23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Pemberontak Houthi Kembali Serang Kota Yaman, 20 Orang Tewas, 28 Luka

Pemberontak Houthi Kembali Serang Kota Yaman, 20 Orang Tewas, 28 Luka

Fiqhislam.com - Kelompok pemberontak Houthi di Yaman melanjutkan serangan untuk merebut benteng terakhir pemerintah di Marib, Yaman utara. Akibatnya, puluhan orang menjadi korban atas serangan itu.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/2/2021) bentrokan antara pasukan pro-pemerintah - yang didukung oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi - dan Houthi terjadi setelah selama berminggu-minggu relatif tenang.

Seorang sumber pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa Houthi membawa bala bantuan untuk melakukan serangan.

"Pertempuran terjadi di sekitar 10 kilometer (enam mil) barat Marib," kata sumber itu kepada AFP tanpa menyebut nama.

"Sedikitnya 20 petempur pemerintah tewas dan 28 lainnya luka-luka," katanya, seraya menambahkan bahwa banyak kelompok Houthi juga yang tewas tapi tidak ada jumlah akurat yang dilaporkan.

Sejak 2014, Houthi menguasai ibu kota Yaman, Sanaa yang terletak hanya 120 kilometer (75 mil) dari Marib, dan melakukan kampanye sengit dengan pemerintah untuk merebut Marib.

Dalam waktu 24 jam terakhir, pasukan pemerintah menangkis lima serangan, sehari setelah tiga petempur pro-pemerintah tewas dan empat lainnya cedera dalam serangan rudal di kamp mereka di Marib.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pada hari Jumat (5/2) bahwa pihaknya secara resmi telah memberi tahu Kongres tentang keputusan untuk mencabut Houthi dari daftar teroris.

Langkah penghapusan tersebut dilakukan sehari setelah Presiden Joe Biden, mengumumkan diakhirinya dukungan AS untuk operasi ofensif yang dipimpin Saudi di Yaman.

Kelompok-kelompok kemanusiaan mengatakan bahwa mereka tidak punya pilihan selain berurusan dengan Houthi, yang merupakan pemerintah de facto di sebagian besar wilayah Yaman termasuk Sanaa, dan bahwa penetapan Houthi sebagai teroris akan menempatkan mereka pada risiko tuntutan hukum di Amerika Serikat.

Arab Saudi telah memimpin koalisi militer sejak 2015 untuk memerangi Houthi di Yaman dalam perang, yang menurut PBB mengakibatkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. [yy/news.detik]

 

Tags: Houthi | Yaman | Arab Saudi