30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Israel Klaim tak Dalangi Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

israel iran

Fiqhislam.com - Menteri Kabinet Israel Tzachi Hanegbi mengatakan negaranya sama sekali tidak mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh. Teheran diketahui telah menuduh Tel Aviv sebagai otak pembunuhan tersebut.

"Saya tidak tahu siapa yang melakukannya. Bukan karena bibir saya tertutup karena saya yang bertanggung jawab, saya benar-benar tidak tahu," kata Hanegbi kepada Meet the Press N12 pada Sabtu (28/11), dikutip laman Al Arabiya.

Pada Jumat (27/11) lalu, Fakhrizadeh diserang kelompok "teroris bersenjata" di timur Teheran. Baku tembak sempat terjadi antara pengawalnya dan kelompok penyerang. Namun, Fakhrizadeh tetap tertembak.

Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Kementerian Pertahanan kemudian merilis informasi yang mengonfirmasi kematian Fakhrizadeh. Dalam keterangannya, mereka menyebut Fakhrizadeh sebagai kepala organisasi riset dan inovasi di kementerian pertahanan.

Pejabat politik dan militer Iran menuding Israel sebagai dalang di balik serangan dan pembunuhan terhadap Fakhrizadeh. "Sekali lagi, tangan-tangan jahat Arogansi Global dan para pembunuh bayaran Zionis (Israel) telah ternoda oleh darah seorang putra Iran," kata Presiden Iran Hassan Rouhani.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan membalas aksi pembunuhan tersebut. Ia pun menegaskan bahwa negaranya bakal tetap melanjutkan pekerjaan Fakhrizadeh. Meski informasi terkait dirinya tak banyak diketahui, tapi banyak laporan yang menyebut bahwa Fakhrizadeh merupakan tokoh utama di balik pengembangan nuklir Iran. [yy/republika]

 

israel iran

Fiqhislam.com - Menteri Kabinet Israel Tzachi Hanegbi mengatakan negaranya sama sekali tidak mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh. Teheran diketahui telah menuduh Tel Aviv sebagai otak pembunuhan tersebut.

"Saya tidak tahu siapa yang melakukannya. Bukan karena bibir saya tertutup karena saya yang bertanggung jawab, saya benar-benar tidak tahu," kata Hanegbi kepada Meet the Press N12 pada Sabtu (28/11), dikutip laman Al Arabiya.

Pada Jumat (27/11) lalu, Fakhrizadeh diserang kelompok "teroris bersenjata" di timur Teheran. Baku tembak sempat terjadi antara pengawalnya dan kelompok penyerang. Namun, Fakhrizadeh tetap tertembak.

Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Kementerian Pertahanan kemudian merilis informasi yang mengonfirmasi kematian Fakhrizadeh. Dalam keterangannya, mereka menyebut Fakhrizadeh sebagai kepala organisasi riset dan inovasi di kementerian pertahanan.

Pejabat politik dan militer Iran menuding Israel sebagai dalang di balik serangan dan pembunuhan terhadap Fakhrizadeh. "Sekali lagi, tangan-tangan jahat Arogansi Global dan para pembunuh bayaran Zionis (Israel) telah ternoda oleh darah seorang putra Iran," kata Presiden Iran Hassan Rouhani.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersumpah akan membalas aksi pembunuhan tersebut. Ia pun menegaskan bahwa negaranya bakal tetap melanjutkan pekerjaan Fakhrizadeh. Meski informasi terkait dirinya tak banyak diketahui, tapi banyak laporan yang menyebut bahwa Fakhrizadeh merupakan tokoh utama di balik pengembangan nuklir Iran. [yy/republika]

 

Hizbullah: Kami Siaga Berperang

Pakar Nuklir Iran Dibunuh, Hizbullah: Kami Siaga Berperang


Fiqhislam.com - Wakil Ketua Hizbullah di Lebanon memberikan tanggapan atas pembunuhan ilmuwan Mohsen Fakhrizadeh ada ditangan Iran. Hizbullah adalah partai politik paling berpengaruh di Lebanon yang didukung Iran.

"Kami mengecam serangan keji ini dan menilai reaksi atas kejahatan ini berada ditangan mereka yang berkepentingan di Iran," kata Sheikh Naim Qassem dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Al Manar, Sabtu (28/11).

Da mengatakan Fakhrizadeh dibunuh mereka 'yang disponsori Amerika Serikat (AS) dan Israel'. Qassem menambahkan pembunuhan tersebut bagian perang terhadap Iran dan kawasan.

Iran menuduh Israel sebagai dalang pembunuhan Fakhrizadeh yang diserang di dekat ibukota Teheran. Israel belum bersedia memberikan komentar.

Pada awal bulan ini, Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan sekutu Iran di kawasan itu berada dalam tingkat kewaspadaan tinggi. Mereka berjaga-jaga bila Amerika Serikat atau Israel melakukan kebodohan di masa-masa akhir pemerintah Presiden Donald Trump.

Dia ditanya apakah ada kemungkinan Israel menyerang Lebanon di masa seperti saat ini. Qassem mengatakan dia tidak yakin hal itu terjadi tapi bila memang terjadi Hizbullah 'sepenuhnya siap' dengan konfrontasi'.

Perang terakhir Hizbullah dan Israel terjadi pada 2006. Qassem mengatakan tidak mungkin ada serangan langsung ke Iran karena akan 'memicu seluruh wilayah'.

"Kami tidak mengabaikan kemungkinan serangan terbatas dan Iran sudah siap dengan hal ini dan semakin siap lagi, tapi saya tidak melihat perang penuh dalam waktu dekat," katanya. [yy/republika]