30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Soal Kashmir, Pakistan Panggil Duta Besarnya di India

Soal Kashmir, Pakistan Panggil Duta Besarnya di India


Fiqhislam.com - Pakistan telah memanggil duta besarnya untuk India, Senin (18/2). Dia diminta kembali ke Islamabad guna membahas hubungannya dengan New Delhi pascainsiden serangan di Kashmir pekan lalu.

"Kami telah memanggil kembali Komisaris Tinggi kami di India untuk berkonsultasi. Dia meninggalkan New Delhi pagi ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Mohammad Faisal melalui akun Twitter pribadinya.

Pekan lalu, India juga telah memanggil duta besarnya untuk Pakistan. Tujuan pemanggilan serupa, yakni untuk membahas hubungan antara kedua negara tersebut.

Pekan lalu, serangan bom bunuh diri terjadi di wilayah Jammu Kashmir. Insiden tersebut menewaskan setidaknya 44 personel militer India.

Kelompok Jaish e-Mohammad mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah India pun menyerukan Pakistan agar menindak keras kelompok Jaish.

Pakistan turut mengecam insiden bom bunuh diri di Jammu Kashmir. Namun, ia membantah terlibat dalam serangan itu seperti yang sempat ditudingkan oleh India. Insiden terbaru di wilayah tersebut telah menyebabkan hubungan diplomatik India dengan Pakistan memanas.

Kashmir merupakan sebuah wilayah di Himalaya dengan penduduk mayoritas Muslim yang dipersengketakan India dan Pakistan. Kedua negara telah terlibat tiga kali perang yakni pada 1948, 1965, dan 1971, karena memperebutkan Kashmir.

Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan India guna meraih kemerdekaan. Kalaupun tidak berhasil merdeka, mereka ingin berpisah dari India dan bergabung dengan Pakistan.

Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang dilaporkan telah tewas akibat konflik di Kashmir sejak 1989. [yy/republika]

Soal Kashmir, Pakistan Panggil Duta Besarnya di India


Fiqhislam.com - Pakistan telah memanggil duta besarnya untuk India, Senin (18/2). Dia diminta kembali ke Islamabad guna membahas hubungannya dengan New Delhi pascainsiden serangan di Kashmir pekan lalu.

"Kami telah memanggil kembali Komisaris Tinggi kami di India untuk berkonsultasi. Dia meninggalkan New Delhi pagi ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Mohammad Faisal melalui akun Twitter pribadinya.

Pekan lalu, India juga telah memanggil duta besarnya untuk Pakistan. Tujuan pemanggilan serupa, yakni untuk membahas hubungan antara kedua negara tersebut.

Pekan lalu, serangan bom bunuh diri terjadi di wilayah Jammu Kashmir. Insiden tersebut menewaskan setidaknya 44 personel militer India.

Kelompok Jaish e-Mohammad mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah India pun menyerukan Pakistan agar menindak keras kelompok Jaish.

Pakistan turut mengecam insiden bom bunuh diri di Jammu Kashmir. Namun, ia membantah terlibat dalam serangan itu seperti yang sempat ditudingkan oleh India. Insiden terbaru di wilayah tersebut telah menyebabkan hubungan diplomatik India dengan Pakistan memanas.

Kashmir merupakan sebuah wilayah di Himalaya dengan penduduk mayoritas Muslim yang dipersengketakan India dan Pakistan. Kedua negara telah terlibat tiga kali perang yakni pada 1948, 1965, dan 1971, karena memperebutkan Kashmir.

Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan India guna meraih kemerdekaan. Kalaupun tidak berhasil merdeka, mereka ingin berpisah dari India dan bergabung dengan Pakistan.

Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang dilaporkan telah tewas akibat konflik di Kashmir sejak 1989. [yy/republika]

Baku Tembak di Kashmir Tewaskan Lima Orang

Baku Tembak di Kashmir Tewaskan Lima Orang


Fiqhislam.com - Empat tentara India dan seorang warga sipil tewas dalam baku tembak di Kashmir. Seorang juru bicara kepolisian di negara bagian utara Jammu dan Kashmir mengatakan, pasukan India telah menutup Desa Pinglan di distrik Pulwama, Kashmir.

"Ada baku tembak yang melukai orang-orang militer dan pemilik rumah. Mereka meninggal dunia," ujar pejabat kepolisian yang enggan disebutkan namanya kepada Reuters, Senin (18/2).

Kepolisian menyatakan, telah menerima informasi bahwa terdapat tiga gerilyawan dari kelompok Jaish e Mohammad yang bermarkas di Pakistan, termasuk satu orang asing di dalam sebuah rumah, di Desa Pinglan. Adapun kepolisian setempat telah menetapkan jam malam di Pulwama, dan meminta warga di daerah tersebut agar tetap tinggal di dalam rumah. Tentara sedang melakukan penyisiran di wilayah Pulwama untuk mengevakuasi warga sipil.

Para pemberontak di Kashmir sudah berperang melawan pemerintah India sejak 1989. Tapi wilayah mayoritas Muslim tersebut memperbaharui serangan mereka dan beberapa tahun terakhir ini juga sering terjadi unjuk rasa yang dilakukan generasi baru pemberontak Kashmir, terutama di wilayah sebelah selatan. Mereka mendesak pemerintah India dengan kekerasan dan kampanye di media sosial.

Sebelumnya, pada Kamis (14/2) lalu seorang pemberontak Kashmir menabrakkan sebuah mobil van yang sarat bahan peledak ke sebuah bus yang sedang konvoi di jalan tol. Juru bicara Kepolisian Pusat India Sanjay Sharma mengatakan, tragedi tersebut telah menewaskan 44 polisi paramiliter India.

Serangan tersebut semakin meningkatkan ketegangan antara India dan Pakistan yang bersama-sama memerintah di daerah yang bersengketa itu. India menyalahkan Pakistan karena sudah mendukung pengeboman, sementara Pakistan memperingatkan India untuk tidak mengaitkan mereka dengan serangan tersebut.

Menteri Keuangan India Arun Jaitley mengumumkan India akan mencabut status Pakistan sebagai negara yang paling disukai dalam melakukan perdagangan. India juga akan mengambil langkah-langkah diplomatik terhadap Pakistan. [yy/republika]

 

Tags: India | Kashmir | Pakistan