21 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 31 Juli 2021

basmalah.png

Misteri Kim Jong-un dan Spekulasi Calon Penerusnya

Fiqhislam.com - Para pejabat Korea Selatan (Korsel) menyerukan kehati-hatian di tengah laporan kesehatan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Negara tetangga Korut ini menekankan bahwa mereka tidak mendeteksi aktivitas yang tidak biasa di Korut.

"Posisi pemerintah kami tegas. Kim Jong-un masih hidup dan sehat. Dia telah tinggal di daerah Wonsan sejak 13 April. Sejauh ini tidak ada gerakan mencurigakan yang terdeteksi," kata Penasihat Kebijakan Luar Negeri Utama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, Moon Chung-in, merujuk pada kota pelabuhan di Korut.

Pada sebuah forum tertutup pada Ahad (26/4), Menteri Unifikasi Korsel Kim Yeon-chul, yang bertugas mengawasi keterlibatan dengan Korut, melaporkan kondisi terkini. Dia mengatakan, Pemerintah Korsel yang memiliki intelijen meyakinkan bahwa tidak ada yang tidak biasa terjadi.



Gambar satelit dari pekan lalu menunjukkan kereta khusus milik Kim berada di Wonsan. Hanya, seorang juru bicara untuk Kementerian Unifikasi mengatakan, tidak memiliki konfirmasi ketika ditanya tentang laporan bahwa Kim berada di Wonsan.

Rumor dan spekulasi mengenai kesehatan pemimpin Korut itu dimulai setelah Kim tidak tampil di depan umum pada 15 April dan sejak itu tetap tidak terlihat. Media Korsel pekan lalu melaporkan bahwa Kim mungkin telah menjalani operasi kardiovaskular atau berada dalam isolasi untuk menghindari paparan virus korona baru. Hanya, media Korsel menunjukkan Kim belum juga menampakkan diri di manapun.

Namun, terdapat laporan bahwa dia telah mengirim pesan terima kasih kepada para pekerja yang membangun sebuah resor wisata di Wonsan. Pekan lalu, menurut tiga orang pejabat, Cina telah mengirim tim ke Korut, termasuk para ahli medis untuk memberi nasihat tentang Kim Jong-un. Meski, tidak ada informasi yang bisa dikonfirmasi tentang tujuan tim medis tersebut.

Calon diktator wanita

Salah satu spekulasi di balik menghilangnya Kim Jong-un menyebutkan bahwa ia telah meninggal dunia. Kini spekulasi berlanjut pada sosok calon penerus takhtanya jika sang pemimpin Korut benar meninggal dunia.

Satu-satunya anggota keluarga yang dapat meneruskan takhta kepemimpinan Korut adalah saudara perempuan Kim, yakni Kim Yo-jong. Bloomberg menyebutkan, perempuan yang berusia 32 tahun tersebut telah mendampingi Kim dalam sejumlah pertemuan negara, antara lain, pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping. Sosok Yo-Jong juga tampak terlihat duduk di belakang Wakil Presiden AS Mike Pence saat menghadiri Olimpiade Musim Dingin 2018.

 Dia juga menjadi anggota keluarga pertama yang mengunjungi Seoul. Ketika itu, Yo-jong menyampaikan undangan secara pribadi dari saudaranya kepada Presiden Korsel Moon Jae-in untuk hadir dalam sebuah pertemuan.

Laman Financial Times (FT) menuliskan, Kim Yo-jong adalah anak kesayangan ayahnya, mendiang Kim Jong-il. Pengamat AS soal Korut, Michael Madden, mengatakan, sang putri disukai karena kecerdasannya. Sang putri bahkan telah diasah di bidang politik sejak usia belasan tahun. "Inilah gadis yang menguasai politik Korut," kata Madden kepada FT.

Namun, sumber FT yang memiliki kontak langsung dengan Korut dan Cina mengatakan, Kim Yo-jong mungkin tak akan memimpin sendirian. Ia bisa saja menjadi soaok sentral, tapi mungkin akan disokong oleh tim di sekelilingnya. Gaya ini mirip dengan kepemimpinan Xi di Cina sebelum ia menjadi kekuatan dominan seperti saat ini. [yy/republika]

Oleh Dwina Agustin, Rizky Jaramaya