22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

5 Hal Terkait Mustapha Adib, Calon PM Lebanon

5 Hal Terkait Mustapha Adib, Calon PM Lebanon

Fiqhislam.com - Nama Mustapha Adib tiba-tiba muncul sebagai calon Perdana Menteri Lebanon yang baru menggantikan Hassan Diab. Kemunculannya tidak terduga mengingat namanya sendiri tidak begitu dikenal luas selama ini.

Berikut adalah beberapa hal terkait Mustapha Adib termasuk pencalonnya sebagai PM Lebanon yang Tempo kumpulkan dari berbagai sumber, Senin, 31 Agustus 2020.

1. Duta Besar Lebanon
Saat ini Mustapha Adib masih menjabat sebagai Duta Besar Lebanon untuk Jerman. Dikutip dari kantor berita Al Jazeera, ia sudah mengisi pos tersebut sejak Juli 2013 lalu.

2. Dosen dan Professor di Bidang Hukum
Sebelum menjadi diplomat untuk Pemerintah Lebanon, Mustapha Adib sempat bekerja sebagai dosen. Bahkan itu lah awal karirnya sebelum berakhir di pemerintahan. Ia mengajar hukum internasional, hukum konstitusi, geopolitik, serta hubungan internasional di berbagai universitas di Lebanon dan Prancis.

Rekam jejak akademisnya relatif panjang. Di bidang tersebut, ia sudah memegang jabatan professor yang terlibat dalam berbagai riset terkait keamanan nasional, desentralisasi, demokrasi, hukum elektoral, dan sebagainya.

3. Sempat Bekerja untuk Mantan PM Najib Mikati
Mustapha Adib, bersama-sama Hassan Diab, pernah bekerja untuk mantan PM Lebanon Najib Mikati. Hal itu terjadi di tahun 2000 di mana saat itu Mustapha Adib berperan sebagai penasehat sementara Hassan Diab menjadi Menteri Pendidikan.

4. Didukung Berbagai Blok di Lebanon
Dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Mustapha Adib sudah dikatakan hampir pasti menjadi PM Lebanon yang baru. Gara-garanya, ia mendapat dukungan dari berbagai blok besar di Lebanon.

Keempat blok besar yang mendukungnya adalah Pergerakan Masa Depan, Pergerakan Amal, Pergerakan Patrotik Bebas, serta Hizbullah. Dari keempatnya, dukungan paling penting berasal dari Pergerakan Masa Depan, partai Muslim Sunni pimpinan Saad Al-Hariri. Karena posisi Presiden sudah diisi oleh seorang Nasrani, maka posisi PM harus mereka yang didukung partai Muslim.

5. Didukung Emmanuel Macron
Mustapha Adib tak hanya mengamankan dukungan dari berbagai blok besar, tetapi juga Presiden Prancis Emmanuel Macron. Bahkan, beberapa kabar mengatakan bahwa Emmanuel Macron lah yang berhasil membujuk berbagai kelompok berpengaruh di Lebanon untuk memilih Adib. Sebab, sebelum nama Mustapha Adib muncul, pembahasan soal pemilihan PM Lebanon baru sempat menemui jalan buntu.

Emmanuel Macron, sebagaimana diketahui, juga figur yang mendesak Pemerintahan Lebanon untuk segera melakukan reformasi. Hal itu, menurutnya, akan menjadi bagian dari upaya untuk menyelesaikan kriris ekononi berkepenjangan di Lebanon. [yy/tempo]

 

Tags: Lebanon | Syiah | Hizbullah