30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Virus Corona di Dunia Mencapai 100 Ribu Kasus

Fiqhislam.com - Virus corona telah menyebar ke 90 negara di seluruh dunia. Total kasus yang ditemukan dari seluruh negara tersebut telah lebih dari 100 ribu orang, termasuk kasus baru yang ditemukan di atas kapal pesiar San Francisco, Amerika Serikat.

Wabah ini telah menewaskan lebih dari 3.400 orang dan tujuh negara melaporkan kasus pertama pada 6 Maret. Kerusakan ekonomi juga meningkat, dengan kawasan bisnis mulai kosong dan pasar saham terus berjatuhan.

Banyak negara yang terkena dampak, sehingga pemerintah meminta warganya untuk tinggal di rumah dengan kantor dan sekolah ditutup. Banyak pertemuan besar, pertandingan olahraga, dan musik dibatalkan. Toko dan swalayan banyak kehabisan stok bahan pokok seperti perlengkapan mandi, air, dan masker.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sekitar 3,4 persen dari kasus COVID-19 atau penyakit yang disebabkan oleh virus corona, telah meninggal. Angka ini jauh di atas tingkat kematian akibat flu musiman di bawah 1 persen. Badan ini pun merekomendasikan  setiap negara harus menjadikan wabah virus corona ini sebagai prioritas utama.

Banyak negara pun akhirnya melakukan penanganan serius dalam menghadapi serangan wabah tersebut. Amerika Serikat (AS) beberapa hari lalu telah mensahkan Undang-Undang untuk menyediakan 8,3 miliar dolar AS untuk meningkatkan kapasitas pengujian virus.



Saat ini, penyebaran virus telah mencapai setengah dari 50 negara bagian yang ada di AS dengan lima orang telah meninggal dunia. Kasus terbaru ini negara ini ketika kapal pesiar Grand Princess ditemukan penyebaran dari virus korona.

"Yang perlu dikarantina, akan dikarantina. Mereka yang membutuhkan perawatan medis tambahan akan menerimanya," kata Wakil Presiden Mike Pence.

Pence sebagai perwakilan AS dalam menghadapi virus korona menjelaskan, kapal pesiar itu akan dibawa ke pelabuhan non-komersial. Sebanyak 2.400 penumpang dan 1.100 awak akan diuji virus korona.

Sedangkan Iran terus menambah jumlah korban meninggal dunia karena virus tersebut. Kasus kematian melonjak menjadi 124, karena lebih dari 1.000 kasus baru didiagnosis selama 24 jam.

Negara kecil Vatikan melaporkan kasus pertama. Kasus ini ditemukan pada seorang pasien dalam pelayanan kesehatan. Laporan ini memperburuk penanganan virus yang bisa menyebar di ibukota Italia, Roma, dan mereka yang tinggal di Vatikan sering masuk dan keluar ke sekitar kota sekelilingnya. Italia adalah negara Eropa yang paling terpukul dengan jumlah korban jiwa mencapai 197 per Jumat.

Korea Selatan melaporkan 174 kasus, sehingga penghitungan nasional menjadi 6.767 kasus pada Sabtu (7/3). Sedangkan Cina terus menunjukan jumlah infeksi yang kecil, melaporkan 99 kasus baru yang terkonfirmasi.

Dengan jumlah yang bertabah di luar Cina, ada kekhawatiran ekonomi akan bergerak lambat dan mengalami kejatuhan. "Ada kekhawatiran bahwa walaupun telah ada tanggapan dari The Fed, mengingat sifat masalahnya, apakah ini sesuatu yang bisa benar-benar dibantu oleh bank sentral?" kata  ahli strategi tarif G10 di Standard Chartered Bank di London, John Davies.

Di New York, JPMorgan membagi timnya antara lokasi pusat dan sekunder di New Jersey. Sementara Goldman Sachs mengirim beberapa //trader// ke kantor sekunder terdekat di Greenwich, Connecticut, dan Jersey City.

Kota London yang menjadi ibukota keuangan Eropa, distrik Canary Wharf sangat tenang. Kantor besar S&P Global dalam kondisi kosong setelah perusahaan mengirim 1.200 stafnya pulang, dan HSBC meminta sekitar 100 orang untuk bekerja dari rumah setelah seorang pekerja dinyatakan positif menderita virus corona. [yy/republika]

Fiqhislam.com - Virus corona telah menyebar ke 90 negara di seluruh dunia. Total kasus yang ditemukan dari seluruh negara tersebut telah lebih dari 100 ribu orang, termasuk kasus baru yang ditemukan di atas kapal pesiar San Francisco, Amerika Serikat.

Wabah ini telah menewaskan lebih dari 3.400 orang dan tujuh negara melaporkan kasus pertama pada 6 Maret. Kerusakan ekonomi juga meningkat, dengan kawasan bisnis mulai kosong dan pasar saham terus berjatuhan.

Banyak negara yang terkena dampak, sehingga pemerintah meminta warganya untuk tinggal di rumah dengan kantor dan sekolah ditutup. Banyak pertemuan besar, pertandingan olahraga, dan musik dibatalkan. Toko dan swalayan banyak kehabisan stok bahan pokok seperti perlengkapan mandi, air, dan masker.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sekitar 3,4 persen dari kasus COVID-19 atau penyakit yang disebabkan oleh virus corona, telah meninggal. Angka ini jauh di atas tingkat kematian akibat flu musiman di bawah 1 persen. Badan ini pun merekomendasikan  setiap negara harus menjadikan wabah virus corona ini sebagai prioritas utama.

Banyak negara pun akhirnya melakukan penanganan serius dalam menghadapi serangan wabah tersebut. Amerika Serikat (AS) beberapa hari lalu telah mensahkan Undang-Undang untuk menyediakan 8,3 miliar dolar AS untuk meningkatkan kapasitas pengujian virus.



Saat ini, penyebaran virus telah mencapai setengah dari 50 negara bagian yang ada di AS dengan lima orang telah meninggal dunia. Kasus terbaru ini negara ini ketika kapal pesiar Grand Princess ditemukan penyebaran dari virus korona.

"Yang perlu dikarantina, akan dikarantina. Mereka yang membutuhkan perawatan medis tambahan akan menerimanya," kata Wakil Presiden Mike Pence.

Pence sebagai perwakilan AS dalam menghadapi virus korona menjelaskan, kapal pesiar itu akan dibawa ke pelabuhan non-komersial. Sebanyak 2.400 penumpang dan 1.100 awak akan diuji virus korona.

Sedangkan Iran terus menambah jumlah korban meninggal dunia karena virus tersebut. Kasus kematian melonjak menjadi 124, karena lebih dari 1.000 kasus baru didiagnosis selama 24 jam.

Negara kecil Vatikan melaporkan kasus pertama. Kasus ini ditemukan pada seorang pasien dalam pelayanan kesehatan. Laporan ini memperburuk penanganan virus yang bisa menyebar di ibukota Italia, Roma, dan mereka yang tinggal di Vatikan sering masuk dan keluar ke sekitar kota sekelilingnya. Italia adalah negara Eropa yang paling terpukul dengan jumlah korban jiwa mencapai 197 per Jumat.

Korea Selatan melaporkan 174 kasus, sehingga penghitungan nasional menjadi 6.767 kasus pada Sabtu (7/3). Sedangkan Cina terus menunjukan jumlah infeksi yang kecil, melaporkan 99 kasus baru yang terkonfirmasi.

Dengan jumlah yang bertabah di luar Cina, ada kekhawatiran ekonomi akan bergerak lambat dan mengalami kejatuhan. "Ada kekhawatiran bahwa walaupun telah ada tanggapan dari The Fed, mengingat sifat masalahnya, apakah ini sesuatu yang bisa benar-benar dibantu oleh bank sentral?" kata  ahli strategi tarif G10 di Standard Chartered Bank di London, John Davies.

Di New York, JPMorgan membagi timnya antara lokasi pusat dan sekunder di New Jersey. Sementara Goldman Sachs mengirim beberapa //trader// ke kantor sekunder terdekat di Greenwich, Connecticut, dan Jersey City.

Kota London yang menjadi ibukota keuangan Eropa, distrik Canary Wharf sangat tenang. Kantor besar S&P Global dalam kondisi kosong setelah perusahaan mengirim 1.200 stafnya pulang, dan HSBC meminta sekitar 100 orang untuk bekerja dari rumah setelah seorang pekerja dinyatakan positif menderita virus corona. [yy/republika]

Dalam Sehari, Kasus Corona di Italia Bertambah 1.200 orang

Dalam Sehari, Kasus Corona di Italia Bertambah 1.200 orang


Fiqhislam.com - Jumlah kasus virus corona di Italia, negara yang paling parah dilanda Eropa, melonjak lebih dari 1.200 dalam periode 24 jam, pada Sabtu (7/3).  Ini adalah kenaikan harian terbesar sejak epidemi dimulai dua pekan lalu.

Kepala Badan Perlindungan Sipil Italia Angelo Borelli mengatakan, kematian akibat virus menular itu naik menjadi 36 hingga 233.
"Pemerintah akan menyetujui sebuah keputusan pada hari Sabtu nanti yang mengesahkan langkah-langkah lebih banyak untuk mencoba mengatasi virus ini," kata Borrelli.

Pada pekan ini Italia telah melakukan berbagai langkah termasuk penutupan sekolah, bioskop dan banyak acara publik.
Jumlah kasus di negara ini naik menjadi 5.883 pada hari Sabtu dari 4.636 diumumkan pada Jumat (6/3), yang berarti bahwa penularan menunjukkan sedikit tanda melambat.

Penyakit ini pertama kali dikonfirmasi di Italia 15 hari yang lalu dan difokuskan pada beberapa hotspot di utara. Tetapi kasus sekarang telah dikonfirmasi di masing-masing dari 20 wilayah negara itu, dengan kematian tercatat di delapan wilayah.

Pada hari Jumat, pemerintah menyetujui rencana untuk mempekerjakan hingga 20 ribu dokter dan perawat baru untuk merespons keadaan darurat.
Data menunjukkan bahwa wilayah utara Lombardia, Emilia Romagna dan Veneto adalah yang paling terpukul, mewakili 85 persen kasus nasional secara keseluruhan dan 92 persen dari jumlah kematian yang tercatat.

"Kami akan memenangkan pertempuran ini jika warga negara kami mengambil sikap yang bertanggung jawab dan mengubah cara hidup mereka," kata Borrelli

Di daerah yang terkena dampak terburuk, rumah sakit Italia berada di bawah tekanan. Jumlah pasien dalam perawatan intensif naik menjadi 567, naik 23 persen dari hari sebelumnya. Dari mereka yang awalnya terinfeksi, 589 telah pulih sepenuhnya.

Kepala Lembaga Kesehatan Nasional Silvio Brusaferro mengatakan usia rata-rata pasien yang telah meninggal adalah lebih dari 81 tahun. Mereka umumnya laki-laki dan lebih dari 80 persen memiliki lebih dari dua kondisi kesehatan yang mendasarinya. Wabah ini telah menewaskan lebih dari 3.400 orang di seluruh dunia dan menyebar di lebih dari 90 negara di luar China. [yy/republika]

Jumlah Kematian Akibat Corona di Iran Jadi 145 Kasus

Jumlah Kematian Akibat Corona di Iran Jadi 145 Kasus


Fiqhislam.com - Jumlah kematian di Iran akibat virus corona mencapai 145 hingga Sabtu (7/3) setelah 21 orang lagi dipastikan meninggal. Pejabat dan kantor berita setempat menyatakan 21 orang itu termasuk seorang anggotaparlemen konservatif dari Teheran.

Ketika mengumumkan kematian terbaru, seorang pejabat kementerian kesehatan mengatakan dalam konferensi pers yang disiarkan televisi bahwa kasus orang yang dipastikan mengidap corona telah meningkat sebanyak lebih dari 1.000 dalam 24 jam terakhir. Dengan demikian, hingga Sabtu jumlah total pasien COVID-19 di negara itu menjadi 5.823.

Anggota parlemen Fatehmeh Rahbartermasuk di antara mereka yang meninggal pada Jumat (6/2), menurut laporan kantor berita semiresmi, Tasnim. Kematian Fatehmeh itu menjadi tanda berikutnya bahwa penyakit tersebut telah menyebar di kalangan lembaga negara.

Pada 2 Maret, Tasnim melaporkan kematian Mohammad Mirmohammadi. Mohammad adalah anggota Dewan Kemanfaatan, lembaga yang menyelesaikan perselisihan antara parlemen dan Dewan Wali, yaitu badan yang memeriksa para kandidat pemilu.

Wakil Menteri Kesehatan Iraj Harirchi dan anggota parlemen lainnya, Mahmoud Sadeghi, mengatakan mereka juga telah tertular virus corona. Sementara pihak berwenang berupaya mengatasi wabah, Otoritas Masjid Iran menunda semua pertemuan dan perayaan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, menurut laporan kantor berita Mehr.

Iran menjadi pusat wabah virus corona di Timur Tengah. Sebagian besar kasus yang dilaporkan di kawasan tersebut menimpa orang-orang yang sebelumnya berada di Iran atau tertular virus dari orang-orang yang pernah mengunjungi negara tersebut. [yy/republika]

Kasus Positif Corona di Indonesia Tambah Jadi Enam

Kasus Positif Corona di Indonesia Tambah Jadi Enam


Fiqhislam.com - Pemerintah mengumumkan bertambahnya dua kasus positif virus corona di Indonesia. Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto menyebut, satu kasus tersebut merupakan hasil perkembangan dari kasus klaster Jakarta.

"Dari hasil pemeriksaan laboratorium kita menemukan kasus positif," kata Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Ahad (8/3).

Kedua pasien merupakan laki-laki berusia 55 yang disebut kasus 5 dan laki-laki 36 tahun yang disebut kasus 6. Untuk kasus 6 merupakan hasil temuan dari kasus corona di kapal Diamond Princess.

"Kemudian yang ke-2, konfirm covid-19 yang kita sebut, sebagai kasus 6, laki-laki 36 tahun ini adalah imported case yang didapatkan dari Jepang, pada saat bekerja di kapal Diamond Princess," jelas dia.

Menurut Yurianto, kondisi kedua pasien masih stabil dan baik. Keduanya tidak membutuhkan bantuan selang oksigen dan tidak diinfus. Selain itu, mereka juga tidak mengalami gejala seperti demam, batuk, dan pilek.

"Kasus 5 dan 6, kondisi keduanya stabil, tidak membutuhkan oksigen, tidak diinfus, sadar penuh, tidak demam, tidak batuk, dan tidak pilek. Jadi kondisinya dalam keadaan baik," ucap dia.

Dengan bertambahnya dua kasus positif corona ini, maka pasien suspect menjadi sebanyak 21 orang. Sedangkan, total kasus positif corona menjadi enam orang.

Saat ini, keduanya tengah diisolasi di RSPI Sulianto Saroso dan RS Persahabatan. [yy/republika]

 

Tags: Corona | COVID-19