fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


7 Ramadhan 1442  |  Senin 19 April 2021

Turki: Hubungan dengan Rusia Bukan Alternatif Saingi NATO

Turki: Hubungan dengan Rusia Bukan Alternatif Saingi NATO

Fiqhislam.com - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan, hubungan Turki dengan Rusia bukan alternatif untuk menandingi NATO dan Uni Eropa. Hal ini ia sampaikan Selasa (29/12) dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Rusia.

Pernyataan ini disampaikan setelah Amerika Serikat (AS) sebagai anggota NATO memberikan sanksi pada Turki karena membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia. Uni Eropa juga tengah mempersiapkan sanksi bagi Ankara atas sengketa perairan Mediterania dengan Yunani dan Siprus.

Sebelumnya Rabu (28/12) kemarin Cavusoglu mengatakan kunjungannya ke Rusia untuk mengevaluasi semua dimensi hubungan bilateral Turki-Rusia. Cavusoglu menegaskan Turki memiliki hubungan yang kuat dengan Rusia walaupun ada perbedaan pandangan di sejumlah isu regional.

"Kami berbeda mengenai kamp-kamp di Suriah, tapi kami melanjutkan kerja sama dalam Astana Process melalui rapat-rapat Komite Konstitusional, di saat yang sama kami menjaga perdamaian di lapangan," katanya, seperti dikutip Hurriyet Daily.

Cavusoglu juga mengatakan dalam pertemuan yang digelar di Sochi itu ia akan membahas perkembangan di Nagorno-Karabakh dan Libya. Pertemuan kerja sama Turki-Rusia ini dinamakan Joint Strategic Planning Group Meeting.

"Di Joint Strategic Planning Group Meeting yang diketuai kedua Menteri Luar Negeri, kedua belah pihak akan saling tukar pandangan secara komprehensif mengenai hubungan bilateral serta perkembangan regional dan internasional," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam rilis mereka, Ahad (28/12) kemarin.

Kementerian Luar Negeri juga mengatakan Konsultasi antara kedua menteri luar negeri yang dijadwalkan dari tahun 2021 hingga 2022 akan ditandatangani di akhir pertemuan tersebut. Pekan lalu juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova mengumumkan pertemuan antara dua menteri luar negeri.

"(Pertemuan itu) akan fokus dalam rencana pembangunan pusat pemantauan gencatan senjata dan semua operasi militer di zona konflik Nagorno-Karabakh milik Turki-Rusia," katanya. [yy/republika]

 

Tags: Turki | Rusia | NATO