22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Pemerintah Palestina Kecewa Dunia Bungkam Sikapi Israel

Pemerintah Palestina Kecewa Dunia Bungkam Sikapi Israel


Fiqhislam.com - Kementerian Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina pada Rabu (3/4) menyatakan kekecewaannya atas kebungkaman masyarakat dunia berkaitan dengan kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.

Kementerian tersebut mengatakan rakyat Palestina mulai kehilangan kepercayaan pada kemampuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberi mereka perlindungan dari kebrutalan penguasa pendudukan Israel. 

"Kami sangat terkejut pada kebungkaman masyarakat internasional mengenai kejahatan semacam itu dan sikap tak peduli yang diperlihatkan semua negara terhadap nyawa rakyat Palestina," kata Kementerian itu dalam satu pernyataan, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA, yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam. 

Kementerian tersebut dengan keras mengutuk tindakan pemukim Yahudi membunuh satu orang Palestina pada Rabu di bagian utara Tepi Barat Sungai Jordan.  

Mohammad Abdul Fattah (23) ditembak dan meninggal dan satu lagi orang Palestina cedera ketika seorang pemukim melepaskan tembakan ke arah mereka di satu persimpangan ramai di sebelah selatan Kota Nablus, Tepi Barat.  

Kementerian itu menganggap pemerintah Israel sepenuhnya bertanggung-jawab atas kejahatan pemukim Yahudi dan serangan provokatif oleh banyak kelompok yang terorganisir yang dikenal pemerintah pendudukan dan pasukan keamanannya. 

“Mereka menerima pelatihan dan dipersenjatai secara terbuka oleh pasukan pendudukan, yang melakukan kejahatan paling keji terhadap rakyat kami, tanah mereka, harta mereka dan tempat suci umat Muslim sementara pasukan Israel tidak berbuat apa-apa mengenai ini, malah mereka menutupi dan mendukung kegiatan pemukim Yahudi dan memberi mereka payung politik serta keamanan."

"Dunia harus mengerti bahwa rakyat kami mulai kehilangan keyakinan pada kemampuan PBB dan semua lembaganya untuk memberi mereka perlindungan dari kebrutalan kaum pendudukan dan milisi pemukim Yahudi bersenjata yang dipandang sebagai satu batalion di tentara pendudukan," kata pernyataan resmi tersebut. [yy/republika]