18 Syawal 1443  |  Jumat 20 Mei 2022

basmalah.png

Menurutnya, uang yang dibayarkan Seoul sebanyak USD990 juta atau lebih dari Rp14 triliun.

Uang yang diminta Washington itu untuk membiayai pasukannya yang ditempatkan di Seoul.

"Korea Selatan telah setuju untuk membayar lebih banyak uang ke Amerika Serikat untuk mempertahankan diri dari Korea Utara. Selama beberapa dekade terakhir, AS telah dibayar sangat sedikit oleh Korea Selatan, tetapi tahun lalu, atas permintaan Presiden Trump, Korea Selatan membayar USD990.000.000," tulis Trump yang dikutip dari akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Rabu (7/8/2019).

"Pembicaraan telah mulai meningkatkan pembayaran lebih lanjut ke Amerika Serikat. Korea Selatan adalah negara yang sangat kaya yang sekarang merasa berkewajiban untuk berkontribusi pada pertahanan militer yang diberikan oleh Amerika Serikat. Hubungan kedua negara sangat bagus!," lanjut tweet Trump.

Sejak menjabat, Trump selalu menuntut agar Korsel meningkatkan pembayarannya untuk kehadiran militer AS di negara itu.

Pada bulan Februari, Korea Selatan dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian tentang rencana pembagian biaya untuk menjaga pasukan AS di Semenanjung Korea.

Di bawah kesepakatan itu, Korea Selatan setuju untuk meningkatkan kontribusinya kepada Angkatan Bersenjata Amerika Serikat di Korea (USFK) menjadi USD923 juta pada 2019, naik dari USD830 juta pada 2018.

Pasukan AS telah dikerahkan ke Korea Selatan sejak 1950-an. Saat ini, jumlah pasukan Amerika di negara itu sekitar 28.500 personel [yy/sindonews]

Menurutnya, uang yang dibayarkan Seoul sebanyak USD990 juta atau lebih dari Rp14 triliun.

Uang yang diminta Washington itu untuk membiayai pasukannya yang ditempatkan di Seoul.

"Korea Selatan telah setuju untuk membayar lebih banyak uang ke Amerika Serikat untuk mempertahankan diri dari Korea Utara. Selama beberapa dekade terakhir, AS telah dibayar sangat sedikit oleh Korea Selatan, tetapi tahun lalu, atas permintaan Presiden Trump, Korea Selatan membayar USD990.000.000," tulis Trump yang dikutip dari akun Twitter-nya, @realDonaldTrump, Rabu (7/8/2019).

"Pembicaraan telah mulai meningkatkan pembayaran lebih lanjut ke Amerika Serikat. Korea Selatan adalah negara yang sangat kaya yang sekarang merasa berkewajiban untuk berkontribusi pada pertahanan militer yang diberikan oleh Amerika Serikat. Hubungan kedua negara sangat bagus!," lanjut tweet Trump.

Sejak menjabat, Trump selalu menuntut agar Korsel meningkatkan pembayarannya untuk kehadiran militer AS di negara itu.

Pada bulan Februari, Korea Selatan dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian tentang rencana pembagian biaya untuk menjaga pasukan AS di Semenanjung Korea.

Di bawah kesepakatan itu, Korea Selatan setuju untuk meningkatkan kontribusinya kepada Angkatan Bersenjata Amerika Serikat di Korea (USFK) menjadi USD923 juta pada 2019, naik dari USD830 juta pada 2018.

Pasukan AS telah dikerahkan ke Korea Selatan sejak 1950-an. Saat ini, jumlah pasukan Amerika di negara itu sekitar 28.500 personel [yy/sindonews]

Trump: Kim Jong Un Minta Maaf Atas Uji Coba Rudal

Trump: Kim Jong Un Minta Maaf Atas Uji Coba Rudal


Fiqhislam.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyampaikan "permohonan maaf" karena menguji coba rudal jarak dekat. Trump menyebut Kim berjanji menghentikan peluncuran apabila latihan gabungan militer AS-Korea Selatan dihentikan.

Trump mengatakan permohonan maaf itu disampaikan secara pribadi lewat surat dari Kim, yang isinya juga menyebut dia ingin bertemu dan memulai perundingan setelah latihan militer diakhiri.

"Suratnya panjang, sebagian besar isinya mengeluhkan latihan (militer) yang konyol dan mahal," cuit Trump, seperti dilaporkan Associated Press, Minggu (11/9/2019).

"Surat itu juga menawarkan permohonan maaf kecil atas rudal jangka pendek, dan bahwa uji coba itu akan dihentikan apabila latihan dihentikan."

AS dan Korea Selatan memulai latihan gabungan pada Senin (5/8). Latihan itu dijadwalkan berakhir pada 20 Agustus. Trump tidak merinci kapan atau di mana pertemuan akan diadakan.

"Saya menyambut baik pertemuan dengan Kim Jong Um dalam waktu dekat. Korea Utara yang bebas nuklir akan menjadikan Korut sebagai salah satu negara paling sukses di dunia!" ujatTrump.

Cuitan itu muncul beberapa jam setelah Korea Utara meluncurkan rudal-rudal balistik ke laut di lepas pantai sebelah timur, Sabtu (10/8). Itu merupakan peluncuran rudal balistik kelima dalam dua pekan terakhir, dan yang ketujuh sejak Mei. [yy/iNews]