25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

PBB: Jumlah Penduduk Kelaparan di Dunia Naik 2 Kali Lipat karena Corona

PBB: Jumlah Penduduk Kelaparan di Dunia Naik 2 Kali Lipat karena CoronaFiqhislam.com - Jumlah penduduk dunia yang menghadapi kerawanan pangan akut hampir meningkat dua kali lipat tahun ini menjadi 265 juta jiwa. Ini disebabkan kejatuhan ekonomi akibat wabah Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia.

Program Pangan Dunia PBB (WFP) memperkirakan, dampak dari hilangnya pendapatan di sektor pariwisata, perputaran uang yang anjlok, larangan perjalanan, serta pembatasan lain terkait dengan pandemi corona menyebabkan sekitar 130 juta orang jatuh kelaparan tahun ini. Jumlah itu menambah sekitar 135 juta orang yang sudah berada dalam kategori itu.

“Covid-19 berpotensi menjadi bencana besar bagi jutaan orang yang telah tergantung pada sebuah sistem,” ujar Direktur Penelitian, Asesmen, dan Pemantauan WFP PBB, Arif Husain, kepada wartawan lewat konferensi video di Jenewa, Swiss, Selasa (21/4/2020), dikutip Alarabiyah.

“Kita semua harus bersatu untuk menangani ancaman ini. Karena jika tidak, biayanya akan terlalu tinggi, biaya global akan terlalu tinggi, banyak penduduk yang kehilangan nyawa, banyak lagi mata pencaharian yang hilang,” katanya.



Husain menuturkan sangat penting bagi setiap negara untuk bertindak cepat mencegah orang-orang yang sudah hidup pas-pasan, seperti penjual makanan asongan, menjadi benar-benar miskin. Pasalnya, butuh waktu bertahun-tahun bagi mereka untuk bisa mandiri lagi secara ekonomi.

Dalam beberapa kasus, ketika petani sudah sampai menjual mesin bajak atau lembu mereka, itu bisa memiliki dampak pada matinya aktivitas produksi pangan pada tahun-tahun mendatang, menurut Arif.

“Mereka adalah orang-orang yang kami khawatirkan (sebagai kelompok paling terdampak). Mereka yang tadinya baik-baik saja sebelum Covid-19, sekarang tidak,” tuturnya.

Dia menjelaskan, krisis pangan dan krisis mata pencaharian akut adalah kategori tiga dari lima fase PBB, yang berarti kurangnya akses pangan dan gizi di atas biasanya. Jika suatu negara atau wilayah sudah sampai pada kategori 5, itu berarti di sana sudah terjadi kelaparan massal.

Para pejabat PBB tidak memberikan perincian secara geografis negara-negara mana saja yang sudah mulai mengalami gejala krisis pangan saat ini. Akan tetapi, Arif mengatakan, Afrika kemungkinan akan paling terpukul akibat pandemi Covid-19 ini.

Bahkan, sebelum pandemi virus corona, belalang padang pasir di timur Afrika telah menghancurkan tanaman petani dan meningkatkan jumlah orang yang kekurangan bahan makanan di sana. [yy/iNews]