30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Disebut Biden Pembunuh, Ini Jawaban Vladimir Putin

Disebut Biden Pembunuh, Ini Jawaban Vladimir Putin

Fiqhislam.com - Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan dia dan Presiden Amerka Serikat (AS) Joe Biden, harus menggelar pembicaraan daring secara langsung dalam beberapa hari mendatang, Kamis (18/3). Ajakan ini terlontar setelah Biden mengatakan pemimpin Rusia itu sebagai pembunuh dan hubungan diplomatik tenggelam ke titik terendah baru pasca-Perang Dingin.

"Saya ingin menawarkan kepada Presiden Biden bahwa kami melanjutkan diskusi tetapi dengan syarat melakukannya secara langsung, daring, tanpa penundaan," kata Putin ketika ditanya dalam wawancara televisi tentang komentar Biden.

Putin mengatakan, terakhir kali berbicara dengan Biden melalui telepon atas permintaan presiden AS. Dia sekarang mengusulkan agar mereka melakukan percakapan lain, pada Jumat atau Senin (19 atau 22/3), yang akan diadakan melalui tautan video dan disiarkan langsung. Kedua pemimpin terakhir berbicara melalui telepon pada 26 Januari beberapa hari setelah Biden menjabat.

“Saya ingat di masa kecil saya, ketika kami bertengkar di halaman satu sama lain, kami biasa berkata, 'dia yang mengatakannya, melakukannya'. Dan itu bukan kebetulan, bukan hanya ucapan atau lelucon anak-anak. Makna psikologis di sini sangat dalam," kata Putin mengutip nyanyian taman bermain anak-anak Rusia untuk menanggapi tuduhan Biden.

Putin kemudian berbicara tentang sejarah AS. Ia berbicara tentang apa yang disebut sebagai genosida penduduk asli Amerika, perbudakan, dan perlakuan buruk terhadap orang kulit hitam. Dia pun menyoroti AS yang menjatuhkan bom atom di Jepang pada akhir Perang Dunia II.

“Mereka mengira kami seperti mereka, tetapi kami berbeda, kami memiliki kode genetik dan budaya-moral yang berbeda,” kata Putin.

Dalam wawancara ABC News yang disiarkan pada Rabu (16/3), Biden mendapatkan pertanyaan apakah Putin seorang pembunuh? Kemudian dia mengatakan tentu saja 'iya' sehingga mendorong Rusia untuk memanggil kembali duta besarnya untuk konsultasi, Biden.

Biden dengan cepat memperpanjang pakta senjata nuklir dengan Rusia setelah menjabat. Namun, pemerintahannya mengatakan akan mengambil jalur yang lebih keras dengan Moskow daripada yang dilakukan Washington selama masa jabatan Donald Trump, dan hanya terlibat jika ada manfaat nyata bagi negara itu.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, sehari berikutnya mengatakan, Biden tidak menyesal menyebut Putin sebagai pembunuh. Dia pun menepis pertanyaan tentang permintaan Putin untuk segera dihubungi di depan umum.

“Saya akan mengatakan presiden sudah melakukan percakapan dengan Presiden Putin, meskipun ada lebih banyak pemimpin dunia yang belum dia temui,” kata Psaki menekanakan Biden akan berada di Georgia pada Jumat dan cukup sibuk. [yy/republika]

 

 

Tags: Biden | Putin | Amerika | Rusia | Nuklir