussein bin Abdullah. Pangeran Hamzah adalah putra tertua mendiang Raja Hussein bin Talal dari istri terakhirnya. [yy/republika]