20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
BERITA INTERNASIONAL

Erdogan Minta Putin Tak Ikut Campur soal Suriah Setelah 33 Tentaranya Tewas

Erdogan Minta Putin Tak Ikut Campur soal Suriah Setelah 33 Tentaranya TewasFiqhislam.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta mitranya dari Rusia Vladimir Putin tak ikut campur dalam persoalan di Idlib, Suriah.

Erdogan mempertanyakan alasan Rusia bercokol di Idlib, provinsi yang berbatasan dengan Turki yang juga basis terakhir pemberontak.

"Saya bertanya kepada Putin, 'Apa urusan Anda di sana?' Jika Anda mendirikan pangkalan, lakukan, tapi menyingkirlah dan biarkan kami berhadapan dengan rezim (pasukan Bashar Al Assad)," katanya di Istanbul, menirukan percakapan dengan Putin, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (29/2/2020).

Ketegangan antara Turki dengan Suriah maupun dengan Rusia semakin meningkat setelah 33 pasukannya tewas dalam serangan udara pasukan rezim Bashar Al Assad di Idlib pada Kamis (27/2/2020).



Rusia merupakan sekutu dekat Suriah dalam perang sipil yang sudah berlangsung sekitar 8 tahun.

Seorang pejabat senior Pemerintah Turki sebelumnya pasukannya menghancurkan fasilitas senjata kimia di dekat Aleppo, Suriah. Selain fasilitas senjata kimia, ada beberapa terget lainnya yang ikut hancur.

"Fasilitas kimia, terletak sekitar 13 kilometer sebelah selatan Aleppo, bersama sejumlah besar target rezim lainnya, dihancurkan," kata sumber tersebut.

Namun, Lembaga Pemantau Suriah untuk HAM yang berbasis di London, Inggris, menyatakan serangan Turki mengenai pangkalan militer di Aleppo timur. Disebutkan bahwa di pangkalan tersebut tak terdapat fasilitas senjata kimia. [yy/iNews]

Erdogan Minta Putin Tak Ikut Campur soal Suriah Setelah 33 Tentaranya TewasFiqhislam.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta mitranya dari Rusia Vladimir Putin tak ikut campur dalam persoalan di Idlib, Suriah.

Erdogan mempertanyakan alasan Rusia bercokol di Idlib, provinsi yang berbatasan dengan Turki yang juga basis terakhir pemberontak.

"Saya bertanya kepada Putin, 'Apa urusan Anda di sana?' Jika Anda mendirikan pangkalan, lakukan, tapi menyingkirlah dan biarkan kami berhadapan dengan rezim (pasukan Bashar Al Assad)," katanya di Istanbul, menirukan percakapan dengan Putin, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (29/2/2020).

Ketegangan antara Turki dengan Suriah maupun dengan Rusia semakin meningkat setelah 33 pasukannya tewas dalam serangan udara pasukan rezim Bashar Al Assad di Idlib pada Kamis (27/2/2020).



Rusia merupakan sekutu dekat Suriah dalam perang sipil yang sudah berlangsung sekitar 8 tahun.

Seorang pejabat senior Pemerintah Turki sebelumnya pasukannya menghancurkan fasilitas senjata kimia di dekat Aleppo, Suriah. Selain fasilitas senjata kimia, ada beberapa terget lainnya yang ikut hancur.

"Fasilitas kimia, terletak sekitar 13 kilometer sebelah selatan Aleppo, bersama sejumlah besar target rezim lainnya, dihancurkan," kata sumber tersebut.

Namun, Lembaga Pemantau Suriah untuk HAM yang berbasis di London, Inggris, menyatakan serangan Turki mengenai pangkalan militer di Aleppo timur. Disebutkan bahwa di pangkalan tersebut tak terdapat fasilitas senjata kimia. [yy/iNews]

Turki Bombardir Fasilitas Senjata Kimia Suriah

Turki Bombardir Fasilitas Senjata Kimia Suriah


Fiqhislam.com - Turki melancarkan serangan terhadap fasilitas senjata kimia Suriah di dekat Aleppo setelah 33 tentaranya tewas akibat gempuran pasukan rezim Bashar Al Assad di Provinsi Idlib, Kamis (27/2/2020).

Seorang pejabat senior Pemerintah Turki mengatakan, selain fasilitas senjata kimia ada beberapa terget lainnya yang hancur dalam serangan yang berlangsung pada Sabtu (29/2/2020) dini hari itu.

"Fasilitas kimia, terletak sekitar 13 kilometer sebelah selatan Aleppo, bersama sejumlah besar target rezim lainnya, dihancurkan," kata sumber tersebut, dikutip dari AFP.

Namun, Lembaga Pemantau Suriah untuk HAM yang berbasis di London, Inggris, menyatakan serangan Turki mengenai pangkalan militer Suriah di Aleppo timur. Disebutkan bahwa di pangkalan tersebut tak terdapat fasilitas senjata kimia.

Sebanyak 33 tentara Turki tewas dalam serangan udara pasukan rezim Bashar Al Assad yang didukung Rusia. Jumlah korban itu merupakan pukulan telak bagi Turki dalam perang di Suriah sebak beberapa tahun terakhir.

Insiden ini meningkatkan ketegangan antara Turki dan Rusia. Terlebih, 12 pos pemantauan Turki di Idlib yang didirikan sebagai buah dari kesepakatan dengan Rusia pada 2018, ikut diserang pasukan Suriah.

Pada Jumat, Presiden Recep Tayyip Erdogan berbicara melalui telepon dengan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, dalam upaya untuk mengurangi ketegangan.

Erdogan akan ke Moskow pekan depan untuk membicarakan solusi ketegangan terbaru ini. [yy/iNews]

 

Tags: Erdogan | Turki | Idlib | Suriah