26 Rabiul-Akhir 1443  |  Rabu 01 Desember 2021

basmalah.png

Menangi Pilpres, Presiden Buhari Kembali Pimpin Nigeria

Menangi Pilpres, Presiden Buhari Kembali Pimpin Nigeria


Fiqhislam.com - Presiden Nigeria Muhammadu Buhari resmi melanjutkan pemerintahannya di periode kedua. Komisi pemilihan umum Nigeria mengatakan Buhari berhasil memenangkan pemilihan presiden yang sempat tertunda.

"Muhammadu Buhari dari APC, telah memenuhi persyaratan hukum dan mencetak jumlah suara tertinggi, dengan ini mereka dinyatakan sebagai pemenang," kata ketua Komisi Pemilihan Nasional Independen (INEC) Nigeria Mahmood Yakubu, Rabu (27/2).

Buhari berhasil mengalahkan Atiku Abubakar yang menjadi lawan terkuatnya. Atiku seorang pengusaha dan mantan wakil presiden. Buhari berhasil meraih 56 persen suara dibandingkan Atiku yang diusung People’s Democratic Party (PDP).

"Pemerintahan baru akan mengintensifkan upaya penguatan keamanan, restrukturisasi ekonomi dan melawan korupsi," kata Buhari setelah dinyatakan menang.

Buhari akan menghadapi daftar panjang permasalahan yang harus ia selesaikan. Termasuk memulihkan perekonomian Nigeria yang masih terpuruk sejak resesi ekonomi tahun 2016 lalu. Buhari juga masih menghadapi pemberontakan dari ekstremis yang membunuh ratusan orang di sebelah selatan negara itu.

Buhari meminta para pendukungnya untuk tidak mencemooh oposisi. Dalam pesan yang disampaikan melalui di media sosial Twitter itu, juga dicantumkan foto Buhari yang melambaikan tangan kepada para pendukungnya.

Pejawat tersebut mendapatkan 15,2 juta suara lebih banyak 3,9 juta suara dibandingkan Atiku yang hanya mendapatkan 11,2 juta suara. Setelah dinyatakan menang pendukung Buhari berkumpul di kantor partainya, banyak yang mengibarkan bendera dan berdansa.

"Sebagai pemuda Nigeria, saya yakin ini langkah maju untuk negara ini dan generasi saya dan  itulah mengapa kami memilih dia untuk kembali di periode kedua," kata salah satu pendukung Buhari, Juwarat Abubakar.

Osita Chidoka salah satu perwakilan PDP membela Atiku. Ia berulang kali mengatakan partainya tidak menerima hasil pemilihan presiden ini. "Kami akan memeriksa semua pilihan termasuk keyakinan proses hukum di Nigeria menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan ini," kata Osita.

Partai Buhari mengatakan oposisinya mencoba untuk mendiskreditkan pemilihan umum sejak pemungutan suara yang dilakukan pada hari Sabtu lalu. Tuduhan ini meningkatkan ketegangan di negara yang selama enam dekade kemerdekaannya telah diwarnai oleh kudeta, pemerintahan militer dan perang.

Para pengamat dari Komunitas Ekonomi Negara Afrika Barat, Uni Efrika dan PBB meminta semua pihak menunggu hasil resmi yang diperkirakan akan keluar pada pekan ini sebelum mengajukan keluhan. Kandidat yang meraih suara terbanyak dinyatakan sebagai pemenang selama mereka meraih setidaknya seperempat dari dua pertiga di 36 negara bagian Nigeria dan ibukota Abuja.

Kalau syarat tersebut tidak berhasil dipenuhi maka diadakan putaran kedua. Buhari meraih suara persyaratan yang dibutuhkan untuk dinyatakan sebagai pemenang.

Para pengamat memprediksi Buhari akan kesulitan memenangkan pemilihan umum kali ini. Tapi kemenangannya berhasil melunturkan prediksi tersebut. 

Buhari naik ke kursi presiden pada tahun 2015 lalu. Ia mengincar periode kedua dengan janji memerangi korupsi dan merombak jaringan jalan dan kereta api.

Sementara itu Atiku berjanji akan melipat gandakan ekonomi Nigeria menjadi 900 miliar dolar AS pada tahun 2025, memprivatisasi perusahaan minyak negara dan memperluas peran swasta.

Pemungutan suara sempat ditunda selama satu pekan karena INEC mengatakan ada masalah dalam pengiriman logistik. Mereka tidak berhasil mengirimkan surat suara dan lembar hasil ke seluruh penjuru Nigeria pada waktu yang sudah ditentukan.

Organisasi masyarakat sipil Situation Room mengatakan pemilihan umum di Nigeria sempat dirusak kekerasan yang menewaskan 47 orang sejak Sabtu lalu. Beberapa kematian disebabkan bentrokan antara polisi dan dua kelompok yang berafiliasi dengan dua partai yang sedang bertarung di pemilihan umum.

Bentrokan dipicu pencurian kotak suara dan tuduhan kecurangan. Polisi belum memberikan data resmi korban jiwa bentrokan tersebut.

Dalam pidato kemenangannya Buhari mengatakan ia sedih atas hilangnya nyawa selama pemilihan umum. Ia juga memuji kerja petugas keamanan Nigeria yang bekerja keras mengamankan pemilihan umum. [yy/republika]