27 Dzulhijjah 1442  |  Jumat 06 Agustus 2021

basmalah.png

Netanyahu Mengaku Beda Pandangan dengan Biden

Netanyahu Mengaku Beda Pandangan dengan Biden

Fiqhislam.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada Senin (15/2), mengakui perbedaan dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, atas masalah Iran dan Palestina. Meski ada perbedaan, dia yakin bersama Biden, mereka memiliki hubungan kerja yang sangat kuat.

"Kami juga memiliki banyak hal yang kami sepakati dan aliansi sangat kuat. Tapi ada juga perbedaan, tentang masalah Iran dan masalah Palestina juga," kata Netanyahu.

Netanyahu menepis anggapan bahwa Biden sengaja mengecualikannya. Gedung Putih beberapa hari sebelumnya membantah bahwa Biden 'menghina' Netanyahu dengan tidak memasukkannya sejauh ini dalam panggilan telepon awal kepada para pemimpin asing sejak menjabat pada 20 Januari.

"Dia akan menelepon ... Kami telah memiliki hubungan persahabatan yang sangat kuat selama hampir 40 tahun, sejak saya datang ke Washington sebagai perwakilan diplomat Israel dan dia adalah senator muda dari Delaware," ujar Netanyahu kepada saluran televisi Channel 12.

Netanyahu mungkin menemukan aliansi itu diuji jika AS memulihkan partisipasi dalam kesepakatan nuklir Iran dan menentang pembangunan permukiman Israel di tanah tempat Palestina mencari status kenegaraan. Kedua hal tersebut adalah masalah yang menjadi perhatian Donald Trump dalam mendukung Israel.

Ada spekulasi bahwa presiden Demokrat mungkin menandakan ketidaksenangan atas hubungan dekat Netanyahu dengan mantan Presiden Trump. Presiden sebelumnya itu menelepon pemimpin sayap kanan Israel dua hari setelah pelantikannya pada 2017.

Gedung Putih mengatakan Biden dan Netanyahu akan segera berbicara. Hanya saja belum ada tanggal pasti yang ditetapkan untuk pembicaraan antara kedua kepala pemerintahan itu. [yy/republika]