30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Trump Janji Bocorkan Nama Pembunuh Khashoggi 2 Hari Mendatang

Trump Janji Bocorkan Nama Pembunuh Khashoggi 2 Hari Mendatang


Fiqhislam.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan melaporkan siapa pembunuh jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, dalam dua hari ke depan.

Berbicara di California usai meninjau kerusakan akibat kebakaran hutan, Trump mengatakan laporan penyelidikan akan rampung pada Senin atau Selasa besok.

"Laporan lengkap tentang siapa yang melakukannya (membunuh Khashoggi) akan selesai pada Senin atau Selasa," kata Trump, seperti dilaporkan AFP, Minggu (18/11/2018).

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri menyatakan Pemerintah AS belum membuat kesimpulan akhir tentang siapa yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Pernyataan ini sebagai bantahan laporan media yang menyebut CIA menyimpulkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan tersebut.

"Laporan terbaru yang menunjukkan bahwa pemerintah AS telah membuat kesimpulan akhir tidaklah akurat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert.

"Masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab sehubungan dengan pembunuhan Khashoggi," lanjut Nauert.

Nauert mengatakan, kementerian akan terus mencari fakta dan bekerja dengan negara lain untuk menahan mereka yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis pengkritik rezim Kerajaan Saudi itu.

"Meminta mereka (yang terlibat) bertanggung jawab sambil mempertahankan hubungan strategis penting antara Amerika Serikat dan Arab Saudi," imbuh dia.

Trump sendiri mengaku belum diberi penjelasan oleh CIA atau Badan Intelijen Pusat atas perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan Khashoggi. Dia masih meyakini Putra Mahkota MBS tidak bersalah.

"Pada saat ini, kami diberitahu bahwa dia (MBS) tidak memainkan peran, kami harus mencari tahu apa yang mereka katakan," ujar Trump.

Sebelumnya, sejumlah media AS melaporkan CIA sudah membuat kesimpulan yang menyatakan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman sebagai dalang pembunuhan Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Laporan sejumlah media, termasuk The Washington Post, mengutip sumber yang mengetahui langsung laporan CIA.

Khashoggi, jurnalis pengkritik rezim kerajaan, dibunuh secara sadis oleh skuat algojo Saudi Riyadh di Konsulat Saudi di Istanbul, 2 Oktober 2018.

Para penyelidik Turki mengungkap, jurnalis itu dimutilasi dan jasadnya dilarutkan dengan zat asam untuk menghilangkan jejak.

Khashoggi mendatangi konsulat untuk memperoleh dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikahi tunangannya, seorang perempuan Turki bernama Hetice Cengiz. [yy/iNews]

Trump Janji Bocorkan Nama Pembunuh Khashoggi 2 Hari Mendatang


Fiqhislam.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan melaporkan siapa pembunuh jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, dalam dua hari ke depan.

Berbicara di California usai meninjau kerusakan akibat kebakaran hutan, Trump mengatakan laporan penyelidikan akan rampung pada Senin atau Selasa besok.

"Laporan lengkap tentang siapa yang melakukannya (membunuh Khashoggi) akan selesai pada Senin atau Selasa," kata Trump, seperti dilaporkan AFP, Minggu (18/11/2018).

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri menyatakan Pemerintah AS belum membuat kesimpulan akhir tentang siapa yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Pernyataan ini sebagai bantahan laporan media yang menyebut CIA menyimpulkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan tersebut.

"Laporan terbaru yang menunjukkan bahwa pemerintah AS telah membuat kesimpulan akhir tidaklah akurat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert.

"Masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab sehubungan dengan pembunuhan Khashoggi," lanjut Nauert.

Nauert mengatakan, kementerian akan terus mencari fakta dan bekerja dengan negara lain untuk menahan mereka yang terlibat dalam pembunuhan jurnalis pengkritik rezim Kerajaan Saudi itu.

"Meminta mereka (yang terlibat) bertanggung jawab sambil mempertahankan hubungan strategis penting antara Amerika Serikat dan Arab Saudi," imbuh dia.

Trump sendiri mengaku belum diberi penjelasan oleh CIA atau Badan Intelijen Pusat atas perkembangan penyelidikan kasus pembunuhan Khashoggi. Dia masih meyakini Putra Mahkota MBS tidak bersalah.

"Pada saat ini, kami diberitahu bahwa dia (MBS) tidak memainkan peran, kami harus mencari tahu apa yang mereka katakan," ujar Trump.

Sebelumnya, sejumlah media AS melaporkan CIA sudah membuat kesimpulan yang menyatakan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman sebagai dalang pembunuhan Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.

Laporan sejumlah media, termasuk The Washington Post, mengutip sumber yang mengetahui langsung laporan CIA.

Khashoggi, jurnalis pengkritik rezim kerajaan, dibunuh secara sadis oleh skuat algojo Saudi Riyadh di Konsulat Saudi di Istanbul, 2 Oktober 2018.

Para penyelidik Turki mengungkap, jurnalis itu dimutilasi dan jasadnya dilarutkan dengan zat asam untuk menghilangkan jejak.

Khashoggi mendatangi konsulat untuk memperoleh dokumen perceraian dengan mantan istrinya sebagai syarat untuk menikahi tunangannya, seorang perempuan Turki bernama Hetice Cengiz. [yy/iNews]

Trump Sebut Laporan CIA tentang Kasus Khashoggi Prematur

Trump Sebut Laporan CIA tentang Kasus Khashoggi Prematur


Fiqhislam.com - Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan laporan Badan Intelijen AS (CIA) yang menyebut Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi masih sangat prematur. Kendati demikian, Trump tak mengenyampingkan tentang kemungkinan kebenaran laporan tersebut.

Pernyataan itu dibuat Trump saat tengah melakukan perjalanan ke Kalifornia. Pada kesempatan itu, ia mengatakan pembunuhan terhadap Khashoggi seharusnya tidak pernah terjadi.

Trump mengaku akan menerima laporan lengkap tentang kasus Khashoggi pada Selasa (20/11). Menurutnya laporan tersebut akan menjelaskan siapa yang diyakini Pemerintah AS dalam memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi.

Namun Trump tak mengungkap siapa yang menyusun dan menerbitkan laporan lengkap tersebut. Ia pun tak menyinggung bahwa laporan itu akan berasal dari CIA.

Komentar Trump itu muncul beberapa jam setelah Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa pemerintah masih bekerja untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi. “Laporan terbaru menunjukkan bahwa Pemerintah AS telah membuat kesimpulan akhir yang tidak akurat. Masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab sehubungan dengan pembunuhan Khashoggi,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert.

Nauert mengatakan Departemen Luar Negeri AS akan terus mencari fakta-fakta sehubungan dengan kematian Khashoggi. AS juga akan bekerja dengan negara lain untuk menahan mereka yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Namun di sisi lain, Washington akan tetap mempertahankan kemitraan strategisnya dengan Saudi.

Surat kabar the Washington Post sebelumnya melaporkan bahwa CIA telah menyimpulkan bahwa tokoh yang memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi adalah Pangeran MBS. Menurut Washington Post, para pejabat AS telah memberikan kepercayaan yang tinggi pada kesimpulan CIA.

Washington Post menyebut kesimpulan CIA dicapai setelah memeriksa berbagai sumber intelijen. Kendati demikian, keakuratan informasi yang dirilis Washington Post itu masih belum dapat diverifikasi. [yy/republika]

 

Tags: Khashoggi | bin Salam | MBS