30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Covid-19 Lintas Dunia 11/06/2020: Positif 7,492,035 | Meninggal 419,616 | Sembuh 3,803,543

Covid-19 Lintas Dunia 11/06/2020: Positif 7,492,035 | Meninggal 419,616 | Sembuh 3,803,543

Last updated: June 11, 2020, 13:11 GMT | 20:11 WIB | Worldometers


Fiqhislam.com - Sampai saat ini, kasus-kasus virus corona baru (Covid-19) di dunia masih mengalami pelonjakan yang cukup signifikan.

Diketahui, virus yang menyerang sistem pernapasan manusia tersebut sudah menyebar ke 213 negara, dan menginfeksi lebih dari 7,4 juta penduduk.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman World o Meters, per Kamis pagi, 11 Juni 2020, sebanyak 127.783 kasus Covid-19 baru ditemukan, sehingga kini total secara global mencapai 7.439.307.

Dari total 7.439.307 kasus yang tercatat, 417.956 di antaranya meninggal dunia dan 3.721.873 lainnya dinyatakan sudah sembuh.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan total kasus Covid-19 tertinggi di dunia.

Pada Kamis pagi, 11 Juni 2020, AS mencatat adanya kasus tambahan sebanyak 19.135, sehingga total keseluruhan mencapai angka 2.064.684.

Selain itu, AS juga menjadi negara dengan kasus kematian tertinggi akibat virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut, dengan total mencapai 115.115 korban jiwa.

Di bawah AS, terdapat Brasil yang mencatatkan sebanyak 30.332 kasus Covid-19 baru, sehingga totalnya menjadi 772.416

Dari total 30.332 kasus di Brasil, 39.680 di antaranya meninggal dunia dan 380.300 lainnya sudah dikonfirmasi sembuh dari Covid-19.

Sementara itu, negara-negara di Benua Eropa juga masih mencatatkan adanya pelonjakan kasus Covid-19.

Rusia hingga kini menjadi negara ketiga dengan kasus Covid-19 tertinggi, dengan total pasien positif sebanyak 493.657 orang.

Meskipun begitu, Rusia memiliki persentase kematian akibat Covid-19 yang kecil jika dibandingkan dengan AS dan Brasil atau negara-negara Eropa yang masih mengalami pelonjakan kasus, yakni hanya mencatat 6.358 korban jiwa.

Britania Raya (UK) yang mencakup, Inggris, Skotlandia, Iralndia Utara dan Wales mencatat adanya 1.003 kasus baru, sehingga kini total keseluruhan mencapai angka 290.143.

UK juga mencatatkan kasus kematian akibat Covid-19 terbanyak di Eropa, dengan total mencapai 41.128 korban jiwa.

Kemudian, Spanyol mencatatkan peningkatan kasus Covid-19 sebanyak 314 orang, sehingga per Kamis 11 Juni 2020 totalnya menjadi 289.360.

Negara-negara di Asia lainnya seperti India, Iran dan Turki sampai saat ini masih mengalami pelonjakan yang signifikan.

India diketahui menjadi negara penyumbang kasus Covid-19 terbanyak di Asia dengan total mencapai 287.155 pasien positif corona.

Salah satu negara dengan populasi terpadat di dunia tersebut juga mencatat sebanyak 8.107 kematian dan 140.979 pasien yang telah sembuh dari pandemi.

Beralih ke negara Timur Tengah, Iran mencatat adanya 2.011 kasus baru, sehingga per Kamis 11 Juni 2020, total keseluruhan mencapai angka 177.938.

Iran menjadi negara di Asia dengan total kematian akibat Covid-19 terbanyak di Asia, yakni terkonfirmasi 8.506 korban jiwa.

Lalu negara Timur Tengah lainnya, Turki juga masih mencatat adanya kasus baru sebanyak 922, sehingga total keseluruhan saat ini menjadi 173.036.

Di Asia Tenggara, Singapura dan Indonesia menjadi dua negara dengan kasus Covid-19 tertinggi.

Singapura Memiliki 38.965 kasus Covid-19, 25 kematian dan 26.532 pasien yang sudah sembuh.

Sementara itu, Indonesia yang berada di peringkat 32 dunia dan 11 Asia mencatat adanya penambahan kasus Sebanyak 1.240, sehingga total keseluruhan menjadi 34.316 pasien positif corona.

Selain itu, Indonesia juga menjadi negara dengan kasus kematian akibat Covid-19 terbanyak di Asia Tenggara, dengan total 1.959 pasien meninggal dunia.

Selanjutnya, Afrika Selatan masih menjadi negara dengan kasus tertinggi di Benua Afrika, total sebanyak 55.421 penduduknya terkonfirmasi positif Covid-19. [yy/pikiran-rakyat]

 

Covid-19 Lintas Dunia 11/06/2020: Positif 7,492,035 | Meninggal 419,616 | Sembuh 3,803,543

Last updated: June 11, 2020, 13:11 GMT | 20:11 WIB | Worldometers


Fiqhislam.com - Sampai saat ini, kasus-kasus virus corona baru (Covid-19) di dunia masih mengalami pelonjakan yang cukup signifikan.

Diketahui, virus yang menyerang sistem pernapasan manusia tersebut sudah menyebar ke 213 negara, dan menginfeksi lebih dari 7,4 juta penduduk.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman World o Meters, per Kamis pagi, 11 Juni 2020, sebanyak 127.783 kasus Covid-19 baru ditemukan, sehingga kini total secara global mencapai 7.439.307.

Dari total 7.439.307 kasus yang tercatat, 417.956 di antaranya meninggal dunia dan 3.721.873 lainnya dinyatakan sudah sembuh.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan total kasus Covid-19 tertinggi di dunia.

Pada Kamis pagi, 11 Juni 2020, AS mencatat adanya kasus tambahan sebanyak 19.135, sehingga total keseluruhan mencapai angka 2.064.684.

Selain itu, AS juga menjadi negara dengan kasus kematian tertinggi akibat virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok tersebut, dengan total mencapai 115.115 korban jiwa.

Di bawah AS, terdapat Brasil yang mencatatkan sebanyak 30.332 kasus Covid-19 baru, sehingga totalnya menjadi 772.416

Dari total 30.332 kasus di Brasil, 39.680 di antaranya meninggal dunia dan 380.300 lainnya sudah dikonfirmasi sembuh dari Covid-19.

Sementara itu, negara-negara di Benua Eropa juga masih mencatatkan adanya pelonjakan kasus Covid-19.

Rusia hingga kini menjadi negara ketiga dengan kasus Covid-19 tertinggi, dengan total pasien positif sebanyak 493.657 orang.

Meskipun begitu, Rusia memiliki persentase kematian akibat Covid-19 yang kecil jika dibandingkan dengan AS dan Brasil atau negara-negara Eropa yang masih mengalami pelonjakan kasus, yakni hanya mencatat 6.358 korban jiwa.

Britania Raya (UK) yang mencakup, Inggris, Skotlandia, Iralndia Utara dan Wales mencatat adanya 1.003 kasus baru, sehingga kini total keseluruhan mencapai angka 290.143.

UK juga mencatatkan kasus kematian akibat Covid-19 terbanyak di Eropa, dengan total mencapai 41.128 korban jiwa.

Kemudian, Spanyol mencatatkan peningkatan kasus Covid-19 sebanyak 314 orang, sehingga per Kamis 11 Juni 2020 totalnya menjadi 289.360.

Negara-negara di Asia lainnya seperti India, Iran dan Turki sampai saat ini masih mengalami pelonjakan yang signifikan.

India diketahui menjadi negara penyumbang kasus Covid-19 terbanyak di Asia dengan total mencapai 287.155 pasien positif corona.

Salah satu negara dengan populasi terpadat di dunia tersebut juga mencatat sebanyak 8.107 kematian dan 140.979 pasien yang telah sembuh dari pandemi.

Beralih ke negara Timur Tengah, Iran mencatat adanya 2.011 kasus baru, sehingga per Kamis 11 Juni 2020, total keseluruhan mencapai angka 177.938.

Iran menjadi negara di Asia dengan total kematian akibat Covid-19 terbanyak di Asia, yakni terkonfirmasi 8.506 korban jiwa.

Lalu negara Timur Tengah lainnya, Turki juga masih mencatat adanya kasus baru sebanyak 922, sehingga total keseluruhan saat ini menjadi 173.036.

Di Asia Tenggara, Singapura dan Indonesia menjadi dua negara dengan kasus Covid-19 tertinggi.

Singapura Memiliki 38.965 kasus Covid-19, 25 kematian dan 26.532 pasien yang sudah sembuh.

Sementara itu, Indonesia yang berada di peringkat 32 dunia dan 11 Asia mencatat adanya penambahan kasus Sebanyak 1.240, sehingga total keseluruhan menjadi 34.316 pasien positif corona.

Selain itu, Indonesia juga menjadi negara dengan kasus kematian akibat Covid-19 terbanyak di Asia Tenggara, dengan total 1.959 pasien meninggal dunia.

Selanjutnya, Afrika Selatan masih menjadi negara dengan kasus tertinggi di Benua Afrika, total sebanyak 55.421 penduduknya terkonfirmasi positif Covid-19. [yy/pikiran-rakyat]

 

India Catat Nyaris 10 Ribu Kasus Corona dalam Sehari

India Catat Nyaris 10 Ribu Kasus Corona dalam Sehari


Fiqhislam.com - India melaporkan nyaris 10 ribu kasus baru virus Corona (COVID-19) dalam sehari. Lonjakan kasus terjadi saat pemerintah India mulai membuka kembali restoran, mal dan tempat ibadah setelah lockdown selama dua bulan terakhir.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (11/6/2020), Kementerian Kesehatan India melaporkan bahwa 9.985 kasus Corona tercatat dalam 24 jam terakhir.

Dengan tambahan itu, total kasus virus Corona di India kini mencapai 276.583 kasus. Angka ini tercatat sebagai total kasus tertinggi kelima di dunia, setelah Amerika Serikat (AS), Brasil, Rusia, dan Inggris.

Dalam laporannya, Kementerian Kesehatan India juga mengumumkan tambahan 274 kematian dalam sehari. Total kematian akibat virus Corona di India kini mencapai 7.745 orang.

Total kasus dan total kematian yang sebenarnya, sama seperti di beberapa negara lainnya, diyakini jauh lebih tinggi karena sejumlah faktor, termasuk masih terbatasnya kemampuan tes Corona di India.

Kementerian Kesehatan India menyatakan pihaknya meningkatkan kapasitas tes Corona harian, dengan lebih dari 145 ribu orang kini diperiksa setiap harinya. Hingga Rabu (10/6) waktu setempat, dilaporkan sudah lebih dari 5 juta tes Corona yang dilakukan di negara berpenduduk 1,3 miliar jiwa ini.

Wilayah Maharashtra, Tamil Nadu dan New Delhi tercatat sebagai wilayah yang terdampak virus Corona paling parah di India. Dengan 90.787 kasus Corona tercatat di Maharastra yang menjadi lokasi kota Mumbai, 34.914 kasus Corona di Tamil Nadu dengan ibu kotanya Chennai dan 31.309 kasus di New Delhi.

Kenaikan kasus Corona di India ini terjadi saat pemerintah India memutuskan untuk membuka kembali restoran-restoran, pusat perbelanjaan dan tempat ibadah. Pemerintah juga telah memulihkan sebagian layanan kereta dan penerbangan domestik, serta memperbolehkan pertokoan dan pabrik untuk buka kembali. Layanan kereta tanah, hotel dan sekolah serta universitas masih ditutup secara nasional.

Disebutkan Kementerian Kesehatan India bahwa total pasien virus Corona yang sembuh jumlahnya melebihi kasus aktif untuk pertama kalinya, dengan angka kesembuhan nyaris 49 persen. Data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) melaporkan bahwa 135.206 pasien dinyatakan sembuh virus Corona di India. [yy/news.detik]

 

Kasus Corona di AS Tembus 2 Juta, 112 Ribu Orang Meninggal

Kasus Corona di AS Tembus 2 Juta, 112 Ribu Orang Meninggal


Fiqhislam.com - Total kasus virus Corona (COVID-19) di wilayah Amerika Serikat (AS) telah menembus angka 2 juta. Jumlah korban meninggal akibat virus Corona di negara ini melebihi 112 ribu orang.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (11/6/2020), analisis Reuters menyatakan bahwa secara nasional, tambahan kasus di AS sedikit mengalami kenaikan setelah lima pekan mengalami penurunan. Sebagian besar kenaikan dipicu oleh jumlah tes Corona yang diperbanyak, yang sempat mencetak rekor pada 5 Juni lalu dengan 545.690 tes dalam sehari.

Kenaikan kasus dalam beberapa waktu terakhir merupakan dampak dari banyaknya orang yang melakukan pergerakan dan kembali menjalankan bisnis serta melakukan aktivitas-aktivitas hiburan, seiring dibukanya kembali perekonomian di 50 negara bagian.

Unjuk rasa besar-besaran untuk memprotes kebrutalan polisi dan rasialisme sistemis, yang dipicu kematian seorang pria kulit hitam bernama George Floyd, dikhawatirkan memicu kenaikan kasus dalam beberapa pekan ke depan. Otoritas kesehatan AS menyerukan agar siapa saja yang ikut unjuk rasa itu untuk segera menjalani tes Corona.

Para pejabat kesehatan AS meyakini bahwa kasus Corona pertama di AS muncul pada Januari dan pada 28 April, AS telah mencatatkan 1 juta kasus. Sejauh ini, sepanjang Juni, rata-rata ada 21 ribu kasus per hari. Angka itu menurun jika dibandingkan bulan April, saat tercatat ada rata-rata 30 ribu kasus per hari dan bulan Mei dengan 23 ribu kasus per hari.

Penghitungan Reuters mencatat lebih dari 2 juta kasus tercatat di berbagai wilayah AS, dengan kematian melebihi 112 ribu orang.

Sementara data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) mencatat total 2.000.464 kasus virus Corona terkonfirmasi di AS, dengan total kematian mencapai 112.924 orang.

Baik untuk total kasus dan total kematian, AS mencetak rekor sebagai negara dengan total kasus dan total kematian akibat Corona terbanyak di dunia. [yy/news.detik]

 

Tags: Corona | Covid-19