25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Puluhan Rudal Iran Hantam Pangkalan Ain al-Asad Irak

Puluhan Rudal Iran Hantam Pangkalan Ain al-Asad IrakFiqhislam.com - Garda Revolusi Iran meluncurkan puluhan rudal ke pangkalan udara Ain al-Asad di Irak pada Rabu (8/1) dini hari waktu setempat. Pangkalan tersebut merupakan fasilitas yang dioperasikan bersama oleh pasukan Irak dan Amerika Serikat (AS).

"Dalam Operasi Martir Soleimani pada dini hari Rabu, puluhan rudal darat ke darat ditembakkan ke pangkalan AS dan berhasil menghantam Pangkalan Ain al-Asad," kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan resmi dikutip Anadolu Agency.

Sumber-sumber militer Iran mengeklaim serangan itu menyebabkan 30 tentara AS terluka. Garda Revolusi Iran menyebut serangan ke Pangkalan Ain al-Asad hanya permulaan dari serangkaian balas dendam atas dibunuhnya Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani oleh AS. Iran tak menetapkan batas waktu kapan serangan akan dihentikan.



"Kami memperingatkan semua negara sekutu AS bahwa jika serangan dilancarkan dari pangkalan di negara mereka ke Iran, mereka akan menjadi sasaran pembalasan militer," kata Garda Revolusi Iran.

Pentagon telah mengonfirmasi serangan rudal Iran ke Pangkalan Ain al-Asad. Menurut mereka, rudal menghujani fasilitas militer tersebut pada pukul 05.30 waktu setempat.

"Jelas bahwa rudal ini diluncurkan dari Iran dan menargetkan setidaknya dua pangkalan militer Irak yang menampung personel militer dan koalisi AS di Al-Asad dan Irbil," ujar juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman.

Pentagon mengaku sedang menilai apa saja dampak kerusakan yang ditimbulkan serangan rudal Iran. Militer AS mengonfirmasi enam rudal telah menyebabkan dampak.

Pada Jumat pekan lalu, AS membunuh Qasem Soleimani di Bandara Internasional Baghdad, Irak. Dia, yang saat itu tengah berada di konvoi Popular Mobilization Forces (PMF), yakni pasukan paramiliter Irak yang dekat dengan Iran, tewas akibat serangan drone atau pesawat nirawak.

Itu merupakan serangan besar pertama AS terhadap kelompok yang terafiliasi atau terkait dengan Iran sejak menarik pasukannya dari Irak pada 2011. Perintah untuk mengeksekusi tindakan tersebut datang langsung dari Presiden AS Donald Trump. [yy/republika]


Israel Jadi Target Selanjutnya


Fiqhislam.com - Iran menyerang pangkalan militer di Irak,yang digunakan pasukan Amerika Serikat sebagai markas, Rabu (8/1/2020). Serangan ini merupakan balasan atas pembunuhan komandan pasukan elite Quds, Garda Revolusi Iran, Qasem Soleimani, pada pekan lalu.

Korps Garda Revolusi Iran menyebut serangan itu sebagai Operasi Martir Soleimani untuk merespons atas operasi kriminal dan teroris penjajah AS.

"Menembakkan puluhan rudal darat ke darat di pangkalan udara tentara teroris Amerika, Ain Al Asad dan menghancurkan pangkalan tersebut," bunyi pernyataan, dikutip dari AFP.

Dilanjutkan, Korps Garda Revolusi Iran ingin mengucapkan selamat kepada masyarakat atas kemenangan besar ini.

Berikut empat poin pernyataan Korps Garda Revolusi Iran:

1. Kami memperingatkan Setan Besar, rezim AS yang kejam dan arogan, bahwa tindakan jahat atau gerakan agresi baru akan disambut dengan respons yang lebih menyakitkan dan menghancurkan.

2. Kami memperingatkan pemerintahan sekutu AS yang telah menyediakan pangkalan bagi pasukan negara itu, wilayah mana pun yang digunakan sebagai pangkalan untuk tindakan permusuhan dan agresif terhadap Republik Islam Iran akan menjadi sasaran.

3. Kami tidak mempertimbangkan dengan cara apa pun bahwa rezim Zionis (Israel) dipisahkan dari AS dalam (tanggung jawab atas) kejahatan ini.

4. Kami meminta warga AS untuk mengingatkan pasukan AS yang berada di kawasan untuk menghindari kerugian lebih lanjut dan untuk tidak membiarkan nyawa para prajuritnya semakin terancam oleh kebencian yang semakin meningkat, karena kebenciannya terhadap orang lain. [yy/iNews]