23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Pertama sejak Biden Jadi Presiden, AS Bantu Palestina Rp216 Miliar

Pertama sejak Biden Jadi Presiden, AS Bantu Palestina Rp216 Miliar

Fiqhislam.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS), untuk pertama kalinya sejak Joe Biden menjabat sebagai presiden, mengirim bantuan senilai USD15 juta atau lebih dari Rp216,3 miliar kepada Palestina.

Bantuan kemanusiaan itu terkait penanganan COVID-19 di Tepi Barat dan Gaza.

Paket tersebut itu menjadi pembuktian janji Biden yang akan mengembalikan bantuan keuangan kepada Palestina yang hampir seluruhnya dipotong oleh mantan presiden Donald Trump.

“Dengan bantuan ini, Badan Pembangunan Internasional AS mendukung upaya respons Catholic Relief Services’ COVID-19 di fasilitas perawatan kesehatan dan untuk keluarga rentan di Tepi Barat dan Gaza,” kata Duta Besar AS untuk PBB, Thomas-Greenfield dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB.

“Selain itu, bantuan ini akan mendukung program bantuan pangan darurat bagi masyarakat yang menghadapi rawan pangan, yang diperburuk oleh pandemi COVID-19," ujarnya.

Departemen Luar Negeri dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.com, Jumat (26/3/2021), juga mengonfirmasi bantuan untuk Palestina tersebut.

"Pemerintah AS dengan senang hati mengumumkan USD15 juta dalam bantuan kemanusiaan untuk Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) menyediakan dana ini untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang paling mendesak dan menyelamatkan jiwa di Tepi Barat dan Gaza," kata departemen tersebut.

Selain itu, hingga saat ini, Amerika Serikat telah memberikan kontribusi awal sebesar USD2 miliar kepada Gavi, aliansi vaksin global, untuk mendukung vaksinasi bagi orang-orang di seluruh dunia melalui COVAX Advanced Market Commitment.

Pada pertengahan Maret, Otoritas Palestina menerima batch pertama vaksin AstraZeneca dan Pfizer/BioNTech COVID-19 melalui COVAX AMC. Ini adalah bagian dari komitmen COVAX untuk menyediakan total 168.000 dosis vaksin AstraZeneca dan 37.440 Pfizer/BioNTech untuk Tepi Barat dan Gaza.

"Kerjasama global sangat penting untuk menghadapi ancaman zaman kita. Presiden Biden berkomitmen untuk bekerja dengan mitra kami pada COVID-19, prioritas keamanan nasional teratas," imbuh departemen tersebut. [yy/sindonews]