24 Rabiul-Akhir 1443  |  Senin 29 Nopember 2021

basmalah.png

Houthi Kembali Gempur Arab Saudi dengan Rudal

Houthi Kembali Gempur Arab Saudi dengan Rudal


Fiqhislam.com - Gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang menguasai sebagian wilayah Yaman, kembali menembakkan rudal balistik ke arah Arab Saudi pada Jumat (13/4). Hal itu tak lama setelah pemimpin milisi itu berikrar akan mengembangkan simpanan rudalnya yang didukung Iran.

"Pasukan agresi (koalisi pimpinan Arab Saudi) frustrasi oleh kemampuan rudal balistik kita, dan kita akan terus mengembangkannya," kata pemimpin milisi Al-Houthi, Abdul-Malik Al-Houthi, di dalam pidato yang ditayangkan oleh stasiun televisi milik kelompoknya, Al-Masirah.

Satu jam kemudian, kelompok tersebut mengatakan di dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun TV Al-Masirah bahwa milisi itu menembakkan rudal balistik jarak-jauh ke arah Pangkalan Militer Raja Faisal di Provinsi Jazan, bagian selatan Arab Saudi. Gerilyawan Al-Houthi belum lama ini telah meningkatkan serangan rudal semacam itu memasuki tahun ketiga perang pimpinan Arab Saudi melawan kelompok Syiah Yaman tersebut.

Pada Rabu, gerilyawan Al-Houthi menembakkan sejumlah rudal balistik ke Kementerian Pertahanan Arab Saudi di Riyadh dan markas raksasa minyak Aramco di perbatasan Arab Saudi di wilayah Najran. Arab Saudi menyatakan kerajaan itu menembak jatuh rudal tersebut dan melaporkan tak ada korban jiwa.

Pada Maret 2015, Arab Saudi memimpin satu koalisi militer pasukan Arab, yang didukung Amerika Serikat, untuk ikut-campur dalam konflik di Yaman guna mendukung Pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang hidup di pengasingan.K oalisi tersebut telah melancarkan ribuan serangan udara terhadap gerilyawan Al-Houthi, dalam upaya membalikkan perolehan gerilyawan Al-Houthi dan memulihkan kekuasaan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi di Ibu Kota Yaman, Sana'a.

Sementara itu, gerilyawan Al-Houthi menembakkan puluhan rudal balistik ke arah kota besar Arab Saudi, yang kebanyakan dicegat oleh pasukan pertahanan udara Arab Saudi. Sejauh ini, perang saudara telah menewaskan lebih dari 10 ribu warga Yaman, kebanyakan warga sipil, dan mendorong negara Arab tersebut ke ambang kelaparan massal. [yy/republika]