24 Rabiul-Akhir 1443  |  Senin 29 Nopember 2021

basmalah.png

Kuil Hindu-Kereta di Bangladesh Diserang Usai Kunjungan PM India

Kuil Hindu-Kereta di Bangladesh Diserang Usai Kunjungan PM India

Fiqhislam.com - Ratusan anggota kelompok Islam garis keras menyerang kuil-kuil Hindu dan sebuah kereta api di Bangladesh timur pada Minggu (28/3). Aksi serangan itu terjadi usai adanya kunjungan dari Perdana Menteri India Narendra Modi ke negara tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (28/3/2021) sedikitnya 10 pengunjuk rasa tewas dalam bentrokan dengan polisi selama aksi protes yang diorganisir oleh kelompok-kelompok Islam untuk menentang kunjungan pemimpin India itu. Sementara itu, kekerasan terus berkecamuk usai kepergian Modi.

Diketahui Modi tiba di Dhaka, pada hari Jumat (26/3) untuk memperingati 50 tahun hari kemerdekaan Bangladesh. Modi kembali pulang pada hari berikutnya, setelah memberi Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina sekitar 1,2 juta suntikan vaksin COVID-19.

Kelompok-kelompok Islam menuduh Modi mendiskriminasi minoritas Muslim di India.



Pada hari Jumat (26/3), puluhan orang terluka di ibukota Dhaka ketika polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke pengunjuk rasa. Ribuan aktivis Islam berbaris di jalan-jalan Chittagong dan Dhaka pada hari Sabtu (27/3) sebagai protes.

Pada hari Minggu (28/3), aktivis kelompok Hefazat-e-Islam menyerang sebuah kereta api di distrik timur Brahmanbaria, yang mengakibatkan sepuluh orang terluka.

"Mereka menyerang kereta dan merusak ruang mesin dan hampir semua gerbong," kata seorang pejabat polisi kepada Reuters tanpa menyebut identitas.

Para aktivis Islam diduga juga membakar dua bus di distrik barat Rajshahi.

Di wilayah Narayanganj, ratusan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi. Para pengunjuk rasa menggunakan kayu dan kantong pasir untuk memblokir jalan. Polisi pun membalasnya dengan serangan peluru karet dan gas air mata, menyebabkan puluhan orang terluka.

Protes yang dipicu oleh kunjungan Modi sejak itu berkobar menjadi demonstrasi yang lebih luas menentang pembunuhan polisi. Kelompok Hefazat-e-Islam memberlakukan mogok nasional pada hari Minggu (28/3).

"Polisi menembaki pendukung damai kami," kata sekretaris penyelenggara Hefazat-e-Islam Azizul Haque pada rapat umum di Chittagong pada hari Sabtu (27/3). "Kami tidak akan membiarkan darah saudara-saudara kami sia-sia." [yy/news.detik]