25 Syawal 1443  |  Jumat 27 Mei 2022

basmalah.png

Dilaporkan Yahoo News, Kamis (27/9/2018), predator seks Turkestan, yang identitasnya tak diketahui, akan menjadi orang pertama menerima suntikan di bawah pengawasan kementerian kesehatan Kazakhstan. Pria itu dinyatakan bersalah melakukan serangan seksual terhadap seorang anak pada April 2016.

Presiden Nursultan Nazarbayev telah mengalokasikan 37.000 dolar Amerika serikat (AS) atau sekitar Rp543 juta untuk mendanai sekitar 2.000 pengebirian secara kimiawi.

"Saat ini ada satu permintaan pengebirian kimia sesuai dengan putusan pengadilan. Dana telah dialokasikan untuk lebih dari 2.000 suntikan," kata Wakil Menteri Kesehatan Kazakhstan, Lyazat Aktayeva, seperti dilaporkan Newsweek, Kamis (27/9/2018).

Pada awal 2018, Kazakhstan mengeluarkan undang-undang baru yang memungkinkan pengebirian kimia. Pada saat itu, Senator Byranym Aitimova mengungkapkan pengebirian "sementara" akan datang dalam bentuk "suntikan satu kali."

Dikutip dari News.com.au, tindakan ini dimaksudkan untuk mencegah pelaku melakukan kekerasan seksual. Ketika disuntik, zat kimia akan secara dramatis mengurangi dorongan seksual dan libido seseorang.

Para pedofil dan predator seks di Kazakhstan akan dieksekusi di klinik-klinik psychoneurological regional di seluruh negeri.

Kazakhstan dilaporkan mengalami peningkatan dramatis terkait kejahatan seksual terhadap anak-anak selama beberapa tahun terakhir. Antara 2010 dan 2014, pemerkosaan di bawah umur meningkat dua kali lipat menjadi sekitar 1.000 kasus per tahun.

Pengebirian secara kimia sendiri sudah digunakan di beberapa negara di seluruh dunia, termasuk Australia, Korea Selatan, Rusia, dan Polandia, untuk menghukum pelaku.  [yy/inews]