fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


3 Ramadhan 1442  |  Kamis 15 April 2021

Iran Sebut Berita Pembunuhan Tokoh Al-Qaeda di Teheran Rekayasa AS dan Israel

Iran Sebut Berita Pembunuhan Tokoh Al-Qaeda di Teheran Rekayasa AS dan Israel

Fiqhislam.com - Iran membantah laporan media asal AS, New York Times, yang menyebut tokoh al-Qaeda telah dibunuh secara diam-diam di Teheran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengatakan, laporan itu hanya didasarkan pada informasi yang dibuat-buat.

Dia juga membantah keberadaan salah satu anggota kelompok itu di Iran. Khatibzadeh pun menuding dua musuh bebuyutan Iran, Amerika Serikat dan Israel, sebagai otak di balik rekayasa informasi tersebut.

“Keduanya (AS dan Israel) mencoba mengalihkan tanggung jawab atas tindakan kriminal (al-Qaeda) dan kelompok teroris lainnya di kawasan itu dan menghubungkan Iran dengan kelompok-kelompok tersebut dengan kebohongan dan dengan membocorkan informasi yang dibuat-buat ke media,” ungkap
Khatibzadeh dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Sabtu (14/11/2020). Khatibzadeh menuduh AS dan Israel telah menciptakan al-Qaeda melalui cara yang salah. Dia pun menyarankan media AS untuk tidak jatuh ke dalam perangkap “skenario Hollywood” yang dibuat oleh para pejabat Amerika dan zionis.

New York Times melaporkan pada Jumat (13/11/2020) waktu AS bahwa pimpinan al-Qaeda bernama Abdullah Ahmad Abdullah ditembak dan dibunuh di Teheran oleh dua operator Israel dengan sepeda motor atas perintah Washington DC. Abdullah didakwa di Amerika Serikat atas peristiwa pemboman kedutaan besar AS di Tanzania dan Kenya pada 1998.

Pemimpin senior al-Qaeda yang punya nama alias Abu Muhammad al-Masri itu dikabarkan tewas bersama putrinya, Miriam—yang juga janda dari putra Osama bin Laden, Hamzah—demikian laporan media AS itu mengutip sumber-sumber intelijen.

Washington DC menuduh Teheran menyembunyikan anggota al-Qaeda dan mengizinkan mereka melewati wilayah Iran pada 2016. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh para pejabat Iran pada saat itu.

“Meskipun Amerika pernah membuat tuduhan palsu terhadap Iran di masa lalu, pendekatan ini sudah menjadi rutinitas dalam pemerintahan AS saat ini,” kata Khatibzadeh.

Dia menuduh pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mengejar agenda “Iranofobia” sebagai bagian dari perang ekonomi, intelijen, dan psikologis habis-habisan melawan Teheran. “Media seharusnya tidak menjadi pengeras suara untuk publikasi kebohongan Gedung Putih yang bertujuan melawan Iran,” ucapnya. [yy/iNews]

 

Tags: Qaeda | Iran | Israel