24 Rabiul-Akhir 1443  |  Senin 29 Nopember 2021

basmalah.png

Rusia Segera Balas Usir Diplomat Negara Asing

Rusia Segera Balas Usir Diplomat Negara Asing


Fiqhislam.com - Rusia segera merespon pengusiran diplomat mereka oleh negara-negara di dunia internasional. Juru Bicara Majelis Tinggi Parlemen Rusia Valentina Matviyenko mengatakan, langkah serupa juga akan diambil pemerintah Rusia.

"Rusia akan membalas hal itu. Tidak diragukan lagi, seperti diplomasi yang kami lakukan, akan menanggapi secara simetris serta mengamati nilai yang sama menyangkut jumlah diplomat," kata Valentina Matviyenko, Kamis (29/3).

Amerika Serikat (AS) sebelumnya telah mengusir 60 diplomat Rusia. Paman Sam juga menutup konsulat Rusia di Seattle. Langkah serupa juga diikuti negara-negara anggota Uni Eropa. Tercatat 14 negara anggota Uni Eropa akan mengusir diplomat Rusia dari negara mereka.

Prancis, Jerman dan Polandia diketahui akan memulangkan empat diplomat Rusia. Sedangkan Republik Ceko dan Lithuania akan mendeportasi tiga diplomat. Denmark, Belanda dan Italia mengusir dua diplomat. Sementara, Estonia, Kroasia, Finlandia, Latvia, Romania dan Swedia mengusir satu diplomat Rusia dari negara mereka.

Pengusiran serupa juga dilakukan Ukraina yang memulangkan 13 perwakilan Rusia yang berada di negaranya. Kanada juga memulangkan empat orang diplomat Rusia. Langkah yang sama juga dilakukan Albania yang menendang dua diplomat Rusia.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan, angkatan udara tengah melakukan latihan militer mulai dari Kutub Utara hingga Amerika Utara. Dia mengatakan, mereka latihan di kawasan tersebut kembali digelar untuk pertama kali setelah perang dingin usai.

Meski demikian, belum di ketauhi pasti apakah latihan militer itu dilakukan guna menanggapi pengusiran diplomat oleh sejumlah negara dunia. Menteri Sergei Shoigu tidak mengungkapkan lebih lanjut tentang latihan militer yang diadakan tersebut.

Duta Besar Rusia untuk Australia Grigory Logvinov memperingatkan, dunia berpotensi kembali memasuki Perang Dingin. Hal itu akan terjadi jika negara-negara Barat terus memunculkan sentimen anti-Rusia sebagai tanggapan dari serangan racun agen saraf terhadap mantan mata-mata Rusia, Sergey Skripal, di Inggris. [yy/republika]