25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Inggris Dilaporkan Selidiki Istri Assad atas Tuduhan Kejahatan Perang

Inggris Dilaporkan Selidiki Istri Assad atas Tuduhan Kejahatan Perang

Fiqhislam.com - Layanan Polisi Metropolitan London dilaporkan telah meluncurkan penyelidikan awal terhadap Asma Assad. Istri dari Bashar al-Assad diselidiki atas tuduhan menghasut dan mendorong tindakan teroris selama konflik sipil yang didukung pihak luar negeri selama satu dekade di Suriah.

Asma lahir di Inggris dari orang tua Suriah dan memiliki kewarganegaraan Suriah, dan Inggris. Sejak 2012, Dia berada di bawah sanksi Uni Eropa (UE) dan meskipun perjalanannya ke Eropadibatasi, dia tetap dapat mengunjungi negara kelahirannya.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa Met’s War Crimes Unit, bagian dari Komando Kontra Terorisme, menerima rujukan pada 31 Juli 2020 terkait dengan konflik Suriah yang sedang berlangsung. Rujukan sedang dalam proses penilaian oleh petugas dari Unit Kejahatan Perang,” kata juru bicara polisi dalam sebuah pernyataan.

Menurut laporan Sunday Times, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/3/2021), pihak yang melaporkan Asma adalah kelompok advokasi hukum Guernica 37. Kelompok itu menilai Asma sebagai salah satu dari beberapa aktor berpengaruh yang mendorong kejahatan perang" di Suriah.

Guernica 37 adalah kelompok, yang menggambarkan dirinya sebagai inisiatif internasional yang mempertemukan litigator berpengalaman, penyelidik dan profesional lainnya yang bekerja untuk membawa pelaku kejahatan internasional dan pelanggaran berat HAM ke pengadilan. Kelompok itu memiliki kantor di London, Madrid dan San Francisco.

Kelompok advokasi itu mengkonfirmasi bahwa mereka telah menyerahkan dua pengajuan dan bukti rahasia kepada Polisi Metropolitan mengenai Asma dan mengatakan pihaknya menyambut baik keputusan mereka untuk menyelidikinya.

Mereka menuduh pemerintah Suriah terlibat dalam kampanye "sistematis" pembunuhan di luar hukum dan penahanan sewenang-wenang terhadap ratusan ribu warga sipil Suriah.

Guernica 37 mengklasifikasikan tindakan tersebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, serta kejahatan perang, penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya.

Menurut Sunday Times,penyelidikan pada akhirnya dapat menyebabkan Asma kehilangan kewarganegaraan Inggrisnya, atau bahkan menghadapi tuntutan pidana. Tetapi, Sunday Timesberspekulasi bahwa Asma tidak mungkin muncul di Inggris untuk menghadiri persidangan.

Diduga pihak berwenang Inggris mungkin mencoba menyerangnya dengan pemberitahuan merah Interpol untuk mencegahnya bepergian ke luar Suriah. [yy/sindonews]

 

 

Tags: Assad | Suriah