23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Aksi 10 Tokoh Dunia yang Bikin Heboh 2019

Aksi 10 Tokoh Dunia yang Bikin Heboh 2019Fiqhislam.com - Tak terasa 2019 tinggal hitungan hari. Dinamika politik, ekonomi, sosial dan keamanan di dunia pun bergerak cepat seiring dengan arah kebijakan baru berbagai negara di dunia.

Di balik dinamika tersebut, tentu ada tokoh-tokoh yang sepak terjangnya menjadi sorotan bahkan menghebohkan dunia. Mereka adalah pemimpin negara maupun aktivis yang mendedikasikan diri untuk kemaslahatan dunia. Ada yang mengundang pujian maupun decak kagum, ada pula aksi mereka yang kontroversial, bahkan sampai mengundang banyak kecaman.



VIVAnews merangkum siapa saja 10 tokoh dunia yang bikin heboh selama 2019. Berikut ini daftarnya. 

1. Donald Trump

Sebagai presiden negara yang memiliki pengaruh besar di dunia yaitu Amerika Serikat, sepak terjang Donald Traup tentu saja menjadi sorotan. 

Apalagi sejak dilantik, Trump terus mengeluarkan kebijakan atau pernyataan yang bikin heboh dunia. Hal tersebut pun terjadi pada 2019, bahkan membuat hubungan AS dengan para negara-negara 'rivalnya' kian tegang. 

Seperti, kemunduran negosiasi nuklir dengan Korea Utara karena AS uji ocba rudal baru. Hingga terus berlanjutnya perang dagang dengan China, yang membuat ekonomi dunia terombang ambing. 

Pernyataan Trump yang mendukung warga Hong Kong melawan kebijakan China pun bikin heboh. Lalu, untuk pertama kalinya pasukan AS diperintahkan pemimpinya untuk melakukan misi yang sangat berisiko yaitu masuk ke sarang ISIS untuk membunuh Abu Bakar al-Baghdadi.

Pada akhir 2019, Trump akhirnya resmi dimakzulkan DPR AS melalui pemungutan suara di Capitol Hill. Hal ini mencatat sejarah baru Presiden AS ketiga yang dimakzulkan oleh DPR. 

2. Kim Jong Un

Berbicara tentang pemimpin dunia satu ini memang tidak lepas dari kontroversi. Sebab, tetutupnya Korea Utara dari dunia internasional membuat apapun fakta baru mengenai Kim Jong un menjadi sorotan dunia. 

Pada 2019 perdamaian dengan sejumlah negara terkait pengembangan nuklir sepertinya masih jauh dari kata sepakat. Meski pada tahun ini Kim Jong Un telah melakukan pertemuan dengan pemimpin dunia seperti, Presiden AS Donald Trump, dan melanjutkan negosiasi dengan Korea Selatan. 

Propaganda ala Korut pun terus dilakukan. Kim pun terus melakukan uji coba rudal terbarunya, seakan menunjukan semakin kuatnya senjata pemusnah masal yang dimiliki Korut. Bahkan, media lokal Korut pun kerap merilis foto-foto yang secara tersirat menandakan bahwa Kim akan melakukan sejumlah hal yang menggemparkan dunia. 

3. Xi Jinping

Dominasi China di bawah kepemimpinan Xi Jinping semakin menjadi pada 2019. Dari aspek ekonomi maupun politik, hingga kekuatan militer, China semakin menancapkan taringnya di dunia. 

Hal tersebut terbukti dari alotnya perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Xi Jimping mampu mengimbangi gertakan Donald Trump yang memboikot sejumlah porduk China ke AS. China pun membuat kekuatan dagang baru di kawasan Asia. 

Soal politik luar negeri, Jimping pun menegaskan kedaulatannya terhadap Taiwan dan Hong Kong. China juga terus membangun kekuatan militernya tahun ini, guna mengantisipasi mandeknya negosiasi pengembangan sejata nuklir internasional dengan Korea Utara. 

Terlepas dari semua itu, Jinping dalam peringatan 70 tahun pemerintahan Partai Komunis Oktober 2019 menegaskan, tidak ada satu negara pun bisa hentikan dominasi China di dunia. 

4. Angela Merkel

Pemimpin dunia yang didaulat peringkat pertama wanita paling powerful didunia 2019, versi Majalah Forbes, ini tidak bisa diragukan lagi kiprahnya di dunia internasional. 

Tahun ini di masa-masa akhir kepemimpinannya sebagai Kanselir Jerman, Markel lebih mendedikasikan dirinya untuk kemanusiaan. Terbukti, dia pada pertengahan 2019 mengizinkan lebih dari satu juga pengungsi Suriah masuk ke Jerman. 

Angela dalam berbagai kesempatan khususnya di pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa, terus menyerukan konflik militer yang berkepanjangan di Suriah. 

Dia pun 'pasang badan' menghadapi dampak dari keluar
Inggris dari Uni Eropa dan meningkatnya sentimen anti imigran di Eropa. 

5. Muhammad bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman, atau dikenal dengan singkatan MBS, terus mentransformasi dan memodernisasi negerinya yang dikenal sangat konservatif. Sejumlah kebijakan yang 'kaku' di arab pun dievaluasi dan Arab lebih 'ramah' terhadap dunia internasional 

Muhammad bin Salman, yang menjabat sebagai Deputi Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Arab Saudi tahun ini mewujudkan komitmennya dalam memerhatikan hak-hak wanita di Arab. Hal itu diwujudkan dalam  kebijakan seperti menghapus sistem perwalian, mengizinkan perempuan menyetir, dan menjamin partisipasi perempuan dalam ketenagakerjaan.

Peningkatan fasilitas untuk jemaah Haji dan Umrah pun dilakukan oleh MBS. Selain itu Arab mempermudah pengurusan visa dan menambah kuota Haji dan Umrah ke sejumlah negara yang mayoritas penduduknya Islam seperti Indonesia. 

Selain kebijakanya yan kontroversi, pernyataanya pun bikin heboh dunia. Pada September lalu dalam sebuah tayangan televisi, MBS mengaku bertanggung jawab sepenuhnya atas kematian Pembunuhan Jamal Khashoggi. Sebab menurutnya, Kejadian itu seharusnya ada di bawah pengawasannya.

6. PM Boris Johnson

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dipastikan akan melanjutkan jabatannya, setelah Partai Konservatif yang ia pimpin berhasil mendulang suara terbanyak dalam pemilihan umum pada Kamis, 12 Desember 2019, waktu setempat. Dengan demikian Inggris tetap akan fokus pada keluar dari Uni Eropa atau Brexit.

Hasil pemilu tersebut seolah menjadi sinyal bahwa keputusan Brexit adalah yang terbaik untuk negara itu. Boris pun diketahui selama 2019 berjuang mati-matian untuk segera mewujudkan hah itu. Bahkan pada September 2019 dia menegaskan lebih baik 'mati di parit' daripada menunda Brexit lebih dari bulan depan.

Kini Boris Johnson bisa segera meratifikasi kesepakatan Brexit yang dibuat dengan Uni Eropa (UE). Sehingga Inggris dapat segera keluar pada 31 Januari 2020, setelah sebelumnya tertunda pada akhir Oktober 2019.

Selain perjuanganya dalam proses Brexit, PM Boris juga jadi sorotan saat dia dan Presiden Prancis Emmanuel Macron tampak berkomentar soal pendekatan istimewa Trump dalam diplomasi internasional. Kala itu para pemimpin dunia sedang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi NATO di Istana Buckingham.

7. PM Finlandia Sanna Marin

Sanna Marin menjadi buah bibir karena mengukir sejarah sebagai perdana menteri termuda dunia. Mantan menteri perhubungan berusia 34 tahun ini dinilai bisa lebih menciptakan harapan bagi negara tersebut. 

Meski bukan hal yang tabu pemimpin wanita di FInlandia, latar belakang Marin yang disebut anggota pertama di keluarganya yang mengenyam bangku pendidikan juga bikin heboh dunia. Namun parasnya yang cantik dipadu dengan prestasi yang cemerlang membuatnya yakin dengan jabatannya sekarang. 

Hal yang bikin heboh lainnya adalah ejekan  Menteri Dalam Negeri Estonia Mart Helmet yang mengatainya seperti sales girl. Presiden Estonia pun langsung meminta maaf kepada Marin atas pernyataan menterinya tersebut. 

8. Raja Thailand Vajiralongkorn

Setelah dinobatkan sebagai Raja Thailand pada Mei 2019, Vajiralongkorn langsung bikin heboh dunia dan masyarakatnya. tiga hari setelah penobatan, Istana Kerajaan Thailand mengumumkan bahwa dia telah menikahi pengawal pribadinya. Suthida pun diberi gelar ratu. 

Kehidupan Vajiralongkorn setelah menjadi raja pun di kelilingi oleh sejumlah wanita. Yang mengejutkan, Istana Kerajaan pada Juli 2019 mengumumkan telah mencabut semua gelar kerajaan dan militer yang disandang selir Vajiralongkorn yaitu Sineenat Wongvajirapakdi, karena dia dianggap tidak setia terhadap monarki.

Pengumuman mengejutkan ini muncul beberapa bulan setelah Sineenat Wongvajirapakdi mendapat gelar 'Chao Khun Phra' yang artinya Selir Kerajaan.

Tak lama kemudian pada Oktober lalu, belasan pejabat Istana Kerajaan pun di pecatnya. Mereka dituding telah melanggar aturan yang ada di kerajaan. Peristiwa itu pun bikin heboh. 

9. Greta Thunberg

Aktivis muda yang lahir di Swedia pada 2003 ini dikenal lantang bersuara, mengajak orang-orang untuk peduli dengan perubahan iklim. Nominator Nobel Perdamaian ini pun terus melakukan gebrakan pada 2019. 

Pada Agustus lalu dia memutuskan untuk berlayar berlayar selama 13 hari untuk dapat berbicara dalam forum PBB di New York, Amerika Serikat pada September 2019. 

Tak sampai di situ, dalam forum tersebut, dia jadi sorotan dunia karena menyampaikan pidato yang emosional di hadapan para pemimpin dunia di KTT Perubahan Iklim PBB. 

Dengan berani, Thunberg menuduh para pemimpin dunia gagal bertindak dalam mengatasi perubahan iklim. Ada sekitar 60 pemimpin negara yang ikut serta dalam pertemuan. 

10. Nancy Pelosi 

Perempuan berusia 78 tahun ini terpilih kembali sebagai Ketua DPR Amerika pada Januari 2019. Baru dilantik, kala itu dia langsung dihadapakan dengan penutupan pemerintahan yang dilakukan Donald Trump karena kubu Demokrat tidak menyetujui RUU APBN yang diajukan Trump. 

Pelosi menegaskan, Demokrat tidak menyepakati anggaran pembuatan tembok pemisah antara AS dan Meksiko yang diajukan Trump. RUU APBN AS pun akhirnya diloloskan dengan tidak menyepakati keinginan anggaran tembok itu, meski Trump telah mengumumkan keadaan darurat. 

Perseteruan Pelosi dan Trump tidak sampai di situ. Dia pun bikin heboh karena memulai proses impeachment terhadap kepemimpinan Trump. Pada pertengahan Desember, Donald Trump, resmi dimakzulkan DPR AS melalui pemungutan suara di Capitol Hill.

Pemakzulan ini pun mencatatkan sejarah keempat kalinya hal serupa terjadi di AS. Karena hal ini, Pelosi pun didaulat menjadi wanita paling powerful ketiga pada 2019 versi Majalah Forbes. [yy/vivaNews]