22 Jumadil-Akhir 1443  |  Selasa 25 Januari 2022

basmalah.png
BERITA INTERNASIONAL

Pakistan Tembak Jatuh Dua Jet Tempur India

Pakistan Tembak Jatuh Dua Jet Tempur India


Fiqhislam.com - Pakistan mengaku telah menembak dua jet India yang memasuki wilayah udara mereka. Satu orang pilot India juga telah ditangkap.

"Hari ini, Angkatan Udara Pakistan menembak jatuh dua jet India di Garis Kontrol dalam wilayah udara Pakistan," ujar Kementerian Luar Negeri Paksistan dalam sebuah pernyataan dilansir Aljazirah, Rabu (27/2).

Juru bicara tentara Pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor mengatakan, jet-jet India telah memasuki Pakistan secara ilegal.  Dua jet tempur India ditembak jatuh, dan satu orang pilot ditangkap.

"Angkatan Udara Paskitan menembak jatuh dua pesawat India di dalam wilayah udara Pakistan. Salah satu pesawat jatuh di dalam AJ&L sementara yang lain jatuh di dalam IOK. Satu pilot India ditangkap oleh pasukan darat Paksitan," ujar Ghafoor.

Serangan ini terjadi ketika para pejabat India mengumumkan setidaknya tiga jet tempur Pakistan telah memasuki wilayah udara di atas Kashmir yang dikelola India pada Rabu. Namun pesawat itu kembali setelah dicegat oleh jet India.

Empat bandara di bagian utara negara itu, termasuk bandara utama di Kashmir ditutup pada Rabu tanpa batas di tengah peringatan serangan balasan oleh Pakistan.

Pejabat polisi mengatakan, pesawat angkatan udara India jatuh di Kashmir dan menewaskan dua orang pilot seorang warga sipil. Namun pernyataan pejabat polisis tersebut belum jelas apakah pesawat tersebut adalah jet yang ditembak jatuh oleh Pakistan atau pesawat yang lain.

India pada hari sebelumnya, Selasa (26/2) mengklaim telah melancarkan serangan udara di Pakistan yang menargetkan kamp basis teror di daerah Balakot, Pakistan. Pemerintah India menyatakan, serangan udara tersebut menghantam sebuah kamp pelatihan milik Jaesh e Mohammad (JeM).

India mengklaim serangan udara tersebut menewaskan sebagian besar militan JeM. Namun, Pakistan membantah adanya korban.

Ketegangan kedua negara ini merupakan buntut pengeboman mobil bunuh diri oleh kelompok bersenjata yang berbasis di Pakistan di Kashmir yang menewaskan setidaknya 44 polisi paramiliter India pada 14 Februari 2019 lalu. [yy/republika]

Pakistan Tembak Jatuh Dua Jet Tempur India


Fiqhislam.com - Pakistan mengaku telah menembak dua jet India yang memasuki wilayah udara mereka. Satu orang pilot India juga telah ditangkap.

"Hari ini, Angkatan Udara Pakistan menembak jatuh dua jet India di Garis Kontrol dalam wilayah udara Pakistan," ujar Kementerian Luar Negeri Paksistan dalam sebuah pernyataan dilansir Aljazirah, Rabu (27/2).

Juru bicara tentara Pakistan, Mayor Jenderal Asif Ghafoor mengatakan, jet-jet India telah memasuki Pakistan secara ilegal.  Dua jet tempur India ditembak jatuh, dan satu orang pilot ditangkap.

"Angkatan Udara Paskitan menembak jatuh dua pesawat India di dalam wilayah udara Pakistan. Salah satu pesawat jatuh di dalam AJ&L sementara yang lain jatuh di dalam IOK. Satu pilot India ditangkap oleh pasukan darat Paksitan," ujar Ghafoor.

Serangan ini terjadi ketika para pejabat India mengumumkan setidaknya tiga jet tempur Pakistan telah memasuki wilayah udara di atas Kashmir yang dikelola India pada Rabu. Namun pesawat itu kembali setelah dicegat oleh jet India.

Empat bandara di bagian utara negara itu, termasuk bandara utama di Kashmir ditutup pada Rabu tanpa batas di tengah peringatan serangan balasan oleh Pakistan.

Pejabat polisi mengatakan, pesawat angkatan udara India jatuh di Kashmir dan menewaskan dua orang pilot seorang warga sipil. Namun pernyataan pejabat polisis tersebut belum jelas apakah pesawat tersebut adalah jet yang ditembak jatuh oleh Pakistan atau pesawat yang lain.

India pada hari sebelumnya, Selasa (26/2) mengklaim telah melancarkan serangan udara di Pakistan yang menargetkan kamp basis teror di daerah Balakot, Pakistan. Pemerintah India menyatakan, serangan udara tersebut menghantam sebuah kamp pelatihan milik Jaesh e Mohammad (JeM).

India mengklaim serangan udara tersebut menewaskan sebagian besar militan JeM. Namun, Pakistan membantah adanya korban.

Ketegangan kedua negara ini merupakan buntut pengeboman mobil bunuh diri oleh kelompok bersenjata yang berbasis di Pakistan di Kashmir yang menewaskan setidaknya 44 polisi paramiliter India pada 14 Februari 2019 lalu. [yy/republika]

Serang Pakistan, India Klaim Tewaskan 300 Milisi

Serang Pakistan, India Klaim Tewaskan 300 Milisi


Fiqhislam.com - India mengklaim serangan udara telah menewaskan sebagian besar gerilyawan di kamp basis teror di daerah Balakot, Pakistan. Pemerintah India menyatakan, serangan udara menghantam sebuah kamp pelatihan milik Jaish e Mohammad (JeM).

"Keberadaan fasilitas pelatihan itu mampu melatih ratusan gerilyawan dan tidak akan bisa berfungsi tanpa sepengetahuan otoritas Pakistan," ujar Menteri Luar Negeri India Vijay Gokhale, Kamis (27/2).

Pemerintah India menyatakan, sekitar 300 gerilyawan tewas dalam serangan udara tersebut. Pesawat tempur juga telah melakukan perjalanan sejauh 80 kilometer di Pakistan. Serangan udara tersebut dilakukan karena intelijen India mempunyai informasi bahwa kelompok JeM akan melakukan lebih banyak serangan.

Sementara itu, Pemerintah Pakistan menolak klaim India tersebut. Mereka menyatakan, pesawat tempur India menjatuhkan bom di daerah berhutan dan tidak menimbulkan korban maupun kerusakan.

Di sisi lain, penduduk desa di dekat Balakot tidak bisa tidur nyenyak akibat serangan udara tersebut. Salah satu penduduk, Mohammad Ajmal mengatakan, banyak pohon tumbang dan bangunan rusak akibat serangan udara tersebut.

"Kami melihat pohon-pohon tumbang dan satu rumah rusak, selain itu terdapat empat cekungan bekas bom itu dijatuhkan," kata Ajmal.

Serangan udara tersebut telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara. Serangan yang dilancarkan India merupakan buntut dari aksi bom bunuh diri yang terjadi Pulwama, Kashmir, sekitar dua pekan lalu. Insiden itu menyebabkan sedikitnya 44 paramiliter India tewas.

Komite Keamanan Nasional (NSC) Pakistan menyatakan akan merangkul para pemimpin global untuk membongkar kebijakan India yang tidak bertanggung jawab.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengatakan, Pakistan akan segera merespon tindakan India tersebut. "Pada waktunya Pakistan akan merespon agresi India ini," kata Khan.

Di sisi lain, rumah sakit di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa Pakistan telah diperintahkan untuk menyediakan ruang perawatan untuk kepentingan nasional. Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Farooq Jameel mengatakan, semua rumah sakit di provinsi tersebut berstatus siaga tinggi karena situasi konflik yang makin mengkhawatirkan.

"Kami menempatkan semua rumah sakit dalam siaga tinggi, karena situasi saat ini di perbatasan. Kami telah memberikan arahan kepada semua kepala rumah sakit untuk bersiap menghadapi segala jenis keadaan darurat," ujar Jameel.

Balakot merupakan sebuah kota di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, yang berada 50 kilometer dari Line of Control (LoC). LoC merupakan perbatasan de facto antara India dan Pakistan yang telah berperang tiga kali sejak merdeka dari pemerintahan kolonial Inggris pada 1947. [yy/republika]

 

Tags: Pakistan | India | Kashmir