14 Jumadil-Akhir 1443  |  Senin 17 Januari 2022

basmalah.png

BERITA INTERNASIONAL

Tiga Roket Katyusha Hujani Kedutaan AS di Irak

Tiga Roket Katyusha Hujani Kedutaan AS di Irak

Fiqhislam.com - Setidaknya tiga roket Katyusha telah menargetkan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di kawasan Zona Hijau (Green Zone), Baghdad, Irak , pada Minggu. Serangan ini menjelang setahun pembunuhan jenderal top Iran, Qassem Soleimani, oleh drone Amerika di Baghdad.

Sumber keamanan setempat yang dikutip Al Arabiya mengatakan roket-roket yang menghujani kedutaan itu diintersepsi oleh sistem pertahanan anti-rudal Amerika. Menurut sumber tersebut, semua roket jatuh di dalam area Zona Hijau.

"Pasukan keamanan Irak saat ini mencari peluncur rudal yang digunakan di sekitar kedutaan AS di Baghdad," kata koresponden Al Arabiya di Baghdad, Majid Hamid, semalam (20/12/2020).

Penjagaan keamanan telah diberlakukan di sekitar Kedutaan Besar AS di Baghdad setelah serangan itu.

Sedangkan militer Irak mengatakan bahwa "kelompok penjahat" yang menembakkan roket-roket ke Zona Hijau yang dijaga ketat di Baghdad pada hari Minggu.

Menurut militer Irak, roket-roket itu menghantam kompleks perumahan di dalam Zona Hijau, merusak gedung dan mobil tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

Kedutaan Besar AS di Baghdad mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa roket yang menargetkan Zona Hijau mengakibatkan keterlibatan sistem pertahanan kedutaan.

“Ada beberapa kerusakan ringan di kompleks Kedutaan tetapi tidak ada korban luka atau korban. Kami telah menerima laporan kerusakan pada daerah pemukiman di dekat Kedutaan Besar AS dan mungkin beberapa luka pada warga sipil Irak yang tidak bersalah," bunyi pernyataan kedutaan tersebut.

"Seperti yang telah kami katakan berkali-kali, serangan semacam ini terhadap fasilitas diplomatik merupakan pelanggaran hukum internasional dan merupakan serangan langsung terhadap kedaulatan pemerintah Irak. Kami menyerukan kepada semua pemimpin politik dan pemerintah Irak untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah serangan semacam itu dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab," imbuh kedutaan. [yy/sindonews]

 

Tiga Roket Katyusha Hujani Kedutaan AS di Irak

Fiqhislam.com - Setidaknya tiga roket Katyusha telah menargetkan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di kawasan Zona Hijau (Green Zone), Baghdad, Irak , pada Minggu. Serangan ini menjelang setahun pembunuhan jenderal top Iran, Qassem Soleimani, oleh drone Amerika di Baghdad.

Sumber keamanan setempat yang dikutip Al Arabiya mengatakan roket-roket yang menghujani kedutaan itu diintersepsi oleh sistem pertahanan anti-rudal Amerika. Menurut sumber tersebut, semua roket jatuh di dalam area Zona Hijau.

"Pasukan keamanan Irak saat ini mencari peluncur rudal yang digunakan di sekitar kedutaan AS di Baghdad," kata koresponden Al Arabiya di Baghdad, Majid Hamid, semalam (20/12/2020).

Penjagaan keamanan telah diberlakukan di sekitar Kedutaan Besar AS di Baghdad setelah serangan itu.

Sedangkan militer Irak mengatakan bahwa "kelompok penjahat" yang menembakkan roket-roket ke Zona Hijau yang dijaga ketat di Baghdad pada hari Minggu.

Menurut militer Irak, roket-roket itu menghantam kompleks perumahan di dalam Zona Hijau, merusak gedung dan mobil tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

Kedutaan Besar AS di Baghdad mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa roket yang menargetkan Zona Hijau mengakibatkan keterlibatan sistem pertahanan kedutaan.

“Ada beberapa kerusakan ringan di kompleks Kedutaan tetapi tidak ada korban luka atau korban. Kami telah menerima laporan kerusakan pada daerah pemukiman di dekat Kedutaan Besar AS dan mungkin beberapa luka pada warga sipil Irak yang tidak bersalah," bunyi pernyataan kedutaan tersebut.

"Seperti yang telah kami katakan berkali-kali, serangan semacam ini terhadap fasilitas diplomatik merupakan pelanggaran hukum internasional dan merupakan serangan langsung terhadap kedaulatan pemerintah Irak. Kami menyerukan kepada semua pemimpin politik dan pemerintah Irak untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah serangan semacam itu dan meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab," imbuh kedutaan. [yy/sindonews]

 

Balas Dendam Iran

AS Mengaku Sudah Siap Hadapi Gelombang Serangan Balas Dendam Iran


Fiqhislam.com - Amerika Serikat (AS) menyatakan siap untuk bereaksi jika Iran melancarkan serangan untuk menandai pembunuhan Qasem Soleimani. Soleimani, seorang jenderal Garda Revolusi Iran atau IRGC, tewas dalam serangan udara yang dilancar AS di Irak pada tahu lalu.

"Kami siap untuk membela diri, teman dan mitra kami di kawasan ini, dan kami siap untuk bereaksi jika perlu," kata Kenneth McKenzie, yang mengepalai Komando Pusat AS (Centcom).

"Penilaian saya adalah, kami berada dalam posisi yang sangat baik dan kami akan bersiap untuk tindakan apa pun yang mungkin dipilih oleh Iran atau kepanjangan tangan mereka," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (21/12/2020).

Dia mengatakan bahwa dirinya baru-baru ini mengunjungi Baghdad, di mana dia bertemu dengan pemimpin koalisi anti-ISIS, Paul Calvert, serta kepala staf militer Irak, Abdul Amir Yarallah.

McKenzie mengatakan, dia juga pergi ke Suriah untuk bertemu dengan pasukan Amerika yang ditempatkan di pangkalan kecil selatan di Al-Tanf, dekat perbatasan dengan Yordania dan Irak.

Sebagai tanda nyata kekhawatiran para pemimpin militer AS tentang niat Iran setelah pembunuhan Soleimani, kunjungan McKenzie ke Timur Tengah tidak diumumkan sebelumnya.

Demikian pula kunjungan yang dilakukan pekan lalu oleh Mark Milley, ketua Kepala Staf Gabungan AS, ke Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Israel dan Afghanistan dirahasiakan sampai dia meninggalkan wilayah tersebut. [yy/sindonews]