23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Kini Rusia Produsen Senjata Terbesar Ke-2 Dunia

Kini Rusia Produsen Senjata Terbesar Ke-2 Dunia


Fiqhislam.com - Lembaga pemikir Swedia, Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), menyatakan Rusia menjadi produsen senjata terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS).

Dalam laporan terbaru itu, Rusia berhasil merebut posisi kedua dari Inggris, yang sudah bertengger di peringkat itu sejak 2002.

Laporan tahunan SIPRI itu menyuguhkan 100 kelompok persenjataan terbesar dunia, di mana penjualan senjata dari gabungan perusahaan-perusahaan Rusia berjumlah 37,7 miliar dolar AS pada 2017; naik 8,5 persen dari tahun sebelumnya.

Penjualan senjata Rusia tersebut menyumbang 9,5 persen dari total 398,2 miliar dolar AS di seluruh dunia. Laporan itu mencakup penjualan domestik dan asing di seluruh dunia.

Peneliti senior SIPRI, Siemon Wezeman, mengatakan produsen senjata dan sistem senjata Rusia berada di jalur pertumbuhan signifikan sejak 2011.

"Ini sejalan dengan peningkatan pembelanjaan senjata di Rusia untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya," kata Wezeman, seperti dikutip Associated Press.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah laporan SIPRI, sebuah perusahaan Rusia, yakni Almaz-Antey, yang berbasis di Moskow dan milik negara yang membuat sistem pertahanan udara canggih di antara hal-hal lain, terdaftar di antara 10 perusahaan senjata top dunia.

Laporan itu mencatat, Rusia memulai sebuah inisiatif untuk mengkonsolidasikan industri persenjataannya pada 2007, sebuah proses berkelanjutan yang diharapkan akan segera selesai.

Secara keseluruhan, AS masih mendominasi penjualan, dengan 42 perusahaan menguasai dan berkontribusi sebesar 57 persen dari total penjualan senjata di dunia, termasuk produsen senjata terbesar dunia, Lockheed Martin Corp.

Perkembangan penting lainnya, laporan itu menyoroti peningkatan 24 persen dalam penjualan perusahaan senjata Turki pada 2017 dibanding tahun sebelumnya.

"Itu mencerminkan ambisi Turki untuk mengembangkan industri persenjataannya untuk memenuhi permintaan senjata yang terus meningkat dan menjadi kurang bergantung pada pemasok asing," kata Wezeman.

Sebagai informasi, perusahaan China tidak termasuk dalam laporan SIPRI karena statistik yang tidak dapat diandalkan. [yy/iNews]