25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Mike Pence yang berkunjung ke Papua Nugini untuk mengikuti KTT Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC), Sabtu (17/11/2018).

"Amerika Serikat akan bermitra dalam insiatif bersama dengan Papua Nugini dan Australia (membangun) Pangkalan Angkatan Laut Lombrum," kata Pence, dikutip dari AFP.

Pence menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan di Pasifik.

"Kami akan bekerja sama dengan dua negara ini untuk melindungi kedaulatan dan hak maritim di pulau-pulau Pasifik," kata Pence.

Keputusan AS ini tak lepas dari peran China yang semakin menunjukkan dominasinya di Pasifik, termasuk Laut China Selatan. China menggelontorkan miliara dolar AS untuk membangun infrastruktur, termasuk militer, di pulau-pulau Pasifik yang sebenarnya masih disengketakan.

Langkah AS untuk hadir di Papua Nugini juga tak lepas dari laporan hadirnya China di Vanuatu. Ada kemungkinan China membuka pangkalan militer di sana.

Australia mengkritik 'diplomasi lunak' China di kawasan serta upaya mereka untuk meningkatkan pengaruh. Namun Perdana Menteri Australia Scott Morrison memperingatkan konfrontasi ini tidak boleh merusak hubungan China dengan AS.

"Tak bisa dihindari, dalam periode mendatang, kami akan mengarahkan kompetisi strategis AS-China di tingkat yang lebih tinggi," kata Morrison.

Australia kini berada di tengah konflik geopolitik abad ke-21, pertempuran untuk merebut pengaruh di Pasifik Selatan. [yy/iNews]