20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
BERITA INTERNASIONAL

AS akan Kirim 3.000 Tentara ke Arab Saudi

AS akan Kirim 3.000 Tentara ke Arab Saudi

Fiqhislam.com - Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengerahkan pasukan militer lebih banyak ke Arab Saudi pada Jumat (11/10). Penambahan personel tentara tersebut dilakukan sebagai antisipasi, setelah adanya serangan pada fasilitas minyak Saudi pada 14 September lalu yang diduga dilakukan oleh Iran.

Penempatan pasukan militer AS dalam jumlah besar di Arab Saudi adalah yang pertama kali dilakukan. Menurut laporan skuadron tempur, sayap ekspedisi udara dan personel pertahanan udara, termasuk diantara yang dikerahkan oleh negara adidaya itu.

Secara total, ada 3.000 personel tentara yang dikerahkan di Arab Saudi. Mereka akan bekerjasama dengan 200 pasukan di negara Timur Tengah itu, menyusul ketegangan yang semakin terjadi di kawasan. 



Ketegangan AS dan Iran juga telah meningkat secara signifikan sejak Mei 2018. Saat itu, AS memutuskan untuk keluar dari Perjanjian Nuklir 2015, yang disepakati dengan enam negara dalam Dewan Keamanan PBB. 

Situasi kian memburuk dengan langkah AS yang memberikan sejumlah sanksi untuk menekan Iran, mulai dari larangan ekspor minyak, hingga sejumlah sanksi ekonomi yang dikenakan kepada individu dan para pelaku bisnis. Pada saat itulah, ada serangkaian serangan yang terjadi di Timur Tengah, termasuk yang terjadi di fasilitas pemrosesan minyak mentah terbesar di dunia milik Arab Saudi yang dituduh oleh Washington dilakukan oleh Iran. 

Dalam upaya melindungi Arab Saudi dengan lebih baik, AS melalui Pentagon akan mengirim dua tambahan Patriot dan satu sistem Terminal High Altitude Area Defense system (THAAD). Menurut Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, penyebaran pasukan dan alat-alat perang lainnya dirancang untuk menghalangi ancaman Iran. 

"Kami pikir penting untuk terus mengerahkan pasukan untuk mencegah dan mempertahankan, serta mengirim pesan ke Iran bahwa jangan menyerang negara berdaulat lain, jangan mengancam kepentingan Amerika, pasukan Amerika, atau kami akan merespons," kata Esper. 

Dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan AS tak akan menanggung biaya penempatan pasukan di Arab Saudi. Bahkan, ia mengakui bahwa negara kerajaan itu telah setuju untuk membayarnya. [yy/republika]

AS akan Kirim 3.000 Tentara ke Arab Saudi

Fiqhislam.com - Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengerahkan pasukan militer lebih banyak ke Arab Saudi pada Jumat (11/10). Penambahan personel tentara tersebut dilakukan sebagai antisipasi, setelah adanya serangan pada fasilitas minyak Saudi pada 14 September lalu yang diduga dilakukan oleh Iran.

Penempatan pasukan militer AS dalam jumlah besar di Arab Saudi adalah yang pertama kali dilakukan. Menurut laporan skuadron tempur, sayap ekspedisi udara dan personel pertahanan udara, termasuk diantara yang dikerahkan oleh negara adidaya itu.

Secara total, ada 3.000 personel tentara yang dikerahkan di Arab Saudi. Mereka akan bekerjasama dengan 200 pasukan di negara Timur Tengah itu, menyusul ketegangan yang semakin terjadi di kawasan. 



Ketegangan AS dan Iran juga telah meningkat secara signifikan sejak Mei 2018. Saat itu, AS memutuskan untuk keluar dari Perjanjian Nuklir 2015, yang disepakati dengan enam negara dalam Dewan Keamanan PBB. 

Situasi kian memburuk dengan langkah AS yang memberikan sejumlah sanksi untuk menekan Iran, mulai dari larangan ekspor minyak, hingga sejumlah sanksi ekonomi yang dikenakan kepada individu dan para pelaku bisnis. Pada saat itulah, ada serangkaian serangan yang terjadi di Timur Tengah, termasuk yang terjadi di fasilitas pemrosesan minyak mentah terbesar di dunia milik Arab Saudi yang dituduh oleh Washington dilakukan oleh Iran. 

Dalam upaya melindungi Arab Saudi dengan lebih baik, AS melalui Pentagon akan mengirim dua tambahan Patriot dan satu sistem Terminal High Altitude Area Defense system (THAAD). Menurut Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, penyebaran pasukan dan alat-alat perang lainnya dirancang untuk menghalangi ancaman Iran. 

"Kami pikir penting untuk terus mengerahkan pasukan untuk mencegah dan mempertahankan, serta mengirim pesan ke Iran bahwa jangan menyerang negara berdaulat lain, jangan mengancam kepentingan Amerika, pasukan Amerika, atau kami akan merespons," kata Esper. 

Dalam sebuah wawancara, Trump mengatakan AS tak akan menanggung biaya penempatan pasukan di Arab Saudi. Bahkan, ia mengakui bahwa negara kerajaan itu telah setuju untuk membayarnya. [yy/republika]

Arab Saudi Siap Bayar untuk Mendatangkan Tentara AS

Arab Saudi Siap Bayar untuk Mendatangkan Tentara AS


Fiqhislam.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Arab Saudi akan membayar untuk mendatangkan tentara Amerika tambahan di wilayah kerajaan itu. Pembayaran untuk tentara tambahan itu pun merupakan permintaan sendiri dari Saudi.

"Kami mengirim lebih banyak pasukan ke Arab Saudi. Arab Saudi, atas permintaannya, telah setuju untuk membayar kami atas semua yang kami lakukan untuk membantu mereka dan kami menghargai itu," kata Trump pada hari Jumat (11/10).

Departemen Pertahanan AS sebelumnya mengatakan, pemerintahan Trump akan mengerahkan 3.000 personel militer tambahan serta sistem pertahanan udara ke Arab Saudi. AS siap mengirimkan dua skuadron tempur, satu Sayap Ekspedisi Udara (AEW), dua baterai Patriot, dan satu Terminal Sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi (THAAD).

"Atas permintaan Komando Sentral AS, Menteri Pertahanan Mark Esper mengizinkan penyebaran pasukan AS tambahan dan peralatan ke Kerajaan Arab Saudi," kata juru bicara Departemen Pertahanan Jonathan Hoffman dalam pernyataan itu.

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik-Militer Clarke Cooper, dijadwalkan mengunjungi Riyadh, Amman, dan Doha pada akhir pekan ini. Kedatangannya untuk memperkuat komitmen kerja sama keamanan regional yang akan berhadapan dengan agresi Iran.

Cooper pun akan bergabung dengan Wakil Menteri Pertahanan John Rood untuk pertemuan Komite Perencanaan Bersama Strategis di Riyadh. Mereka dan Saudi akan berkonsultasi tentang keamanan regional dan kerja sama pertahanan.

Sedangkan, Cooper akan bertemu dengan para pejabat Yordania di Amman untuk membahas tantangan keamanan regional dan peluang untuk memperluas logistik dan kemitraan penjualan senjata. Upaya tersebut, menurut Departemen Pertahanan,  dalam mendukung kekuatan Angkatan Bersenjata Yordania untuk mengamankan perbatasannya, melawan ancaman teroris, berpartisipasi dalam operasi koalisi, dan membela wilayah nasional.

Selama perhentian terakhirnya di Doha, Cooper akan berpartisipasi dalam konferensi militer yang diselenggarakan oleh Komando Sentral AS (CENTCOM). Dia akan membahas masalah keamanan dengan para pejabat Qatar.

Serangan pesawat nirawak ke dua pabrik Saudi Aramco, di Abqaiq dan Khurais, dilakukan pada 14 September. Kerusakan signifikan terjadi pada fasilitas pengolahan dan mempengaruhi produksi sekitar 5,7 juta barel minyak mentah per hari.

Peristiwa penghancuran fasilitas itu telah diakui oleh gerakan Houthi Yaman. Hanya saja, AS dan Arab Saudi menduga itu merupakan ulah Iran dari skala kerusakan dan teknologi yang digunakan. Teheran pun membantah berperan dalam insiden itu. [yy/republika]

Tags: Arab Saudi