26 Rabiul-Akhir 1443  |  Rabu 01 Desember 2021

basmalah.png

Ikhwanul Muslimin Menerima Mediasi Turki dengan Mesir

Ikhwanul Muslimin Menerima Mediasi Turki dengan Mesir

Fiqhislam.com - Wakil Pembina Umum Ikhwanul Muslimin (IM) Ibrahim Munir mengatakan kelompoknya mempercayai Turki dan menerima upaya mediasinya dengan rezim Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi.

Sikap IM itu diungkapkan dalam laporan Anadolu.

“Turki dan kepemimpinan Turki menghormati para pengungsi politik dan kami yakin bahwa ini tidak akan pernah berubah karena Turki dapat dipercaya dan tidak melakukan manuver," ungkap Munir.

Munir mengatakan dia tidak menolak mediasi Turki antara kelompoknya dan rezim Mesir.

"Kami tidak menentang siapa pun yang mencari kebaikan untuk orang Mesir, tetapi orang Turki harus tahu bahwa ada banyak masalah,” papar dia.

Pada Jumat, Ayman Nour, tokoh oposisi Mesir yang diasingkan dan kepala stasiun televisi Al-Sharq yang terkait Ikhwanul Muslimin, mengatakan pihak berwenang telah meminta tiga saluran TV oposisi Mesir yang berbasis di Istanbul untuk melunakkan liputan kritis mereka terhadap pemerintah Mesir.

Saat ini Turki hendak memperbaiki hubungan yang rusak dengan Mesir, sesuai laporan VOA News.

Hubungan Turki dan Mesir memanas pada 2013 setelah tentara Mesir menggulingkan Presiden Mohammed Mursi dari Ikhwanul Muslimin. Mursi merupakan sekutu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Mesir sejak kudeta militer menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris, sementara Partai AK yang berakar Islam dari Erdogan mendukung pemerintahan Mursi yang berumur pendek. [yy/sindonews]