27 Rabiul-Akhir 1443  |  Kamis 02 Desember 2021

basmalah.png

Monumen Soekarno di Aljazair Diresmikan Juni

Monumen Soekarno di Aljazair Diresmikan Juni


Fiqhislam.com - Arsitek yang juga Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengungkapkan pembangunan Monumen Soekarno di Aljir, Aljazair, akan selesai dibangun pada Juni 2019. Ia mengatakan desain monumen tersebut telah rampung dibuatnya.

"Akhir Juni ini, kalau lancar, tidak ada hambatan berarti, insya Allah diresmikan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Gedung Negara Pakuan Kota Bandung, Senin (18/3).

Emil mengatakan Aljazair juga akan mengundang perwakilan keluarga Presiden RI ke-1 saat peresmian Monumen Soekarno. Nantinya, Festival Soekarno akan digelar berbarengan dengan peresmian monumen.

"Mereka akan mengundang Bu Megawati dari perwakilan keluarga," katanya.

Monumen Soekarno, menurut Emil, dibangun oleh Aljazair sebagai penghormatan atas jasa Soekarno terhadap negara tersebut dalam Konferensi Asia Afrika. Kala itu, Soekarno mengundang pendiri negara Aljazair untuk menghadiri KAA.

Bentuk penghormatan Aljazair untuk Soekarno diwujudkan dalam sebuah kawasan yang mirip dengan Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta. Emil telah menyerahkan dua alternatif desain kepada Gubernur Aljir, Abdelkader Zoukh, Aljazair, pada Selasa (12/3).

"Jadi itu bentuknya seperti Bundaran HI, lingkaran di tengahnya ada Monumen Soekarno," katanya.

Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, dalam siaran persnya, Rabu, menyatakan desain awal itu menandai rencana proyek pembangunan monumen Soekarno di Kota Aljir. Monumen Soekarno akan menjadi lambang persahabatan antara Indonesia dan Aljazair serta pengingat sejarah yang telah menentukan nasib masa depan sejumlah negara di dunia melalui konferensi Asia Afrika 1955.

Gubernur Abdelkader Zoukh menyambut baik rencana pembangunan Monumen Soekarno itu. Dia merekomendaskan monumen Soekarno dibangun di Ben Aknoun, kawasan bisnis di Aljir.

Monumen Soekarno akan berbentuk patung setengah badan dan ditempatkan di tengah-tengah lingkaran bulan sabit berwarna hijau sebagai lambang bendera negara Aljazair. Soekarno sangat populer di Aljazair. Peran Presiden RI pertama itu sangat besar dalam mendorong pembebasan negara-negara di benua Asia dan Afrika dari belenggu penjajahan.

Besarnya peran Soekarno dan eratnya hubungan politik dan emosional antara Indonesia dan Aljazair, menurut Abdelkader, merupakan modal berharga bagi kedua bangsa untuk bekerjasama dalam berbagai bidang. Zoukh bahkan segera menyusun langkah-langkah kongkrit dan memulai program kerja sama melalui wadah sister city Bandung-Aljir. [yy/republika]

 

Tags: Soekarno | Aljir | Aljazair