20 Safar 1443  |  Selasa 28 September 2021

basmalah.png

Maroko Putuskan Hubungan Dengan Iran

Maroko Putuskan Hubungan Dengan Iran


Fiqhislam.com - Maroko memutuskan hubungan dengan Iran pad hari Selasa 1 Mei, karena dianggap menyediakan dana, pelatihan dan senjata kepada pejuang kemerdekaan Front Polisario di Sahara Barat yang disengketakan.

Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita mengatakan dia berbicara dengan mitranya dari Iran untuk secara resmi mengakhiri hubungan antara kedua negara. Duta besar Maroko sudah meninggalkan Teheran, sementara Kedutaan Besar Iran di Maroko akan ditutup “segera,” kata Bourita kepada wartawan di Rabat, demikian laporan washingtonpost.com.

Dia mengatakan Maroko memperoleh dan memverifikasi bukti bahwa gerakan militan Libanon yang didukung Hezbollah telah memberikan pelatihan dan dukungan keuangan kepada pejuang Polisario sejak 2016. Bulan lalu, Hezbollah diduga mengirim pasokan persenjataan pertamanya ke Polisario, mendorong keputusan Maroko untuk memutus hubungan, tambah Bourita.

Pemerintah Iran tidak menanggapi secara terbuka keputusan pemustusan hubungan diplomatik pada hari Selasa.

Hezbollah menyebut tuduhan mendukung dan melatih gerakan Polisario tanpa dasar. Kelompok ini mengeluarkan pernyataan bahwa Maroko terpengaruh Amerika, Israel, dan Saudi.

Maroko cukup sensitif terhadap ancaman terhadap Sahara Barat, bekas jajahan Spanyol yang dikuasai Maroko pada 1975. Maroko memerangi pejuang Polisario hingga gencatan senjata yang diprakarsai oleh PBB pada tahun 1991. Pasukan penjaga perdamaian AS masih memantau kawasan itu, tempat ketegangan baru-baru ini berkobar.

“Saya sudah berdiskusi panjang dengan menteri luar negeri Iran untuk menyampaikan kepadanya semua alasan yang menyebabkan keputusan ini. Saya telah menunjukkan kepadanya tanggal, lokasi pertemuan dan nama-nama yang terlibat, ” kata Bourita.

Dia mengatakan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif “terkejut” setelah diskusi mereka. Bourita mengatakan bukti-bukti yang dimiliki Maroko telah menunjukkan para pejabat tinggi dari Hezbollah dan Polisario bertemu berulang kali di kamp-kamp pengungsi Sahrawi di Aljazair melalui mediasi seorang diplomat Iran.

Kolaborasi antara Polisario dan Hizbullah meningkat setelah pemerintah Maroko tahun lalu menangkap pengusaha Libanon Kassim Tajeddine, yang telah dituduh melakukan pencucian uang dan pembiayaan Hezbollah kata menteri luar negeri itu.

Hubungan Maroko-Iran baru saja dipulihkan setelah bertahun-tahun sengketa atas dukungan Maroko terhadap Bahrain yang Sunni. Bourita menegaskan perbedaan agama dengan Iran yang dipimpin Syiah bukanlah latar belakang tindakan hari Selasa. [yy/muslimdaily]

 

Tags: Maroko | Iran | Hisbullah | Houthi