pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


5 Dzulqa'dah 1442  |  Selasa 15 Juni 2021

10 Juta Anak Afghanistan di Ambang Kelaparan

10 Juta Anak Afghanistan di Ambang Kelaparan

Fiqhislam.com - Organisasi kemanusian Save the Children melaporkan, sekitar 10 juta anak di Afghanistan berisiko tidak memiliki cukup makanan untuk dikonsumsi pada 2021, Selasa (19/1). Lembaga itu menyerukan miliaran dana baru untuk bantuan negara yang sedang mengalami perang berkepanjangan ini.

Direktur Save the Children Afghanistan, Chris Nyamandi, mengatakan, penderitaan rakyat Afghanistan akan sangat terancam oleh dana kemanusiaan yang tidak memadai yang dijanjikan oleh negara-negara kaya pada konferensi di Jenewa pada November. "Bantuan ke Afghanistan telah turun secara mengkhawatirkan pada saat kebutuhan kemanusiaan meningkat. Kami sekarang berada dalam posisi tidak berkelanjutan di mana bantuan jauh dari apa yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Lebih dari 18 juta warga Afghanistan, termasuk 9,7 juta anak-anak, sangat membutuhkan dukungan untuk menyelamatkan nyawa, termasuk makanan. Kelompok tersebut meminta sumbangan 3 miliar dolar AS untuk membayar bantuan pada 2021.

Nyamandi mengatakan warga Afghanistan menderita di bawah kombinasi konflik kekerasan, kemiskinan, dan pandemi virus Covid-19. "Ini adalah situasi yang sangat buruk yang membutuhkan perhatian segera dari komunitas internasional," katanya.

Putaran terakhir pembicaraan damai antara Taliban dan negosiator pemerintah Afghanistan yang dimulai awal bulan ini di Qatar. Hanya saja, upaya ini lambat membuahkan hasil karena kekhawatiran atas lonjakan kekerasan baru-baru ini di Afghanistan.

Pandemi juga berdampak buruk pada jutaan keluarga Afghanistan. Pada 2020, Bank Dunia memperkirakan bahwa pandemi tersebut telah sangat mengganggu impor, termasuk barang-barang kebutuhan rumah tangga, sehingga menyebabkan inflasi yang cepat. Ketegangan kesehatan dan ekonomi tambahan dari pandemi telah memperdalam dampak kemanusiaan di seluruh negeri.

Banyak orang Afghanistan juga menyalahkan korupsi pemerintah yang tak terkendali dan pelanggaran hukum atas ekonomi negara yang buruk. Juru bicara sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Stephane Dujarric, mengatakan, lembaga tersebut dan mitra kemanusiaannya akan mencari bantuan 1,3 miliar dolar AS untuk 16 juta warga Afghanistan yang membutuhkan tahun ini. Jumlah tersebut naik dari sekitar 2,3 juta orang tahun lalu yang membutuhkan bantuan penyelamatan hidup.

"Terjadi peningkatan besar dalam jumlah orang yang membutuhkan bantuan," kata Nyamandi.

Nyamandi mengatakan, konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun tidak akan segera berakhir, jutaan orang akan terus menderita. "Ini sangat berat bagi anak-anak, banyak di antaranya tidak tahu apa-apa selain kekerasan," katanya.

Menurut PBB, hampir 6.000 orang meninggal dunia atau terluka dalam pertempuran di Afghanistan antara Januari dan September tahun lalu. Kekerasan terus memaksa ratusan ribu orang meninggalkan rumah mereka setiap tahun dan membatasi akses orang ke sumber daya termasuk rumah sakit dan klinik.

Dalam laporan Save the Children pada Desember, kelompok itu mengatakan lebih dari 300.000 anak-anak Afghanistan menghadapi kondisi musim dingin yang membekukan. Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit dan kematian tanpa pakaian musim dingin yang layak dan pemanas.

Organisasi tersebut memberikan perlengkapan musim dingin kepada lebih dari 100.000 keluarga di 12 dari 34 provinsi Afghanistan. Perlengkapan tersebut termasuk bahan bakar dan pemanas, selimut dan pakaian musim dingin, termasuk mantel, kaus kaki, sepatu dan topi. [yy/republika]