30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Netanyahu: Palestina akan Kembali Berunding Jika Trump Terpilih Lagi

Netanyahu: Palestina akan Kembali Berunding Jika Trump Terpilih Lagi

Fiqhislam.com - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Palestina akan kembali bernegosiasi dengan Israel jika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terpilih lagi.

Pernyataan itu diungkapkan Netanyahu dalam pertemuan tertutup yang diungkap harian Israel Hayom. Menurut laporan itu, Netanyahu menyatakan penandatanganan kesepakatan normalisasi dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain membuat Palestina tak punya pilihan selain meja negosiasi.

Netanyahu menyatakan jika Trump terpilih lagi, dia akan mulai berunding dengan Palestina berdasarkan kesepakatan abad ini yang dicanangkan Trump.

Saat peringatan penandatanganan kesepakatan itu di Gedung Putih, Netanyahu tidak menyebut apapun terkait Palestina.

Sementara, Trump mengindikasikan bahwa Israel tak terlalu terisolasi di Timur Tengah dibandingkan sebelumnya.

Terkait isu Palestina, Trump menyatakan, “Mereka telah mendatangi jalan panjang. Kami telah membayar mereka USD750 juta.”

Trump kemudian menjelaskan bahwa dia telah bertanya pada pemerintahan AS sebelumnya, “Mengapa Anda membayar saat mereka memperlakukan AS dengan tidak hormat seperti itu?”

“Kita memberi mereka USD750 juta per tahun, mengapa tidak seseorang menghentikan pembayaran itu? Baik, kami tidak berpikir itu akan tepat. Baik, dan saya memutus pembayaran pada mereka,” kata Trump.

Trump juga meminta negara-negara Teluk menghentikan pembayaran pada Palestina. “Tapi negara-negara lain memberi mereka uang. Anda menghadapi negara-negara sangat kaya. Dan negara-negara itu sekarang semua menandatangani bersama kita. Mereka semua akan menandatangani dengan kita, semua mereka,” papar Trump

Saat ditanya apakah negara-negara lain itu bisa Arab Saudi dan Oman, Trump menjawab, “Ya, kita sedang menjalani proses yang sangat jauh dengan sekitar lima negara, lima negara tambahan. Sejujurnya, saya pikir kita dapat memiliki mereka di sini hari ini.” [yy/sindonews]