30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Pemimpin ISIS Dikabarkan Tewas

Pemimpin ISIS Dikabarkan TewasFiqhislam.com - Amerika Serikat (AS) telah melakukan operasi yang menargetkan pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi. Al-Baghdadi dikabarkan tewas.

Informasi tersebut didapatkan dari seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (27/10/2019), sumber anonim mengatakan bahwa AS telah melakukan operasi terhadap pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi yang sulit ditangkap itu. Namun, pejabat itu tidak mengungkapkan rincian operasi dan tidak mengatakan apakah itu berhasil.

Sementara itu, Newsweek mengutip seorang pejabat Angkatan Darat AS yang memberi pengarahan tentang hasil operasi itu. Sang pejabat mengatakan al-Baghdadi terbunuh dalam serangan itu.



Dikatakan operasi itu terjadi di provinsi Idlib barat laut Suriah, dan dilakukan oleh pasukan operasi khusus setelah menerima intelijen yang bisa ditindaklanjuti.

Terkait hal ini, juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengumumkan pada hari Sabtu malam bahwa Presiden AS Donald Trump akan membuat "pernyataan utama" pada pukul 9:00 EST (1300 GMT) pada hari Minggu (27/10).

Gidley tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang topik pernyataan Trump. Trump memberikan indikasi bahwa ada sesuatu yang terjadi lebih awal pada Sabtu malam ketika dia berkicau di Twitter tanpa penjelasan, "Sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi!" kicau Trump di akun pribadinya. Namun, diketahui bahwa twit tersebut juga terkait dengan rencana pemakzulannya.

Sebelumnya diketahui, selama berhari-hari, para pejabat AS khawatir bahwa Negara Islam akan berupaya memanfaatkan gejolak di Suriah. Tetapi mereka juga melihat peluang potensial, di mana para pemimpin Negara Islam dapat melepaskan diri dari rutinitas yang lebih rahasia untuk berkomunikasi dengan para operator, berpotensi menciptakan peluang bagi Amerika Serikat dan sekutunya untuk mendeteksi mereka.

Baghdadi sudah lama dianggap bersembunyi di suatu tempat di sepanjang perbatasan Irak-Suriah. Dia telah memimpin kelompok itu sejak 2010, ketika itu masih merupakan cabang bawah tanah Al Qaeda di Irak.

Pada 16 September, jaringan media Negara Islam mengeluarkan pesan audio 30 menit yang mengaku datang dari Baghdadi. Dalam rekaman tersebut, Baghdadi mengatakan operasi berlangsung setiap hari dan meminta para pendukung untuk membebaskan wanita yang dipenjara di kamp-kamp di Irak dan Suriah atas dugaan hubungan mereka dengan kelompoknya.

Dalam pesan audio, Baghdadi juga mengatakan Amerika Serikat dan kuasanya telah dikalahkan di Irak dan Afghanistan, dan bahwa Amerika Serikat telah "diseret" ke Mali dan Nigeria.

Pada puncak kekuasaannya, Negara Islam telah menguasai jutaan orang di wilayah yang membentang dari Suriah utara melalui kota-kota dan desa-desa di sepanjang lembah Tigris dan Efrat ke pinggiran ibukota Irak, Baghdad.

Namun, jatuhnya Mosul dan Raqqa pada tahun 2017, yang merupakan basis kuatnya di Irak dan Suriah, melucuti kepemimpinan Baghdadi. Semenjak itu, dia menjadi buron. [yy/news.detik]

Pemimpin ISIS Dikabarkan TewasFiqhislam.com - Amerika Serikat (AS) telah melakukan operasi yang menargetkan pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi. Al-Baghdadi dikabarkan tewas.

Informasi tersebut didapatkan dari seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (27/10/2019), sumber anonim mengatakan bahwa AS telah melakukan operasi terhadap pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi yang sulit ditangkap itu. Namun, pejabat itu tidak mengungkapkan rincian operasi dan tidak mengatakan apakah itu berhasil.

Sementara itu, Newsweek mengutip seorang pejabat Angkatan Darat AS yang memberi pengarahan tentang hasil operasi itu. Sang pejabat mengatakan al-Baghdadi terbunuh dalam serangan itu.



Dikatakan operasi itu terjadi di provinsi Idlib barat laut Suriah, dan dilakukan oleh pasukan operasi khusus setelah menerima intelijen yang bisa ditindaklanjuti.

Terkait hal ini, juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengumumkan pada hari Sabtu malam bahwa Presiden AS Donald Trump akan membuat "pernyataan utama" pada pukul 9:00 EST (1300 GMT) pada hari Minggu (27/10).

Gidley tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang topik pernyataan Trump. Trump memberikan indikasi bahwa ada sesuatu yang terjadi lebih awal pada Sabtu malam ketika dia berkicau di Twitter tanpa penjelasan, "Sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi!" kicau Trump di akun pribadinya. Namun, diketahui bahwa twit tersebut juga terkait dengan rencana pemakzulannya.

Sebelumnya diketahui, selama berhari-hari, para pejabat AS khawatir bahwa Negara Islam akan berupaya memanfaatkan gejolak di Suriah. Tetapi mereka juga melihat peluang potensial, di mana para pemimpin Negara Islam dapat melepaskan diri dari rutinitas yang lebih rahasia untuk berkomunikasi dengan para operator, berpotensi menciptakan peluang bagi Amerika Serikat dan sekutunya untuk mendeteksi mereka.

Baghdadi sudah lama dianggap bersembunyi di suatu tempat di sepanjang perbatasan Irak-Suriah. Dia telah memimpin kelompok itu sejak 2010, ketika itu masih merupakan cabang bawah tanah Al Qaeda di Irak.

Pada 16 September, jaringan media Negara Islam mengeluarkan pesan audio 30 menit yang mengaku datang dari Baghdadi. Dalam rekaman tersebut, Baghdadi mengatakan operasi berlangsung setiap hari dan meminta para pendukung untuk membebaskan wanita yang dipenjara di kamp-kamp di Irak dan Suriah atas dugaan hubungan mereka dengan kelompoknya.

Dalam pesan audio, Baghdadi juga mengatakan Amerika Serikat dan kuasanya telah dikalahkan di Irak dan Afghanistan, dan bahwa Amerika Serikat telah "diseret" ke Mali dan Nigeria.

Pada puncak kekuasaannya, Negara Islam telah menguasai jutaan orang di wilayah yang membentang dari Suriah utara melalui kota-kota dan desa-desa di sepanjang lembah Tigris dan Efrat ke pinggiran ibukota Irak, Baghdad.

Namun, jatuhnya Mosul dan Raqqa pada tahun 2017, yang merupakan basis kuatnya di Irak dan Suriah, melucuti kepemimpinan Baghdadi. Semenjak itu, dia menjadi buron. [yy/news.detik]

Irak Konfirmasi Kematian Pimpinan ISIS Baghdadi

Irak Konfirmasi Kematian Pimpinan ISIS Baghdadi


Fiqhislam.com - Dua sumber keamanan Irak mengatakan Baghdad telah mengonfirmasi kematian pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi. Sebelumnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan akan memberikan pengumuman penting di Gedung Putih.

"Sumber kami dari dalam Suriah telah mengonfirmasi kepada tim intelijen Irak yang ditugaskan mengejar Baghdadi, dia telah terbunuh bersama pengawalnya di Idlib setelah persembunyiannya ditemukan ketika ia mencoba membawa keluarganya ke luar dari Idlib menuju perbatasan Turki," kata salah satu sumber Irak tersebut, Ahad (27/10).

Pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS) juga telah mengonfirmasi militer AS menggelar operasi serangan terhadap Baghdadi. Pejabat yang tidak disebutkan namanya itu tidak dapat memastikan keberhasilan operasi tersebut.

Media AS Newsweek melaporkan operasi tersebut akan digelar di barat laut Provinsi Idlib, Suriah. Newsweek juga melaporkan operasi yang dilakukan pasukan operasi khusus itu digelar setelah AS menerima data intelijen yang dapat ditindaklanjuti.

Pejabat pemerintah AS tidak dapat menjelaskan rincian operasi tersebut. Pentagon belum menjawab permintaan komentar atas laporan tersebut.

Juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengatakan Trump akan menyampaikan 'pernyataan penting' pada Ahad pagi waktu setempat. Gidley juga tidak menjelaskan pernyataan apa yang akan disampaikan Trump.

Pada Sabtu (26/10) lalu di media sosial Twitter Trump mengisyaratkan ada yang sedang terjadi. "Sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi," cicit Trump.

Trump semakin frustasi karena media-media AS fokus memberitakan penyelidikan pemakzulan yang digelar House of Representative. Penyelidikan yang menurut Trump sebagai upaya mencemarkan nama baiknya. [yy/republika]

Al Baghdadi Disebut Ledakkan Diri Pakai Rompi Bom

Al Baghdadi Disebut Ledakkan Diri Pakai Rompi Bom


Fiqhislam.com - Pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi diyakini tewas dalam serangan pasukan Amerika Serikat (AS) di Provinsi Idlib, Suriah, Sabtu (26/10/2019).

Media AS, mengutip beberapa sumber dari pemerintah, seperti dinukil AFP, Minggu (27/10/2019), melaporkan, Al Baghdadi tewas setelah meledakkan diri menggunakan rompi bom saat diserang.

Pejabat AS mengatakan, Al Baghdadi menjadi target serangan rahasia pasukan khusus setelah mendapat persetujuan oleh Presiden Donald Trump.

Ini bukan kali pertama pria asal Irak berusia 49 tahun itu dilaporkan tewas dalam serangan. Sejak operasi melawan ISIS dilancarkan pasukan koalisi pimpinan AS, Al Baghdadi sudah beberapa kali dilaporkan meninggal.

Sementara itu ABC News melaporkan, pemeriksaan biometrik tengah dilakukan untuk mengidentifikasi para korban serangan pasukan AS. Selain Al Baghdadi, ada beberapa anggota ISIS yang tewas.

Al Baghdadi disebut sebagai salah satu tokoh sentral dari rencana ISIS mendirikan negara Islam di Irak dan Suriah sejak 2014.

Dia disalahkan atas kematian ribuan warga sipil akibat dieksekusi serta dituduh melakukan kejahatan perang.

Posisi Al Baghdadi semakin terdesak sejak pasukan koalisi pimpinan AS menghancurkan basis kekuatan ISIS di kedua negara pada Maret 2019.

Dalam pesan video dan audio yang sangat langka tahun ini, Al Baghdadi meminta para pejuang ISIS untuk berkumpul kembali dan berusaha membebaskan ribuan kawan mereka yang ditangkap oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di yang bersekutu dengan AS.

AS juga pernah mengumumkan hadiah sebesar 25 juta dolar AS bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi tentang keberadaannya. [yy/iNews]