27 Rabiul-Akhir 1443  |  Kamis 02 Desember 2021

basmalah.png

Uni Eropa Resmi Deklarasikan Zona Kebebasan LGBT

Uni Eropa Resmi Deklarasikan Zona Kebebasan LGBT

Fiqhislam.com - Parlemen Eropa mendeklarasikan seluruh wilayah Uni Eropa (UE) adalah "Zona Kebebasan LGBTIQ".

Resolusi simbolis itu disahkan sebagai tanggapan atas otoritas lokal di Polandia yang menyebut diri mereka sebagai "zona bebas ideologi LGBT" dalam beberapa tahun terakhir.

Polandia juga berencana menutup celah yang memungkinkan pasangan sesama jenis untuk mengadopsi anak.

Pemerintah Polandia mengumumkan proposal untuk larangan adopsi itu hanya beberapa jam sebelum deklarasi Parlemen Eropa untuk mendukung hak-hak LGBT.

Hubungan sesama jenis tidak diakui secara hukum di Polandia, dan negara tersebut sudah melarang pasangan sesama jenis mengadopsi anak bersama.

Namun, karena orang lajang diizinkan mengadopsi anak, beberapa orang berhasil menyiasati larangan tersebut dengan mengajukan permohonan untuk mengadopsi anak sebagai orang tua tunggal.

Sesuai undang-undang baru, pihak berwenang akan diminta melakukan pemeriksaan latar belakang pada siapa pun yang mengajukan mengadopsi anak sebagai orang tua tunggal.

Jika seseorang diketahui melamar sebagai orang tua tunggal ketika mereka berada dalam hubungan sesama jenis, mereka akan dikenakan gugatan pidana.

Mengumumkan rencana baru tersebut, Wakil Menteri Kehakiman Polandia Michal Wojcik mengatakan, "Kami sedang mempersiapkan perubahan di mana orang yang hidup bersama dengan sesama jenis tidak dapat mengadopsi anak, sehingga pasangan homoseksual tidak dapat mengadopsi anak."

Resolusi Parlemen Eropa tersebut menyatakan, "LGBTIQ di manapun di Uni Eropa harus menikmati kebebasan untuk hidup dan secara terbuka menunjukkan orientasi seksual serta identitas gender mereka tanpa takut akan intoleransi, diskriminasi atau penganiayaan."

Parlemen Eropa menambahkan, "Otoritas di semua tingkat pemerintahan di seluruh UE harus melindungi dan mempromosikan kesetaraan dan hak-hak dasar semua, termasuk orang-orang LGBTIQ.”

Resolusi tersebut didukung 492 anggota parlemen, sementara 141 orang lainnya menolak dan 46 anggota abstain.

Anggota Parlemen Jerman Terry Reintke, salah satu orang yang mendukung resolusi tersebut, memuji "mayoritas besar" yang mendukungnya.

"Mari kita gunakan. Mari kita taruh dalam aksi politik konkret: hukum yang lebih baik, penegakan hukum yang lebih baik, perlindungan yang lebih baik. Bersama-sama kita bisa melakukannya," tweet dia setelah pemungutan suara. [yy/sindonews]

 

 

Tags: LGBT | Gay | Lesbian | Transgender