30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Polisi Israel Duga Benjamin Netanyahu Lakukan Suap

Polisi Israel Duga Benjamin Netanyahu Lakukan Suap


Fiqhislam.com - Kepolisian Israel mengaku tengah menyelidiki temuan atas penyuapan dan penipuan yang mengarah ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara. Ini kasus korupsi ketiga yang dituduhkan ke pemimpin Israel tersebut.

Pada Ahad (2/12), pihak berwenang Israel menuduh Netanyahu telah memberikan bantuan regulasi kepada Bezeq Telecom Israel dengan imbalan memberitakan hal-hal positif tentang dia dan istrinya di situs Walla, yang dimiliki perusahaan tersebut. Netanyahu membantah telah melanggar hukum.

Pada pernyataan gabungan bersama Otoritas Keamanan Israel, kepolisian mengatakan mereka menemukan bukti untuk mendakwa pemegang saham Bezeq atas tuduhan penyuapan. Polisi juga mengatakan mereka dapat menjerat beberapa pejabat di perusahaan tersebut.

"Kecurigaan utamanya adalah perdana menteri menerima suap dan bertindak dalam konflik kepentingan dengan mengintervensi dan membuat keputusan peraturan yang mendukung Shaul Elovitch dan Bezeq dan secara pararel menuntut secara langsung dan tidak langsung mengintervensi konten website Walla dengan cara yang menguntungkan dirinya," kata pernyataan polisi Israel tersebut, Ahad (2/12).

Jika dinyatakan bersalah, Netanyahu yang sudah empat kali menjadi perdana menteri akan menghadapi tantangan terbesar sepanjang karir politiknya. Meski ia mendominasi politik Israel tapi tuduhan polisi terbaru ini datang setelah koalisi sayap kanan yang mendukung Netanyahu kehilangan satu kursi di parlemen.

Juru bicara Netanyahu mengatakan, rekomendasi polisi tidak memiliki dasar hukum. Maka pada akhirnya tidak perlu penyelidikan lebih lanjut.

Keputusan penyelidikan Netanyahu berada di Jaksa Agung Israel. Mereka juga masih memegang nasib penyelidikan dua kasus korupsi Netanyahu lainya.

Pada awal Oktober lalu Sara Netanyahu, istri Benjamin Netanyahu, menghadiri sidang penipuan yang melibatkan namanya. Seperti dilansir Washington Post, Sara didakwa telah membayar tagihan makanan yang dipesan dari koki dan perusahaan katering swasta sebesar 100 ribu AS menggunakan anggaran pemerintah.

Padahal di rumahnya ada koki pribadi yang sudah disediakan otoritas Israel. Kejahatan Sara ini dilakukan antara 2010 sampai 2013. Mantan direktur kantor Perdana Menteri Israel Ezra Saidoff juga dituduh telah melakukan penipuan.

Menurut surat dakwaan polisi yang diajukan pada Juni lalu, Sara dan Saidoff telah memalsukan dokumen yang membuat mereka dapat menggunakan koki dan katering dari luar. Para penyidik juga mengatakan mereka menemukan bukti Sara meminta pegawainya untuk menyembunyikan koki dari luar tersebut dan ia juga sadar memesan makanan dari luar juga melanggar hukum. [yy/republika]

Polisi Israel Duga Benjamin Netanyahu Lakukan Suap


Fiqhislam.com - Kepolisian Israel mengaku tengah menyelidiki temuan atas penyuapan dan penipuan yang mengarah ke Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan istrinya Sara. Ini kasus korupsi ketiga yang dituduhkan ke pemimpin Israel tersebut.

Pada Ahad (2/12), pihak berwenang Israel menuduh Netanyahu telah memberikan bantuan regulasi kepada Bezeq Telecom Israel dengan imbalan memberitakan hal-hal positif tentang dia dan istrinya di situs Walla, yang dimiliki perusahaan tersebut. Netanyahu membantah telah melanggar hukum.

Pada pernyataan gabungan bersama Otoritas Keamanan Israel, kepolisian mengatakan mereka menemukan bukti untuk mendakwa pemegang saham Bezeq atas tuduhan penyuapan. Polisi juga mengatakan mereka dapat menjerat beberapa pejabat di perusahaan tersebut.

"Kecurigaan utamanya adalah perdana menteri menerima suap dan bertindak dalam konflik kepentingan dengan mengintervensi dan membuat keputusan peraturan yang mendukung Shaul Elovitch dan Bezeq dan secara pararel menuntut secara langsung dan tidak langsung mengintervensi konten website Walla dengan cara yang menguntungkan dirinya," kata pernyataan polisi Israel tersebut, Ahad (2/12).

Jika dinyatakan bersalah, Netanyahu yang sudah empat kali menjadi perdana menteri akan menghadapi tantangan terbesar sepanjang karir politiknya. Meski ia mendominasi politik Israel tapi tuduhan polisi terbaru ini datang setelah koalisi sayap kanan yang mendukung Netanyahu kehilangan satu kursi di parlemen.

Juru bicara Netanyahu mengatakan, rekomendasi polisi tidak memiliki dasar hukum. Maka pada akhirnya tidak perlu penyelidikan lebih lanjut.

Keputusan penyelidikan Netanyahu berada di Jaksa Agung Israel. Mereka juga masih memegang nasib penyelidikan dua kasus korupsi Netanyahu lainya.

Pada awal Oktober lalu Sara Netanyahu, istri Benjamin Netanyahu, menghadiri sidang penipuan yang melibatkan namanya. Seperti dilansir Washington Post, Sara didakwa telah membayar tagihan makanan yang dipesan dari koki dan perusahaan katering swasta sebesar 100 ribu AS menggunakan anggaran pemerintah.

Padahal di rumahnya ada koki pribadi yang sudah disediakan otoritas Israel. Kejahatan Sara ini dilakukan antara 2010 sampai 2013. Mantan direktur kantor Perdana Menteri Israel Ezra Saidoff juga dituduh telah melakukan penipuan.

Menurut surat dakwaan polisi yang diajukan pada Juni lalu, Sara dan Saidoff telah memalsukan dokumen yang membuat mereka dapat menggunakan koki dan katering dari luar. Para penyidik juga mengatakan mereka menemukan bukti Sara meminta pegawainya untuk menyembunyikan koki dari luar tersebut dan ia juga sadar memesan makanan dari luar juga melanggar hukum. [yy/republika]

Netanyahu Bantah Terlibat Dalam Kasus Penyuapan

Netanyahu Bantah Terlibat Dalam Kasus Penyuapan


Fiqhislam.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu angkat bicara mengenai rekomendasi kepolisian Israel kepada pengadilan Israel, bahwa dia dan istrinya, Sarah Netanyahu telah melakukan penyuapan.

Dalam sebuah pernyataan, Netanyahu menyatakan dia tidak terlibat dalam kasus penyuapan yang dituduhkan polisi Israel. Dia lalu menyebut, apa yang disampaikan polisi tidak memiliki dasar hukum.

"Rekomendasi ini ditentukan dan bocor, bahkan sebelum penyelidikan dimulai. Saya yakin bahwa dalam kasus ini pihak yang berwenang, setelah memeriksa masalah ini, akan mencapai kesimpulan yang sama, bahwa tidak ada apa-apa karena tidak ada apa-apa," ucap Netanyahu, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (2/12).

Seperti diketahui, Netanyahu dan istrinya terlibat dalam beberapa kasus korupsi terpisah, yakni Kasus 1.000, Kasus 2.000 dan Kasus 4.000. Rekomendasi tebaru polisi terkait dengan Kasus 4.000.

Dalam kasus 4.000, tim penyidik kepolisian Israel mengklaim bahwa mereka telah menemukan bukti bahwa Netanyahu dan istrinya mempromosikan kepentingan Bezeq, perusahaan telekomunikasi terbesar Israel, dengan imbalan liputan yang menguntungkan dari sumber media termasuk situs berita populer Walla.

Sementara itu, di Kasus 1.000, Netanyahu dituduh telah menerima hadiah barang mewah dari anggota komunitas bisnis, yang total nilainya diperkirakan USD 300 ribu.

Lalu dalam Kasus 2.000, Netanyahu diduga telah mencoba untuk membuat kesepakatan dengan penerbit Yedioth Ahronoth, yang akan melakukan peliputan yang menguntungkan  pemerintah, sebagai bagian dari kesepakatan. [yy/sindonews]

 

Tags: Netanyahu | Israel | Gaza