2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

AS-Inggris Atur Siasat Hadapi Kekuatan China

AS-Inggris Atur Siasat Hadapi Kekuatan China

Fiqhislam.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo akan membahas cara-cara untuk mengatasi kekuatan China yang meningkat saat bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Pertemuan ini dilakukan hanya seminggu setelah Inggris memerintahkan pembersihan perangkat Huawei dari jaringan 5G.

Presiden AS Donald Trump memuji larangan terhadap Huawei, meskipun ia juga mengklaim telah memaksa London karena kekhawatiran terhadap China, yang ia anggap sebagai saingan geopolitik utama AS pada abad ke-21.

Ketika Inggris memperkuat sikapnya terhadap China karena penanganannya terhadap virus Corona baru dan sikap represif di Hong Kong, kunjungan Pompeo adalah upaya untuk memperteguh tekad Johnson dan menggantungkan potensi hadiah dari kesepakatan perdagangan bebas pasca-Brexit, kata para diplomat.

"Kami menerima berita bahwa Inggris akan melarang pembelian baru peralatan 5G dari Huawei dan menghapuskan peralatan Huawei yang ada dari jaringan telekomunikasi 5G," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan tentang perjalanan tersebut.

"Inggris membuat keputusan penting ini untuk melindungi kepentingan keamanan nasionalnya, seperti yang dilakukan negara-negara di seluruh dunia," sambung pernyataan itu seperti dilansir dari Reuters, Selasa (21/7/2020).

Meski begitu, masih belum diketahui apakah dalam diskusinya dengan Johnson, Pompeo akan membuat alternatif untuk Huawei. Dia juga akan bertemu dengan aktivis demokrasi Hong Kong Nathan Law serta gubernur Inggris terakhir untuk Hong Kong Chris Patten.

China mengatakan Barat - dan Washington khususnya - dicengkeram oleh campuran histeria anti-China dan pemikiran kolonial tentang negara komunis karena hanya berusaha membawa kemakmuran bagi 1,4 miliar penduduknya.

China pada tahun 1979 memiliki ekonomi yang lebih kecil dari Italia, tetapi setelah membuka investasi asing serta memperkenalkan reformasi pasar, negara itu telah menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia.

China, yang ekonominya USD15 triliun adalah lima kali ukuran Inggris, telah memperingatkan London bahwa larangan Huawei akan merugikan investasi karena perusahaan-perusahaan China menjadi saksi ketika London "membuang" juara telekomunikasi nasionalnya. [yy/sindonews]

 

AS-Inggris Atur Siasat Hadapi Kekuatan China

Fiqhislam.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo akan membahas cara-cara untuk mengatasi kekuatan China yang meningkat saat bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Pertemuan ini dilakukan hanya seminggu setelah Inggris memerintahkan pembersihan perangkat Huawei dari jaringan 5G.

Presiden AS Donald Trump memuji larangan terhadap Huawei, meskipun ia juga mengklaim telah memaksa London karena kekhawatiran terhadap China, yang ia anggap sebagai saingan geopolitik utama AS pada abad ke-21.

Ketika Inggris memperkuat sikapnya terhadap China karena penanganannya terhadap virus Corona baru dan sikap represif di Hong Kong, kunjungan Pompeo adalah upaya untuk memperteguh tekad Johnson dan menggantungkan potensi hadiah dari kesepakatan perdagangan bebas pasca-Brexit, kata para diplomat.

"Kami menerima berita bahwa Inggris akan melarang pembelian baru peralatan 5G dari Huawei dan menghapuskan peralatan Huawei yang ada dari jaringan telekomunikasi 5G," kata Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan tentang perjalanan tersebut.

"Inggris membuat keputusan penting ini untuk melindungi kepentingan keamanan nasionalnya, seperti yang dilakukan negara-negara di seluruh dunia," sambung pernyataan itu seperti dilansir dari Reuters, Selasa (21/7/2020).

Meski begitu, masih belum diketahui apakah dalam diskusinya dengan Johnson, Pompeo akan membuat alternatif untuk Huawei. Dia juga akan bertemu dengan aktivis demokrasi Hong Kong Nathan Law serta gubernur Inggris terakhir untuk Hong Kong Chris Patten.

China mengatakan Barat - dan Washington khususnya - dicengkeram oleh campuran histeria anti-China dan pemikiran kolonial tentang negara komunis karena hanya berusaha membawa kemakmuran bagi 1,4 miliar penduduknya.

China pada tahun 1979 memiliki ekonomi yang lebih kecil dari Italia, tetapi setelah membuka investasi asing serta memperkenalkan reformasi pasar, negara itu telah menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia.

China, yang ekonominya USD15 triliun adalah lima kali ukuran Inggris, telah memperingatkan London bahwa larangan Huawei akan merugikan investasi karena perusahaan-perusahaan China menjadi saksi ketika London "membuang" juara telekomunikasi nasionalnya. [yy/sindonews]

 

Bersitegang dengan Inggris, China Siapkan Serangan Balik yang Kuat

Bersitegang dengan Inggris, China Siapkan Serangan Balik yang Kuat


Fiqhislam.com - China mengancam akan melakukan "serangan balik yang kuat" dalam menanggapi pengumuman Inggris bahwa mereka akan menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong. Kebijakan itu diambil setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional di wilayah bekas jajahan Inggris itu.

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan kepada parlemen bahwa perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong akan segera ditangguhkan dan embargo senjata akan diperpanjang.

"Kami tidak akan mempertimbangkan untuk mengaktifkan kembali pengaturan itu, kecuali dan sampai ada perlindungan yang jelas dan kuat, yang dapat mencegah ekstradisi dari Inggris disalahgunakan di bawah undang-undang keamanan nasional yang baru," kata Raab.

Keputusan itu tampaknya membuat marah Beijing.

"China akan melakukan serangan balik yang kuat terhadap tindakan salah Inggris," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, pada konferensi pers harian.

"China mendesak Inggris untuk melepaskan fantasinya tentang melanjutkan pengaruh kolonial di Hong Kong dan segera memperbaiki kesalahannya," imbuhnya seperti dilansir dari Reuters, Selasa (21/7/2020).

London telah kecewa dengan tindakan keras Beijing di Hong Kong, yang kembali ke pemerintahan China pada tahun 1997, dan persepsi bahwa China tidak mengatakan seluruh kebenaran tentang wabah virus Corona.

Raab mengatakan dia akan memperpanjang embargo senjata yang sudah lama ada di China untuk memasukkan Hong Kong, yang berarti tidak ada ekspor senjata atau amunisi dan larangan terhadap peralatan apa pun yang mungkin digunakan untuk represi internal, seperti borgol dan granat asap.

Australia dan Kanada menangguhkan perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong awal bulan ini. Sementara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengakhiri perlakuan ekonomi istimewa untuk Hong Kong.

Pekan lalu, Perdana Menteri Boris Johnson memerintahkan peralatan dari Huawei Technologies China dicopot sepenuhnya dari jaringan 5G Inggris pada akhir 2027.

China - yang pernah dijadikan sumber utama investasi dalam proyek-proyek infrastruktur Inggris dari nuklir ke kereta api - menuduh Inggris menjadi calo bagi AS.

Inggris mengatakan undang-undang keamanan baru melanggar jaminan kebebasan, termasuk peradilan independen, yang telah membantu menjadikan Hong Kong salah satu pusat perdagangan dan keuangan terpenting di dunia sejak 1997.

Sebaliknya para pejabat di Hong Kong dan Beijing mengatakan undang-undang itu penting untuk menutup celah keamanan nasional yang terungkap oleh protes pro-demokrasi dan anti-China baru-baru ini. China telah berulang kali mengatakan kepada kekuatan Barat untuk berhenti mencampuri urusan Hong Kong. [yy/sindonews]

 

AS Tambahkan 11 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam

AS Tambahkan 11 Perusahaan China Masuk Daftar Hitam


Fiqhislam.com - Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menambahkan 11 perusahaan China dalam daftar hitam ekonomi, Senin (20/7). Perusahaan tersebut dinilai terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia sehubungan terhadap warga Uighur di Xinjiang di China barat.

Departemen mengatakan, perusahaan-perusahaan itu terlibat dalam penggunaan kerja paksa terhadap warga Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya. Mereka terdiri dari beberapa perusahaan tekstil dan dua perusahaan yang sedang melakukan analisis genetik untuk digunakan dalam penindasan kaum Uighur dan minoritas Muslim lainnya.

Perusahaan yang masuk daftar hitam tidak dapat membeli komponen dari perusahaan AS tanpa persetujuan pemerintah. Deretan perusahan ini adalah kelompok ketiga dari perusahaan dan institusi di China yang ditambahkan ke daftar hitam. Sebelum ini, AS telah memasukan 37 entitas yang katanya terlibat dalam penindasan China di Xinjiang ke dalam daftar tersebut.

"Beijing secara aktif mempromosikan praktik kerja paksa dan skema analisis dan pengumpulan DNA yang tercela untuk menekan warganya," kata Menteri Perdagangan, Wilbur Ross, dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan-perusahaan yang ditambahkan ke daftar hitam termasuk KTK Group Co, yang memproduksi lebih dari 2.000 produk untuk membangun kereta berkecepatan tinggi, dari elektronik hingga kursi. Ada pula Tanyuan Technology Co yang merakit komposit alumunium konduktif termal tinggi.

Perusahaan lain adalah Changji Esquel Textile Co, yang diluncurkan Esquel Group pada 2009. Esquel Group memproduksi pakaian untuk Ralph Lauren, Tommy Hilfiger dan Hugo Boss. Pada April, Esquel membantahnya menggunakan kerja paksa di Xinjiang.

Pada Mei, Kementerian Luar Negeri China mengkritik penambahan daftar entitas di dengan alasan AS telah merentangkan konsep keamanan nasional, menyalahgunakan langkah-langkah pengendalian ekspor, melanggar norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, serta mencampuri urusan dalam negeri China. [yy/republika]

 

Tags: Amerika | (AS) | Inggris | China