30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Tentara Israel Culik 20 Warga Palestina di Tepi Barat

tentara israel

Fiqhislam.com - Tentara Israel menculik 20 warga Palestina dari beberapa bagian Tepi Barat yang diduduki, Ahad (3/1) waktu setempat. Kebanyakan dari mereka berasal dari Desa Deir Nitham, utara Kota Ramallah di Tepi Barat tengah.

Sebelum menculik, seperti dalam laporan yang dilansir di IMEMC News, Senin (4/1), tentara Israel menyerbu dan menggeledah puluhan rumah. Orang-orang Palestina yang menjadi tawanan dari Deir Nitham diculik setelah seorang pemukim Israel terluka di dekat desa tersebut.

Sumber media di Ramallah melaporkan, banyak jip tentara menyerbu desa, sebelum tentara melakukan penggeledahan rumah secara ekstensif dan kejam, dan menculik lima belas orang Palestina. Tentara Israel juga menginterogasi puluhan remaja dan pemuda Palestina selama beberapa jam sambil memeriksa KTP mereka, dan menyerang banyak dari mereka dengan tongkat.

Tentara Israel mengatakan, seorang wanita pemukim Israel berusia 30 tahun menderita luka serius di kepalanya, setelah batu dilemparkan ke mobilnya di Route 465, dekat Deir Nitham, dekat dengan koloni ilegal Halamish. Wanita itu dilarikan oleh petugas medis Magen Admon Israel ke Rumah Sakit Sheba, di Tel HaShomer.

Deir Nitham telah menjadi sasaran invasi dan pelanggaran terus-menerus oleh tentara dan penjajah ilegal, yang tinggal di Halamish, dan terus-menerus mencoba untuk secara ilegal mencaplok tanah Palestina untuk memperluasnya, selain mencoba menyita satu-satunya mata air desa.

Di Jenin, di Tepi Barat bagian utara, tentara menculik Yazan dan saudaranya Islam Kamel Abu Shamla, dari rumah mereka di kota Ya'bad, sebelah barat kota, setelah menyerbu rumah mereka dan menggeledahnya.

Tentara juga menyerbu kota Jaba, selatan Jenin, menggeledah rumah dan menculik Ahmad Mohammad Alawna dari rumahnya, selain menembakkan bom gas dan granat gegar otak ke arah pengunjuk rasa Palestina. Di Yerusalem yang diduduki, tentara menculik Yasser Darwish, seorang anggota dewan regional gerakan Fateh, dari rumahnya di kota al-'Isawiya, di utara kota.

Bulan lalu, tentara mengeluarkan perintah yang membatasi pergerakan Darwish selama enam bulan, setelah dia diinterogasi selama beberapa jam dan diperintahkan untuk membayar denda 3000 Shekel, untuk aktivitas politiknya di Yerusalem.

Di kota Hebron, di Tepi Barat selatan, tentara menculik Tareq Anwar Ed'eis, dari rumahnya di daerah al-Hawouz. Tentara juga menyerbu kamp pengungsi al-Fawwar, selatan Hebron, dan menembakkan banyak bom gas ke penduduk di gang-gang dan rumah mereka.

Selain itu, tentara memasang penghalang jalan militer di jalan-jalan utama kota Tarqoumia dan Sa'ir, dekat Hebron, sebelum berhenti dan menggeledah puluhan mobil, dan menginterogasi banyak orang Palestina sambil memeriksa KTP mereka. [yy/republika]

 

tentara israel

Fiqhislam.com - Tentara Israel menculik 20 warga Palestina dari beberapa bagian Tepi Barat yang diduduki, Ahad (3/1) waktu setempat. Kebanyakan dari mereka berasal dari Desa Deir Nitham, utara Kota Ramallah di Tepi Barat tengah.

Sebelum menculik, seperti dalam laporan yang dilansir di IMEMC News, Senin (4/1), tentara Israel menyerbu dan menggeledah puluhan rumah. Orang-orang Palestina yang menjadi tawanan dari Deir Nitham diculik setelah seorang pemukim Israel terluka di dekat desa tersebut.

Sumber media di Ramallah melaporkan, banyak jip tentara menyerbu desa, sebelum tentara melakukan penggeledahan rumah secara ekstensif dan kejam, dan menculik lima belas orang Palestina. Tentara Israel juga menginterogasi puluhan remaja dan pemuda Palestina selama beberapa jam sambil memeriksa KTP mereka, dan menyerang banyak dari mereka dengan tongkat.

Tentara Israel mengatakan, seorang wanita pemukim Israel berusia 30 tahun menderita luka serius di kepalanya, setelah batu dilemparkan ke mobilnya di Route 465, dekat Deir Nitham, dekat dengan koloni ilegal Halamish. Wanita itu dilarikan oleh petugas medis Magen Admon Israel ke Rumah Sakit Sheba, di Tel HaShomer.

Deir Nitham telah menjadi sasaran invasi dan pelanggaran terus-menerus oleh tentara dan penjajah ilegal, yang tinggal di Halamish, dan terus-menerus mencoba untuk secara ilegal mencaplok tanah Palestina untuk memperluasnya, selain mencoba menyita satu-satunya mata air desa.

Di Jenin, di Tepi Barat bagian utara, tentara menculik Yazan dan saudaranya Islam Kamel Abu Shamla, dari rumah mereka di kota Ya'bad, sebelah barat kota, setelah menyerbu rumah mereka dan menggeledahnya.

Tentara juga menyerbu kota Jaba, selatan Jenin, menggeledah rumah dan menculik Ahmad Mohammad Alawna dari rumahnya, selain menembakkan bom gas dan granat gegar otak ke arah pengunjuk rasa Palestina. Di Yerusalem yang diduduki, tentara menculik Yasser Darwish, seorang anggota dewan regional gerakan Fateh, dari rumahnya di kota al-'Isawiya, di utara kota.

Bulan lalu, tentara mengeluarkan perintah yang membatasi pergerakan Darwish selama enam bulan, setelah dia diinterogasi selama beberapa jam dan diperintahkan untuk membayar denda 3000 Shekel, untuk aktivitas politiknya di Yerusalem.

Di kota Hebron, di Tepi Barat selatan, tentara menculik Tareq Anwar Ed'eis, dari rumahnya di daerah al-Hawouz. Tentara juga menyerbu kamp pengungsi al-Fawwar, selatan Hebron, dan menembakkan banyak bom gas ke penduduk di gang-gang dan rumah mereka.

Selain itu, tentara memasang penghalang jalan militer di jalan-jalan utama kota Tarqoumia dan Sa'ir, dekat Hebron, sebelum berhenti dan menggeledah puluhan mobil, dan menginterogasi banyak orang Palestina sambil memeriksa KTP mereka. [yy/republika]

 

Serang Kapal Nelayan

AL Israel Serang Kapal Nelayan Palestina di Gaza


Fiqhislam.com - Kapal Angkatan Laut (AL) Israel melepaskan tembakan ke kapal nelayan Palestina di perairan teritorial Gaza, di bagian selatan dan utara wilayah pesisir, Ahad (3/1). Hal ini diketahui sebagaimana laporan koordinator Sindikat Nelayan setempat, Zakariya Bakr, dilansir di IMEMC News, Senin (4/1).

Bakr melaporkan angkatan laut itu menembakkan peluru tajam dan suar ke para nelayan dan perahu mereka. Jaraknya hampir enam mil laut dari pantai Rafah, di Jalur Gaza selatan. Selain itu, angkatan laut Israel juga menembakkan rentetan peluru tajam dan suar ke nelayan.

Jarak tembakan tersebut hanya empat mil laut dari pantai kota Beit Lahia, di Gaza utara. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan harta benda, dan memaksa para nelayan kembali ke pantai tanpa bisa menangkap ikan dan menafkahi keluarganya.

Tak hanya itu, angkatan laut Mesir juga menangkap tiga nelayan Palestina, yang diidentifikasi sebagai Mohammad Adel Bardaweel, Nader Abu Shallouf, dan Mahmoud al-Sa'idny, di dekat Rafah.

Peristiwa penyerangan terhadap kapal nelayan Palestina ini bukan pertama kali. Pada 2019 lalu, pasukan angkatan laut Israel juga pernah menahan tiga nelayan Palestina di lepas pantai Jalur Gaza yang diblokade. Kepala serikat nelayan Gaza, Nizar Ayyash, menuturkan, kapal perang Israel memulai penahanan tersebut dengan menembaki kapal nelayan Palestina di sebelah barat Kota Gaza dan menangkap tiga nelayan. Padahal diperkirakan 50 ribu warga Gaza mencari nafkah melalui penangkapan ikan.

Penyebab penangkapan masih belum jelas dan militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi. Jumat lalu, pihak berwenang Israel mengizinkan para nelayan Gaza untuk melanjutkan penangkapan ikan setelah absen selama seminggu setelah meningkatnya eskalasi militer antara Israel dan faksi-faksi perlawanan yang berbasis di Gaza.

Peristiwa yang merugikan nelayan Palestina ini bukan pertama kali. Pada 19 April lalu, pasukan angkatan laut Israel menembaki kapal-kapal nelayan Palestina di Jalur Gaza. Nelayan-nelayan Palestina itu ditembaki di lepas pantai kota Khan Younis dan Rafah di Jalur Gaza selatan. [yy/republika]