22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Diancam Trump Dapat Sanksi soal Hilangnya Khashoggi, Saudi Siap Membalas

Diancam Trump Dapat Sanksi soal Hilangnya Khashoggi, Saudi Siap Membalas


Fiqhislam.com - Arab Saudi kembali menepis tuduhan pembunuhan jurnalis kawakan Jamal Khashoggi. Pria 59 tahun itu hilang sejak berkunjung ke kantor konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018 untuk mengambil dokumen terkait rencana pernikahannya.

Khashoggi merupakan pengkritik kebijakan kerajaan yang meninggalkan negaranya pada September tahun lalu dan kini tinggal di Amerika Serikat (AS).

Pernyataan ini kembali disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi yang berat jika Khashoggi terbukti dibunuh di kantor konsulat.

"Kerajaan menegaskan penolakan sepenuhnya terhadap setiap ancaman atau upaya melemahkan negara baik melalui ancaman sanksi ekonomi atau penggunaan tekanan politik," kata seorang sumber resmi, seperti dilaporkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA).

Bahkan, negara kaya minyak itu tak segan-segan menjatuhkan sanksi balasan yang dampaknya bisa mengguncang perekonomian dunia.

"Merespons terhadap setiap tindakan dengan (balasan) yang lebih besar, memainkan peran efektif dan vital terhadap ekonomi dunia," kata dia.

Tuduhan bahwa Khashoggi dibunuh di dalam kantor konsulat disampaikan pejabat pemerintah yang tak disebutkan identitasnya berdasarkan rekaman suara. Hal ini juga memicu pertanyaan bagaimana bisa Turki mendapat rekaman suara di dalam kantor diplomatik.

Saudi membantah tuduhan itu dan menegaskan Khashoggi sudah meninggalkan kantor konsulat begitu urusannya selesai. [yy/iNews]