fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


27 Ramadhan 1442  |  Minggu 09 Mei 2021

22 Tewas Penembakan dalam Kampus di Kabul, Afghanistan | Ethiopia | Al-Qaeda Mali

22 Tewas Penembakan dalam Kampus di Kabul, Afghanistan | Ethiopia | Mali

Fiqhislam.com - Korban tewas aksi penyerangan di kampus negeri Afghanistan bertambah menjadi 22 orang. Sejumlah korban luka mengaku diselimuti trauma mendalam pascainsiden.

Beberapa orang bersenjata masuk ke Kabul University lalu menembaki mahasiswa yang mereka temui pada Senin (2/11/2020) kemarin. Mereka juga memicu ledakan di dalam kampus yang menimbulkan kepanikan.

Otoritas berwenang setempat melaporkan jumlah korban tewas terbaru sebanyak 22 orang, termasuk beberapa mahasiswa dan seorang profesor. Puluhan mahasiswa dan staf kampus dilaporkan mengalami luka-luka.

Selasa (3/11/2020) siang waktu setempat, warga kota Kabul dan kelompok mahasiswa menggelar aksi damai mengenang para korban tewas dalam aksi kekerasan bersenjata terbaru. Mereka membentangkan banner bertuliskan "Berhenti Membunuhi Kami".

Fraidoon Ahmadi (23) mengatakan dirinya hampir menjadi korban tewas saat insiden berdarah itu terjadi di dalam kampusnya. Sampai saat ini, Fraidoon mengaku masih diliputi trauma.

Kami sangat-sangat takut dan kami pikir saat itu akan menjadi hari terakhir hidup kami. Semuanya berteriak, berdora dan menangis mengharapkan pertolongan," ujarnya dikutip dari AFP.

Penyerangan bersenjata di Kabul University menambah panjang aksi kekerasan di lingkungan pendidikan Afghanistan dalam 15 hari terakhir. Sebelumnya, ledakan di Pusat Pendidikan Kabul pada 25 Oktober lalu yang menyebabkan 24 orang meninggal dunia, kebanyakan adalah para pelajar.

"Ini merupakan serangan kedua di institusi pendidikan di kota Kabul dalam 10 hari terakhir. Anak-anak dan pemuda Afghanistan harusnya mendapat rasa aman pergi ke sekolah," kata perwakilan NATO di Afghanistan, Stefano Pontecorvo.

Militer Afghanistan belum bisa memastikan identitas pelaku. Sementara itu, milisi Taliban menyangkal keterlibatan pejuang mereka dalam serangan itu.
Kekerasan melanda Afghanistan di saat pemerintah dan negosiator Taliban bertemu di Qatar menggelar pembicaraan damai yang memungkinkan Amerika Serikat membawa pulang pasukannya dan mengakhiri perang berkepanjangan. [yy/iNews]