26 Dzulhijjah 1442  |  Kamis 05 Agustus 2021

basmalah.png

Saudi Punya Peran Kunci untuk Bangun Kembali Afghanistan

Saudi Punya Peran Kunci untuk Bangun Kembali Afghanistan

Fiqhislam.com - Mantan Presidrn Afganistan Hamid Karzai menilai, Arab Saudi memiliki peran kunci dalam membangun kembali Afghanistan setelah hampir 20 tahun perang. Arab Saudi kata Karzai, adalah saudara dan teman baik bagi negaranya.

“Orang-orang Afghanistan memperlakukan Arab Saudi sebagai kakak laki-laki dengan rasa hormat yang sangat besar, dan memiliki cinta untuk Arab Saudi. Ini jelas memiliki peran dalam perdamaian dan rekonstruksi Afghanistan," kata Hamid Karzai, dilansir dari Arab News, Rabu (23/12).

Karzai memperingatkan bahwa penarikan pasukan internasional sebelum kesepakatan damai ditandatangani oleh Taliban dan pemerintah Kabul akan membawa Afghanistan ke dalam kekacauan.

Penarikan pasukan pimpinan AS pada Mei 2021 adalah bagian dari kesepakatan antara Washington dan Taliban pada Februari, yang membawa para militan ke meja perundingan dengan pemerintah Kabul untuk mencapai gencatan senjata permanen dan pemerintahan pembagian kekuasaan.

"Penarikan yang tergesa-gesa tanpa tercapainya perdamaian, tanpa pembicaraan yang menghasilkan perdamaian, pasti akan menimbulkan lebih banyak kekacauan dan ketidakpastian," kata Karzai.

“Kami tidak menginginkan itu. Kami ingin AS menyelesaikan proses perdamaian yang telah dimulai, untuk mewujudkannya. Kami ingin stabilitas di Afghanistan," ungkapnya lagi.

Di hari-hari terakhirnya menjabat pada 2013 lalu, Karzai menyalahkan kehadiran militer AS di Afghanistan karena memicu ekstremisme, milisi, dan korban sipil, dan menolak untuk menandatangani kemitraan keamanan strategis pada tahun 2013 untuk memungkinkan pasukan NATO yang dipimpin Amerika tetap berada di negara itu. Namun sekarang, dia mengakui peran AS dalam proses perdamaian.

"Saya melihat ketulusan dalam upaya AS untuk membawa beberapa bentuk stabilitas ke Afghanistan, yang disambut baik dan apa yang kami inginkan," katanya.

Setelah kesepakatan Februari, pembicaraan damai intra-Afghanistan dimulai pada September. Karzai telah memainkan peran yang berpengaruh, tetap berhubungan dengan para pemimpin Taliban sambil menikmati dukungan dari berbagai kelompok etnis dan pemimpin faksi di Afghanistan.

“Sebagai anak dari tanah ini, kami dan Taliban harus menyadari bahwa kami harus hidup bersama dan bekerja sama serta melindungi negara kami. Tidak sulit; Gampang kalau kita lepas dari kendali orang lain,” ujarnya. [yy/ihram]